Tabooo.id: Check – Media sosial memang nggak pernah kehabisan drama.
Kali ini, yang jadi “bintang utama” adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Sebuah unggahan di Facebook bikin heboh dengan klaim bahwa Bu Susi bersedia menjadi Ketua KPK.
Narasinya ditulis dengan huruf besar semua, lengkap dengan emoji api dan caption bombastis:
“BUK SUSI PUDJIASTUTI MAJU JADI KETUA KPK! 90% RAKYAT PASTI SETUJU!!!”
Beberapa akun bahkan menyertakan foto Bu Susi sedang berbicara di depan publik, seolah-olah itu tangkapan momen saat beliau “mengumumkan niatnya.”
Postingan itu langsung ramai, diserbu komentar seperti:
“Akhirnya, ada juga orang jujur yang berani lawan koruptor!”
“Bu Susi ketua KPK, siap tenggelamkan korupsi!”
Warganet jelas semangat. Tapi sayangnya, semangat itu lagi-lagi tidak ditemani oleh data dan akurasi.
Setelah ditelusuri, klaim itu ternyata nggak punya dasar sama sekali.
Fakta yang Sesungguhnya
Tim Cek Fakta Tabooo.id menelusuri dari berbagai sumber resmi mulai dari situs berita nasional, akun media sosial Bu Susi, hingga laman resmi KPK dan hasilnya jelas: tidak ada pernyataan apa pun dari Susi Pudjiastuti mengenai kesediaannya menjadi Ketua KPK.
Bahkan, kalau dicek di situs resmi KPK, posisi Ketua masih dipegang oleh Setyo Budiyanto, dengan masa jabatan 2024–2029.
Belum ada pembahasan soal pergantian, apalagi pemilihan baru.
Selain itu, kalau pun jabatan itu kosong, nama Susi Pudjiastuti tidak pernah muncul dalam daftar kandidat resmi atau rumor calon Ketua KPK.
Sebagai tambahan info, saat ini Bu Susi memang masih aktif berkontribusi untuk negeri.
Beliau menjabat sebagai penasihat ahli Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan yang lebih keren lagi beliau tidak meminta honor sama sekali.
Kerja ikhlas, murni karena ingin membantu, bukan demi jabatan atau kekuasaan.
Jadi, narasi “Susi Pudjiastuti bersedia jadi Ketua KPK” itu murni karangan bebas netizen yang lebih cocok masuk lomba fiksi politik daripada berita fakta.
Kenapa Bisa Keliru?
Jawabannya simpel: karena Bu Susi itu punya “aura superhero.”
Tegas, nyentrik, dan terkenal dengan kalimat legendaris: “Tenggelamkan!”
Karakter seperti ini bikin banyak orang percaya bahwa beliau cocok di posisi apa pun yang melawan kejahatan termasuk KPK.
Masalahnya, sebagian orang terlalu cepat mengubah kekaguman jadi klaim.
Begitu lihat postingan dengan judul menarik, langsung share tanpa mikir, tanpa baca.
Dan kalau ditanya sumbernya, jawabannya standar:
“Katanya dari grup WA, bro!”
Padahal, kalau logika dipakai sedikit aja, gampang banget buat sadar bahwa berita itu aneh.
Masa iya Bu Susi tiba-tiba mau jadi Ketua KPK, padahal belum ada proses seleksi, belum ada kursi kosong, dan nggak ada pemberitaan resmi?
Inilah contoh klasik hoaks yang lahir dari campuran kagum, malas verifikasi, dan terlalu percaya caption tegas berhuruf kapital.
Ajakan Cerdas + Sindiran Halus
Kita semua tahu, Bu Susi memang sosok yang inspiratif.
Beliau pernah menenggelamkan kapal ilegal, menolak kompromi, dan menampar budaya korup dengan gaya nyentriknya sendiri.
Tapi jangan sampai semangat kagum itu bikin kita ikut “menenggelamkan logika.”
Jangan asal share cuma karena cocok dengan perasaan kita.
Berita itu bukan minuman kemasan gak semua yang “segar di mata” itu sehat buat otak.
Sebelum klik tombol share, pastikan isinya benar.
Kalau nggak, bisa-bisa kita malah ikut nyebarin ombak kebohongan.
“Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital.” @dimas





