Tabooo.id: Check – Akun Facebook bernama “Info Bansos” kembali bikin geger warga +62. Mereka membagikan tautan yang disebut-sebut bisa dipakai untuk mengecek penerima PKH dan BLT 2025/2026. Menurut narasinya, tinggal klik, isi data, dan “katanya” langsung bisa tahu apakah kita berhak mendapat kucuran bantuan.
Tidak mengherankan, unggahan tersebut mendapat respons cepat. Postingan sudah mengumpulkan puluhan like dan belasan komentar. Dengan kata lain, masyarakat tampak semakin memiliki kepekaan finansial tingkat tinggi. Pokoknya, begitu ada peluang duit, langsung YOLO (You Only Live Once).
Namun, masalahnya tidak semanis itu. Berdasarkan pemeriksaan Tim Fact Checker Mafindo, tautan tersebut palsu. Alih-alih mengarah ke layanan resmi Kemensos, link itu justru membawa pengguna ke formulir digital tidak resmi yang meminta data pribadi, mulai dari nama lengkap hingga nomor Telegram.
Iya, Telegram. Terlihat lebih seperti syarat masuk grup judi online ketimbang program pemerintah.
Selain itu, setelah penelusuran lebih lanjut, Kementerian Sosial ternyata tidak pernah membuka pendaftaran bansos lewat tautan acak di media sosial. Prosedur resmi hanya tersedia melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui desa/kelurahan setempat. Artinya, jika ada formulir yang meminta data pribadi di luar jalur tersebut, maka itu lebih mirip rekrutmen penipu digital daripada bantuan negara.
Lalu, Apa yang Keliru?
Secara logika, ini mudah dipahami. Pemerintah, jika mau membagikan bantuan, tentu tidak akan menggunakan Google Form layaknya tugas kelompok kampus. Selain itu, mereka jelas tidak membutuhkan nomor Telegram, seolah-olah sedang mengajak trading bareng atau masuk grup afiliasi cryptocurrency.
Karena itulah, tautan seperti ini sangat berpotensi menjadi pancingan pencurian data. Alih-alih mendapatkan bantuan, pengguna justru “membantu” pelaku mengambil informasi pribadi. Ironi digital yang pahit, kan?
Kesimpulan Tabooo
Tautan “pendaftaran bansos Kemensos 2025/2026” tersebut bahkan bukan pintu menuju bantuan. Sebaliknya, tautan itu lebih menyerupai lubang jebakan tikus internet yang siap menelan data pribadi penggunanya.
Jadi, hati-hati. Jangan sampai niat mencari bantuan, malah membuat data kalian raib.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital.@eko




