Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bobby Nasution dan Gerindra: Ketika Pindah Partai Tak Lagi Jadi Pilihan

by eko
Oktober 5, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter

Bobby Nasution menegaskan tetap di Gerindra dan tak ingin pindah partai lagi. Ia menyebut Gerindra sebagai jalan politiknya.

Tabooo.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan tetap bersama Partai Gerindra. Bobby menyebut cukup sekali dirinya pindah partai setelah keluar dari PDIP.

Dalam politik, pindah partai bukan cerita baru. Namun, Bobby Nasution kini memilih mengatakan sebaliknya: cukup sekali.

Gubernur Sumatera Utara itu menegaskan tidak ingin kembali berpindah partai setelah bergabung dengan Partai Gerindra. Ia menyampaikan sikap tersebut di hadapan ratusan kader Gerindra Sumut.

Bobby hadir dalam Pendidikan dan Pelatihan Laskar Partai Gerindra Sumut di Sibolangit, Deli Serdang, Sabtu (3/10/2026).

Ini Belum Selesai

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

Di atas podium, Bobby justru membuka pembicaraan dengan posisi yang menarik. Ia merasa lebih pantas berdiri bersama peserta diklat.

“Sejujurnya, seharusnya saya bersama-sama berada bersama kalian, di barisan kalian. Karena saya juga baru masuk Partai Gerindra,” ujar Bobby.

Kalimat itu menunjukkan satu hal. Bobby masih melihat dirinya sebagai kader baru di partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Dari PDIP, Lalu Menemukan Gerindra

Perjalanan politik Bobby sebelumnya tidak berjalan lurus.

Ia pernah menjadi kader PDIP. Bobby juga memenangkan Pilkada Medan melalui partai tersebut.

Namun, hubungan itu berakhir setelah muncul perbedaan sikap politik menjelang Pilpres 2024. Bobby memilih mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

PDIP kemudian memberhentikan Bobby dari keanggotaan partai.

Bobby mengingat kembali fase tersebut saat berbicara di depan kader Gerindra.

“Sebelumnya saya pernah di sebuah partai lain. Beberapa tahun saya di partai sebelumnya, saya dipecat, diberhentikan,” katanya.

Di sinilah narasi Bobby mulai bergeser.

Ia tidak hanya berbicara tentang perpindahan partai. Ia berbicara tentang tempat yang menurutnya memberi rasa diterima.

Menurut Bobby, kader Gerindra membuka ruang untuk dirinya ketika ia meninggalkan partai sebelumnya.

“Namun yang membuat saya tenang, saat itu saya melihat kader dan Partai Gerindra membuka tangan selebarnya buat saya,” ujarnya.

Lalu Bobby memberikan penegasan yang menjadi inti pidatonya.

“Ini adalah jalan saya, yang menurut saya cukup sekali pindah partai. Biarlah saya di Partai Gerindra.”

Politik Bukan Cuma Soal Jaket Partai

Pindah partai sering terlihat sederhana dari luar. Seorang politisi melepas simbol lama, lalu mengenakan simbol baru.

Namun, bagi Bobby, perpindahan itu punya cerita yang lebih panjang.

Ada pengalaman bersama partai lama, ada perbedaan pilihan politik dan ada pemberhentian. Lalu ada penerimaan dari partai baru.

Karena itu, pernyataan Bobby tentang “cukup sekali pindah” punya konteks personal.

Ia sedang menjelaskan alasan memilih bertahan.

Bobby juga menyebut Gerindra sebagai rumah yang tepat untuk mencapai cita-cita bangsa. Ia mengajak kader memperbesar Gerindra, terutama di Sumatera Utara.

Namun, satu hal perlu dicatat. Pernyataan politik tetap harus berhadapan dengan perjalanan waktu.

Komitmen tidak berhenti pada pidato. Publik akan melihatnya melalui konsistensi langkah politik berikutnya.

Ada Nama PSI di Belakang Cerita Ini

Sebelum masuk Gerindra, nama Bobby sempat muncul dalam isu kedekatan dengan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

Isu itu muncul setelah Bobby tidak lagi menjadi kader PDIP. Pada masa tersebut, PSI juga beberapa kali dikaitkan dengan Bobby.

