• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Jumat, Maret 27, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Life

Cupable Coffee Sleman: Kafe yang Memberdayakan Difabel

November 17, 2025
in Life
A A
Cerita Cupable Coffee Sleman, Kafe yang Memberdayakan Difabel Jadi Barista Profesional

Seorang barista difabel yang sedang meracik kopi di Cupable Coffee, Sleman, Yogyakarta. (foto instagram cupablecoffee)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Life – Sore itu, aroma arabika mengalun lembut dari sebuah kafe kecil di Jalan Kaliurang Km 13,5, Sleman, Yogyakarta. Di balik kaca bertuliskan Cupable Coffee, tangan Eko Sugeng (39) sibuk meracik espresso. Gerakannya pelan, tapi pasti. Suara desis mesin kopi berpadu dengan langkah pelanggan yang lalu-lalang.

“Dulu saya takut orang enggak mau beli kopi dari saya,” katanya pelan. “Takut mereka lihat fisik saya duluan, bukan hasil kerja saya.”

Eko adalah salah satu barista difabel di Cupable Coffee, kafe inklusi yang memberi ruang kerja bagi penyandang disabilitas. Bagi Eko, setiap cangkir kopi bukan hanya pesanan pelanggan, tapi bentuk pembuktian diri: bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Kopi dan Misi Sosial Inklusivitas di Sleman

Budaya ngopi kini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Tapi di tengah menjamurnya coffee shop estetik, Cupable Coffee menawarkan rasa yang berbeda bukan hanya dari racikan bijinya, tapi dari makna di balik setiap gelas kopi.

Kafe ini lahir dari inisiatif Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM), lembaga sosial yang selama puluhan tahun bergerak di bidang pemberdayaan difabel.

Feni (32), perwakilan PRYAKKUM, menyebut pendirian Cupable dilatarbelakangi keresahan terhadap minimnya kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Selama ini pelatihan untuk difabel masih sangat konvensional, seperti menjahit atau membatik. Padahal dunia kerja terus berubah, dan kita perlu membuka peluang baru,” ujar Feni (18/09/2025).

Melihat tren kopi yang berkembang dan peluang industri yang terbuka luas, PRYAKKUM melihat kafe sebagai ruang pemberdayaan yang relevan dan berdaya ekonomi.

“Melihat coffee shop menjamur dan lapangan kerja yang sulit menerima teman difabel, itu jadi alasan utama kenapa Cupable didirikan,” tambahnya.

Mengikis Stigma, Meracik Percaya Diri

Sebelum bergabung sebagai barista, Eko sempat menolak tawaran pekerjaan. Ia khawatir pelanggan tidak mau dilayani oleh orang difabel. Tapi lembaga memberi pelatihan intensif selama dua bulan penuh bukan sekadar tentang kopi, tapi juga tentang kepercayaan diri.

Irvantoro (27), barista pengguna kursi roda, mengenang bagaimana pelatihan itu mengubah banyak hal.

“Kami belajar semua dari nol: mengenal jenis kopi, latihan teknis, sampai manajemen usaha kecil,” katanya.

Cupable juga menyesuaikan ruang kerja agar ramah difabel. Meja bar dibuat lebih rendah, nampan didesain khusus, dan toilet dilengkapi pegangan agar kursi roda bisa bermanuver. Bahkan tersedia guiding block bagi pengunjung difabel netra.

Hasilnya bukan sekadar kafe yang nyaman, tapi tempat yang membuktikan bahwa inklusi bisa dirasakan bukan hanya dibicarakan.

Tren Kopi dan Kesadaran Sosial

Di luar sana, banyak kafe mengusung tema ramah difabel hanya sebatas slogan promosi. Tapi di Cupable Coffee Sleman, inklusivitas benar-benar diterapkan dari sistem kerja hingga pelayanan.

Namun, stigma belum sepenuhnya hilang. Masih ada pelanggan yang memandang dengan ragu sebelum memesan. Masih ada bisik-bisik kasihan yang terdengar pelan.

Paradoksnya, masyarakat ingin terlihat peduli tapi belum siap mempercayai. Dan di sinilah peran Cupable terasa penting bukan untuk menuntut simpati, tapi menumbuhkan empati.

RelatedPosts

Satyaning Caraka: Tentang Janji yang Dikhianati, dan Kesetiaan yang Diuji di Tengah Kekacauan

Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

Cupable Coffee dan Gerakan Anak Muda untuk Inklusi

Selain memberdayakan difabel, Cupable Coffee juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan pegiat sosial. Pada 2024, Adrian (22) dan timnya dari jurusan Ilmu Komunikasi meluncurkan kampanye “CUPABLE IS CAPABLE” untuk meningkatkan kesadaran tentang inklusivitas di kalangan anak muda dan pekerja work from cafe (WFC).

“Awalnya banyak yang datang cuma buat nongkrong. Tapi setelah ngobrol dengan barista, mereka sadar bahwa inklusi itu nyata,” kata Adrian.

Melalui kampanye ini, Cupable berhasil menjangkau audiens baru mereka yang datang karena kopi, tapi pulang dengan perspektif yang berubah.

Segelas Kopi dan Arti Kesetaraan

Kini, Cupable Coffee bukan sekadar tempat ngopi, tapi simbol kecil perubahan sosial di Yogyakarta. Sebuah ruang yang mengajarkan bahwa inklusi bukan belas kasihan, melainkan bentuk penghargaan terhadap potensi manusia.

Feni menutup pembicaraan dengan kalimat yang menancap kuat,

“Kami tidak menciptakan kebaikan. Kami hanya membuka ruang supaya kebaikan bisa bekerja.”

Eko tersenyum sambil menyajikan segelas cappuccino hangat.

“Dulu saya cuma pengin bisa bikin kopi. Sekarang, saya belajar bikin harapan,” ucapnya.

Di luar kafe, lalu lintas Kaliurang terus bergerak cepat. Tapi di dalam Cupable, waktu seperti melambat memberi ruang bagi manusia untuk saling memahami, satu teguk demi satu teguk.

Inklusi yang Diseduh Pelan-Pelan

Cupable Coffee di Sleman membuktikan bahwa kopi bisa menjadi jembatan inklusivitas. Bahwa setiap pekerjaan, sekecil apa pun, bisa jadi medium kesetaraan. Dalam setiap aroma kopi yang tercium di udara, ada pesan yang lebih dalam dari sekadar kafe kekinian: bahwa keberagaman bisa diracik dan diseduh dengan hati yang terbuka. @dimas

Tags: barista difabelcerita human interestcupable coffeeinklusivitas sosialkafe inklusikafe unik jogjakisah inspiratifkopi nusantarapemberdayaan difabelslemanYogyakarta
Next Post
Mengurai Budaya Toxic Positivity di Media Sosial

Mengurai Budaya Toxic Positivity di Media Sosial

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

    Bersua Sang Raja: Momen Langka Warga Bisa Bertatap Langsung dengan Raja Surakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mudik Belum Selesai? 71 Persen Kendaraan Masih di Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KRI Prabu Siliwangi Masuk Surabaya: Kekuatan Baru atau Sinyal Laut Makin Memanas?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Elite TNI Bergerak: Regenerasi atau Sekadar Rotasi Kekuasaan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.