Bobby Nasution menegaskan tetap di Gerindra dan tak ingin pindah partai lagi. Ia menyebut Gerindra sebagai jalan politiknya.
Tabooo.id – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan tetap bersama Partai Gerindra. Bobby menyebut cukup sekali dirinya pindah partai setelah keluar dari PDIP.
Dalam politik, pindah partai bukan cerita baru. Namun, Bobby Nasution kini memilih mengatakan sebaliknya: cukup sekali.
Gubernur Sumatera Utara itu menegaskan tidak ingin kembali berpindah partai setelah bergabung dengan Partai Gerindra. Ia menyampaikan sikap tersebut di hadapan ratusan kader Gerindra Sumut.
Bobby hadir dalam Pendidikan dan Pelatihan Laskar Partai Gerindra Sumut di Sibolangit, Deli Serdang, Sabtu (3/10/2026).
Di atas podium, Bobby justru membuka pembicaraan dengan posisi yang menarik. Ia merasa lebih pantas berdiri bersama peserta diklat.
“Sejujurnya, seharusnya saya bersama-sama berada bersama kalian, di barisan kalian. Karena saya juga baru masuk Partai Gerindra,” ujar Bobby.
Kalimat itu menunjukkan satu hal. Bobby masih melihat dirinya sebagai kader baru di partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Dari PDIP, Lalu Menemukan Gerindra
Perjalanan politik Bobby sebelumnya tidak berjalan lurus.
Ia pernah menjadi kader PDIP. Bobby juga memenangkan Pilkada Medan melalui partai tersebut.
Namun, hubungan itu berakhir setelah muncul perbedaan sikap politik menjelang Pilpres 2024. Bobby memilih mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
PDIP kemudian memberhentikan Bobby dari keanggotaan partai.
Bobby mengingat kembali fase tersebut saat berbicara di depan kader Gerindra.
“Sebelumnya saya pernah di sebuah partai lain. Beberapa tahun saya di partai sebelumnya, saya dipecat, diberhentikan,” katanya.
Di sinilah narasi Bobby mulai bergeser.
Ia tidak hanya berbicara tentang perpindahan partai. Ia berbicara tentang tempat yang menurutnya memberi rasa diterima.
Menurut Bobby, kader Gerindra membuka ruang untuk dirinya ketika ia meninggalkan partai sebelumnya.
“Namun yang membuat saya tenang, saat itu saya melihat kader dan Partai Gerindra membuka tangan selebarnya buat saya,” ujarnya.
Lalu Bobby memberikan penegasan yang menjadi inti pidatonya.
“Ini adalah jalan saya, yang menurut saya cukup sekali pindah partai. Biarlah saya di Partai Gerindra.”
Politik Bukan Cuma Soal Jaket Partai
Pindah partai sering terlihat sederhana dari luar. Seorang politisi melepas simbol lama, lalu mengenakan simbol baru.
Namun, bagi Bobby, perpindahan itu punya cerita yang lebih panjang.
Ada pengalaman bersama partai lama, ada perbedaan pilihan politik dan ada pemberhentian. Lalu ada penerimaan dari partai baru.
Karena itu, pernyataan Bobby tentang “cukup sekali pindah” punya konteks personal.
Ia sedang menjelaskan alasan memilih bertahan.
Bobby juga menyebut Gerindra sebagai rumah yang tepat untuk mencapai cita-cita bangsa. Ia mengajak kader memperbesar Gerindra, terutama di Sumatera Utara.
Namun, satu hal perlu dicatat. Pernyataan politik tetap harus berhadapan dengan perjalanan waktu.
Komitmen tidak berhenti pada pidato. Publik akan melihatnya melalui konsistensi langkah politik berikutnya.
Ada Nama PSI di Belakang Cerita Ini
Sebelum masuk Gerindra, nama Bobby sempat muncul dalam isu kedekatan dengan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.
Isu itu muncul setelah Bobby tidak lagi menjadi kader PDIP. Pada masa tersebut, PSI juga beberapa kali dikaitkan dengan Bobby.
Bobby bahkan pernah melontarkan candaan soal pendekatan PSI.
“PSI selalu merayu di mana-mana ini,” ujar Bobby pada akhir 2023.
PSI kemudian mendukung Bobby dalam Pilgub Sumut 2024. Saat itu, Kaesang Pangarep menyerahkan rekomendasi dukungan PSI kepada Bobby.
Kaesang sendiri merupakan adik ipar Bobby.
Namun, Bobby akhirnya memilih Gerindra sebagai rumah politiknya.
Di titik ini, pilihan Bobby menarik untuk dibaca lebih jauh.
Politik keluarga, hubungan personal, dan kepentingan partai memang bisa bertemu dalam satu ruang. Tetapi pilihan akhir tetap berada pada aktor politik masing-masing.
Bobby kini sudah menyatakan pilihannya secara terbuka.
Dari Pilihan Politik ke Tanggung Jawab
Bobby tidak hanya meminta kader menjaga nama besar Gerindra. Ia juga meminta mereka mengawal program Presiden Prabowo di daerah.
Ia bahkan mendorong konsolidasi kepala daerah yang mendapat dukungan Gerindra di Sumatera Utara.
Menurut Bobby, konsolidasi itu perlu berjalan rutin. Tujuannya agar program pemerintah pusat bisa sampai kepada masyarakat.
“Kami dan kita semua, titip untuk jaga bukan hanya nama baik partai tetapi juga program-program Pak Presiden,” kata Bobby.
Pesan tersebut memperlihatkan posisi ganda Bobby.
Di satu sisi, ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Di sisi lain, ia membawa identitas sebagai kader Gerindra.
Pertemuan dua posisi itu membuat langkah Bobby menarik perhatian publik.
Sebab, partai bukan hanya soal tempat seseorang berdiri. Partai juga membawa agenda, jaringan, dan tanggung jawab politik.
“Cukup Sekali” Kini Menjadi Janji Politik
Bobby sudah memilih Gerindra.
Ia juga sudah mengatakan tidak ingin pindah partai lagi.
Namun, politik selalu bergerak. Situasi bisa berubah, kepentingan bisa bergeser, dan pilihan politik bisa menghadapi ujian baru.
Karena itu, kalimat “cukup sekali pindah partai” bukan sekadar pernyataan di atas podium.
Kalimat itu kini menjadi komitmen politik Bobby yang publik bisa lihat dan uji melalui langkah berikutnya.
Ini bukan sekadar soal pindah partai. Ini soal bagaimana seorang politisi membangun rumah politik baru, lalu membuktikan bahwa ia benar-benar ingin tinggal di sana. @eko