Bobby bahkan pernah melontarkan candaan soal pendekatan PSI.

“PSI selalu merayu di mana-mana ini,” ujar Bobby pada akhir 2023.

PSI kemudian mendukung Bobby dalam Pilgub Sumut 2024. Saat itu, Kaesang Pangarep menyerahkan rekomendasi dukungan PSI kepada Bobby.

Kaesang sendiri merupakan adik ipar Bobby.

Namun, Bobby akhirnya memilih Gerindra sebagai rumah politiknya.

Di titik ini, pilihan Bobby menarik untuk dibaca lebih jauh.

Politik keluarga, hubungan personal, dan kepentingan partai memang bisa bertemu dalam satu ruang. Tetapi pilihan akhir tetap berada pada aktor politik masing-masing.

Bobby kini sudah menyatakan pilihannya secara terbuka.

Dari Pilihan Politik ke Tanggung Jawab

Bobby tidak hanya meminta kader menjaga nama besar Gerindra. Ia juga meminta mereka mengawal program Presiden Prabowo di daerah.

Ia bahkan mendorong konsolidasi kepala daerah yang mendapat dukungan Gerindra di Sumatera Utara.

Menurut Bobby, konsolidasi itu perlu berjalan rutin. Tujuannya agar program pemerintah pusat bisa sampai kepada masyarakat.

“Kami dan kita semua, titip untuk jaga bukan hanya nama baik partai tetapi juga program-program Pak Presiden,” kata Bobby.

Pesan tersebut memperlihatkan posisi ganda Bobby.

Di satu sisi, ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Di sisi lain, ia membawa identitas sebagai kader Gerindra.

Pertemuan dua posisi itu membuat langkah Bobby menarik perhatian publik.

Sebab, partai bukan hanya soal tempat seseorang berdiri. Partai juga membawa agenda, jaringan, dan tanggung jawab politik.

“Cukup Sekali” Kini Menjadi Janji Politik

Bobby sudah memilih Gerindra.

Ia juga sudah mengatakan tidak ingin pindah partai lagi.

Namun, politik selalu bergerak. Situasi bisa berubah, kepentingan bisa bergeser, dan pilihan politik bisa menghadapi ujian baru.

Karena itu, kalimat “cukup sekali pindah partai” bukan sekadar pernyataan di atas podium.

Kalimat itu kini menjadi komitmen politik Bobby yang publik bisa lihat dan uji melalui langkah berikutnya.

Ini bukan sekadar soal pindah partai. Ini soal bagaimana seorang politisi membangun rumah politik baru, lalu membuktikan bahwa ia benar-benar ingin tinggal di sana. @eko

Tags: Bobby NasutionGerindrapdippolitik

Kamu Melewatkan Ini

Bobby Nasution Mantap di Gerindra, Tak Mau Pindah Lagi

Bobby Nasution Mantap di Gerindra, Tak Mau Pindah Lagi

by eko
Oktober 5, 2026

Bobby Nasution mantap di Gerindra dan tak mau pindah lagi. Ia menyebut cukup sekali berpindah partai dalam perjalanan politiknya. Tabooo.id:...

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

Restorative Justice untuk Narkoba, Tapi Bagaimana dengan Mandat Rakyat?

by teguh
September 30, 2026

Tiga anggota DPRD disebut ikut diamankan dalam kasus narkoba di Surabaya. Polisi memilih Restorative Justice setelah hasil pemeriksaan menunjukkan barang...

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

Kasus Narkoba di Surabaya: Delapan Diamankan, Tiga Disebut Anggota DPRD

by teguh
September 30, 2026

Kasus narkoba di surabaya terjadi lagi Delapan orang masuk dalam penanganan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya setelah polisi menggerebek sebuah hotel pada...

Next Post
Kaya di Bawah Tanah, Miskin di Atasnya: Tangis Bupati Siak Membuka Borok Ketimpangan

Kaya di Bawah Tanah, Miskin di Atasnya: Tangis Bupati Siak Membuka Borok Ketimpangan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id