Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dana Hibah Keraton Solo Jadi Sorotan, Pihak Pribadi? Ini Kata PB XIV Purboyo

by sigit
Januari 23, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap fakta mengejutkan selama ini dana hibah untuk Keraton Solo mengalir ke rekening pribadi, termasuk atas nama Pakoe Boewono XIII. Pernyataan ini memicu respons dari pihak Keraton yang menegaskan bahwa mereka selama ini mengikuti prosedur dan kebijakan pemerintah.

Keraton Solo: Hanya Menjalankan Arahan Pemerintah

PB XIV Purbaya menegaskan bahwa pihak Keraton tidak pernah memaksa atau mendesak pemerintah untuk mencairkan dana hibah. “Mengenai pernyataan Fadli Zon soal dana hibah ke pribadi, kita kan ikut arahan pemerintah. Anggaran itu turun bukan permintaan kita, tapi arahan dari pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Solo, Jumat (23/1/2026).

PB XIV menegaskan bahwa pihak Keraton menyerahkan sepenuhnya semua keputusan terkait anggaran kepada otoritas yang berwenang dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan kata lain, Keraton berperan sebagai penerima hibah sesuai prosedur, bukan inisiator pencairan dana.

Dana Hibah Keraton Solo Jadi Sorotan, Pihak Pribadi? Ini Kata PB XIV Purboyo

PB XIV Purboyo saat di ajak Foto bersama Jamaah sholat Jumat di Masjid Agung KagunganNdalem, Jumat (23/1/2026)

Menbud: Hibah Perlu Pertanggungjawaban

Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan bahwa Keraton Solo menerima hibah dari berbagai sumber, mulai dari Pemerintah Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, hingga APBN. Namun, menurut catatan Kementerian Kebudayaan, penerima hibah itu tercatat atas nama pribadi, bukan lembaga Keraton.

“Keraton Solo mendapatkan hibah dari kota, provinsi, lalu APBN. Selama ini penerimanya pribadi. Ke depan, kami ingin ada pertanggungjawaban yang jelas, termasuk untuk hibah dari APBN,” ujar Fadli dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Kamis (22/1/2026).

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Jika dana hibah dicairkan atas nama pribadi, secara administratif pemerintah berisiko kehilangan jejak akuntabilitas. Di sisi lain, pihak Keraton mendapat fleksibilitas dalam penggunaan anggaran untuk kebutuhan budaya. Publik tentu ingin kepastian, apakah dana hibah itu untuk budaya atau sekadar menyalurkan uang ke rekening pribadi atau hanya untuk pansos politik kepentingan pihak tertentu?

Kasus ini menegaskan satu hal di dunia hibah budaya, prosedur bisa melindungi, tapi juga menimbulkan pertanyaan. Tergantung perspektif, yang mengikuti prosedur bisa jadi tampak bersih, atau justru tak terlihat bertanggung jawab. (red)

Tags: DanaKGPAA HamangkunagorokratonKraton SurakartaMenteriPB XIIIPB XIVSolo

Kamu Melewatkan Ini

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

by jeje
Mei 1, 2026

Kita sering bilang dunia kerja butuh orang pintar. Tapi kalau kamu diminta diam tanpa alasan, kamu masih mau ikut? Atau...

Dunia Kerja Baru: Skill Penting, Tapi Kejujuran dan Kejernihan Menentukan

Dunia Kerja Baru: Skill Penting, Tapi Kejujuran dan Kejernihan Menentukan

by jeje
April 30, 2026

Kamu belajar bertahun-tahun untuk jadi pintar. Tapi saat kesempatan datang, sistem tidak bertanya apa yang kamu tahu. Sistem hanya ingin...

Next Post
Microsoft 365 Down, Pekerjaan Ikut Tumbang di Jam Kerja Pagi

Microsoft 365 Down, Pekerjaan Ikut Tumbang di Jam Kerja Pagi

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id