Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Hibah Keraton Solo Jadi Sorotan, Pihak Pribadi? Ini Kata PB XIV Purboyo

by Anisa
Januari 23, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap fakta mengejutkan selama ini dana hibah untuk Keraton Solo mengalir ke rekening pribadi, termasuk atas nama Pakoe Boewono XIII. Pernyataan ini memicu respons dari pihak Keraton yang menegaskan bahwa mereka selama ini mengikuti prosedur dan kebijakan pemerintah.

Keraton Solo: Hanya Menjalankan Arahan Pemerintah

PB XIV Purbaya menegaskan bahwa pihak Keraton tidak pernah memaksa atau mendesak pemerintah untuk mencairkan dana hibah. “Mengenai pernyataan Fadli Zon soal dana hibah ke pribadi, kita kan ikut arahan pemerintah. Anggaran itu turun bukan permintaan kita, tapi arahan dari pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Solo, Jumat (23/1/2026).

PB XIV menegaskan bahwa pihak Keraton menyerahkan sepenuhnya semua keputusan terkait anggaran kepada otoritas yang berwenang dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan kata lain, Keraton berperan sebagai penerima hibah sesuai prosedur, bukan inisiator pencairan dana.

Dana Hibah Keraton Solo Jadi Sorotan, Pihak Pribadi? Ini Kata PB XIV Purboyo

PB XIV Purboyo saat di ajak Foto bersama Jamaah sholat Jumat di Masjid Agung KagunganNdalem, Jumat (23/1/2026)

Menbud: Hibah Perlu Pertanggungjawaban

Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan bahwa Keraton Solo menerima hibah dari berbagai sumber, mulai dari Pemerintah Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, hingga APBN. Namun, menurut catatan Kementerian Kebudayaan, penerima hibah itu tercatat atas nama pribadi, bukan lembaga Keraton.

“Keraton Solo mendapatkan hibah dari kota, provinsi, lalu APBN. Selama ini penerimanya pribadi. Ke depan, kami ingin ada pertanggungjawaban yang jelas, termasuk untuk hibah dari APBN,” ujar Fadli dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Kamis (22/1/2026).

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Jika dana hibah dicairkan atas nama pribadi, secara administratif pemerintah berisiko kehilangan jejak akuntabilitas. Di sisi lain, pihak Keraton mendapat fleksibilitas dalam penggunaan anggaran untuk kebutuhan budaya. Publik tentu ingin kepastian, apakah dana hibah itu untuk budaya atau sekadar menyalurkan uang ke rekening pribadi atau hanya untuk pansos politik kepentingan pihak tertentu?

Kasus ini menegaskan satu hal di dunia hibah budaya, prosedur bisa melindungi, tapi juga menimbulkan pertanyaan. Tergantung perspektif, yang mengikuti prosedur bisa jadi tampak bersih, atau justru tak terlihat bertanggung jawab. (red)

Tags: DanaKGPAA HamangkunagorokratonKraton SurakartaMenteriPB XIIIPB XIVSolo

Kamu Melewatkan Ini

Rajamala: Dari Canthik ke Ikon Solo

Rajamala: Dari Canthik ke Ikon Solo

by eko
Agustus 21, 2026

Rajamala menempuh perjalanan dari Canthik hingga menjadi ikon Solo. Namun, seberapa jauh masyarakat memahami cerita dan makna di balik wajah...

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

by eko
Agustus 21, 2026

45 peserta meriahkan Pawai Pembangunan Solo 2026 dari Perempatan Gendengan menuju depan Bank Indonesia Solo dengan tema Sayangi Semesta, Hidup...

Canthik Rajamala: Wajah Garang yang Menjaga Perjalanan Jawa

Canthik Rajamala: Wajah Garang yang Menjaga Perjalanan Jawa

by eko
Agustus 20, 2026

Canthik Rajamala menyimpan cerita tentang perjalanan, perlindungan, dan identitas budaya Jawa. Mengapa wajah garang ini menempati bagian depan perahu? Tabooo.id...

Next Post
Microsoft 365 Down, Pekerjaan Ikut Tumbang di Jam Kerja Pagi

Microsoft 365 Down, Pekerjaan Ikut Tumbang di Jam Kerja Pagi

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id