Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bupati Ponorogo Ditangkap KPK: Ketika Jabatan Dijual Seharga Mutasi

by dimas
November 8, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ponorogo kembali ramai diperbincangkan, bukan karena festival Reog atau parade budaya, tapi karena operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengguncang lingkar kekuasaan lokal. Jumat malam (7/11/2025), KPK menangkap 13 orang, termasuk Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim menangkap 13 orang di wilayah Ponorogo.

“Tujuh di antaranya kami bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan bahwa operasi tangkap tangan itu berkaitan dengan praktik mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

“Kasus ini menyangkut jual-beli jabatan,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Jabatan Dijual, Integritas Dilelang

Praktik jual-beli jabatan bukan hal baru di republik ini. Dari tingkat kabupaten hingga kementerian, pola yang sama terus berulang: kekuasaan berubah menjadi komoditas.

Banyak pejabat yang mengejar promosi bukan karena kinerja, tetapi karena transaksi. Mereka membeli posisi, lalu berusaha “balik modal” dengan memainkan proyek dan anggaran publik.

Akibatnya, masyarakatlah yang menanggung dampak buruknya. Jabatan publik sering ditempati orang yang bukan karena kemampuan, melainkan karena koneksi dan uang. Kinerja birokrasi pun melemah, sementara kepercayaan publik terus menurun.

Praktik semacam ini menggerogoti fondasi pemerintahan daerah. Di atas kertas, pemerintah bicara tentang pelayanan prima dan reformasi birokrasi. Namun di balik meja, loyalitas dan amplop sering kali lebih menentukan.

Siapa Untung, Siapa Rugi?

Segelintir elit politik jelas diuntungkan dari sistem yang busuk ini. Mereka menggunakan jabatan untuk memperkaya diri dan menambah loyalitas politik.

Sebaliknya, rakyat Ponorogo harus menelan kenyataan pahit: program publik tersendat, pelayanan jadi lambat, dan dana pembangunan menguap entah ke mana.

Bagi KPK, operasi ini menjadi ajang pembuktian bahwa lembaga antirasuah itu belum kehilangan taring. Setelah lama disorot karena dinilai melemah, KPK mencoba mengirim pesan tegas: mereka masih bisa mengguncang meja kekuasaan daerah.

Reog Politik di Tanah Reog

Ada ironi yang sulit dihindari. Ponorogo dikenal sebagai tanah kelahiran Reog seni yang melambangkan keberanian, keteguhan, dan kejujuran. Namun malam itu, yang terlihat justru kebalikan dari nilai-nilai itu.
Para pejabat di daerah yang bangga dengan tradisi Reog malah menari dengan irama kekuasaan dan uang.

Kisah ini seperti reog politik versi baru: topeng masih digunakan, tapi bukan untuk menari di alun-alun melainkan untuk menutupi aib di ruang rapat.

Ketika jabatan bisa dibeli, pelayanan publik berubah seperti barang diskon: tampak murah di depan, tapi mahal di belakang.

Akhirnya…

Publik hanya bisa berharap KPK tidak berhenti pada penangkapan. Lebih dari itu, semoga lembaga ini berani membersihkan akar budaya korup yang sudah menempel kuat di birokrasi.
Sebab jika mental dagang jabatan terus hidup, reformasi hanya akan jadi slogan tanpa isi.

Dan mungkin, yang paling perlu ditangkap bukan cuma pelaku korupsi tapi juga rasa permisif kita terhadapnya. @dimas

Tags: Korupsi DaerahOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

CSR = Cuan Setoran Rutin?

CSR = Cuan Setoran Rutin?

by Tabooo
Mei 11, 2026

CSR = Cuan Setoran Rutin? Ini terdengar nyelekit karena korupsi hari ini tidak selalu datang dengan amplop, tapi bisa memakai...

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

by jeje
Mei 11, 2026

Setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT), timeline biasanya langsung penuh opini. Banyak orang buru-buru menyebut...

Dari Wali Kota ke Perumda: Seberapa Dalam Lubang Kasus Ini?

Dari Wali Kota ke Perumda: Seberapa Dalam Lubang Kasus Ini?

by eko
Mei 11, 2026

Kasus korupsi di Madiun belum selesai justru mulai membuka lapisan baru.Setelah itu, perhatian publik tak lagi hanya tertuju pada wali...

Next Post
Lulus di Tengah Badai: Saat Dunia Kerja Jadi Medan Perang, Bukan Sekadar Panggung Wisuda

Lulus di Tengah Badai: Saat Dunia Kerja Jadi Medan Perang, Bukan Sekadar Panggung Wisuda

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id