• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Life

Cerita Zulfa dan Berat yang Tak Terlihat

November 17, 2025
in Life
A A
Zulfa dan Berat yang Tak Terlihat: Cerita di Balik Gendongan, Sekolah, dan Harapan

Zulfa, remaja asal Garut yang tetap bersekolah sambil menggendong adiknya dan berjualan untuk membantu orang tua. (Foto: tangkapan layar video viral)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Life – Pagi di Garut itu masih berkabut ketika langkah kecil Zulfa menyusuri jalan tanah menuju sekolah. Di pundaknya, tergantung kain lusuh yang menahan tubuh mungil adiknya Zyandra, satu tahun, wajahnya tenang dalam lelap. Di tangan kirinya, sebungkus kerupuk tergenggam erat, sementara di tangan kanan, selembar buku pelajaran yang mulai mengelupas di ujungnya.

“Zulfa, jualan lagi?” tanya salah satu temannya di gerbang madrasah.
Zulfa hanya tersenyum. “Iya, buat beli obat Adek,” jawabnya pelan.

Suara bel masuk menggema, menelan semua hiruk-pikuk. Di ruang kelas, Zulfa duduk di bangku paling belakang agar bisa menimang adiknya bila menangis, agar tidak mengganggu teman-teman lain. Dunia kecilnya tak hanya diisi rumus matematika, tapi juga rasa tanggung jawab yang terlalu besar untuk usia 13 tahun.

Anak-Anak yang Hidup Terlalu Cepat

Video tentang Zulfa pertama kali diunggah oleh akun TikTok @BangHelmiBahe. Dalam hitungan hari, tayangan itu ditonton lebih dari 13 juta kali. Komentar publik datang berhamburan antara haru, iba, dan amarah terhadap “negara yang abai.”

Namun, kisah Zulfa bukan satu-satunya. Data BPS tahun 2023 menunjukkan, lebih dari 10 juta anak di Indonesia masih hidup dalam garis kemiskinan. Sebagian dari mereka harus ikut bekerja, bahkan sebelum memahami arti kata “masa depan.”

Di sisi lain, laporan UNICEF menyebutkan bahwa 1 dari 10 anak Indonesia hidup dalam kondisi yang membuat mereka “tidak dapat menikmati hak pendidikan secara penuh” karena faktor ekonomi, penyakit, atau tanggung jawab keluarga. Zulfa ada di persimpangan semua itu: seorang anak yang tumbuh dengan peran orang dewasa, di dunia yang menuntut kedewasaan bahkan sebelum mereka siap.

RelatedPosts

Sunyi Nyepi, Riuh Lebaran: Dua Jalan, Satu Makna tentang Manusia

Nyepi: Saat Dunia Berhenti dan Manusia Mulai Mendengar Diri Sendiri

Antara Kasih dan Kekosongan

Ada paradoks dalam kisah Zulfa dan dalam banyak kisah anak miskin lainnya. Ia belajar tentang kasih sayang dari penderitaan, tentang tanggung jawab dari kekurangan. Ia menimang adiknya di sela pelajaran, menjajakan kerupuk di jam istirahat, sambil memikul mimpi yang seharusnya tak seberat itu.

Masyarakat menatap video Zulfa dengan air mata, tapi lalu melanjutkan hidupnya. Di layar, kisah seperti ini sering dianggap “inspiratif.” Tapi kalau ditelusuri lebih dalam, ini bukan kisah inspirasi ini kisah ketimpangan.

Sementara sebagian anak belajar coding di tablet dan kursus bahasa asing, sebagian lain seperti Zulfa belajar cara menjaga adik dengan penyakit langka sambil menghitung sisa uang untuk membeli obat.

Sikap Redaksi Tabooo: Empati yang Tak Cukup

Kita cepat sekali terharu, tapi lambat untuk bergerak. Empati di kolom komentar sering kali berhenti di tanda hati merah dan doa digital. Padahal, Zulfa tidak butuh viralitas dia butuh sistem yang melindunginya.

Di sekolah, Zulfa dikenal sopan, berprestasi, dan jarang mengeluh. Tapi di balik ketenangan itu ada sesuatu yang lebih besar: kegagalan negara dalam memastikan masa kecil yang layak.

Kita sering menyebut anak-anak seperti Zulfa sebagai “tangguh”, tapi mungkin seharusnya kita bertanya: kenapa mereka harus setangguh itu?

Tentang Masa Depan yang Belum Sempat Bermain

Suatu siang, setelah bel pulang berbunyi, Zulfa duduk di pinggiran sekolah. Zyandra terlelap di pangkuannya, sementara di sekelilingnya teman-teman bermain kejar-kejaran.

Ada kontras yang begitu kuat di sana antara tawa masa kecil dan diam yang terlalu dewasa.

Zulfa mungkin belum tahu bahwa videonya membuat jutaan orang menangis. Tapi mungkin, jika kelak ia menontonnya sendiri, ia akan berkata lirih, “Aku hanya ingin sekolah dan menjaga Adek.”

Kita, yang menonton dari layar, seharusnya bertanya:
sampai kapan anak-anak harus menggendong dunia yang seharusnya melindungi mereka?

Tags: Anak HebatAnak TangguhCerita SosialCinta KakakEmpati NyataGarut BerjuangHarapan KecilKisah NyataMimpi BeratRealita PahitSekolah PerjuanganZulfa
Next Post
Bukan Sekadar Glowing: Ketika Klinik Kecantikan Bicara tentang Stem Cell dan Harapan Hidup

Bukan Sekadar Glowing: Klinik Kecantikan Bicara Tentang Stem Cell dan Harapan Hidup

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Griya di Istana, Prabowo Satukan Elite Politik dalam Suasana Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Karaton ke Masjid Agung, Gunungan Garebeg Pasa Jadi Rebutan Ratusan Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.