Kamis, September 17, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bisnis Gelap Elpiji Rp1 Miliar: Ketika Subsidi Berubah Jadi Ladang Uang

by dimas
April 17, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Gas subsidi seharusnya menjaga dapur rakyat tetap menyala. Namun, praktik gelap justru menggerus hak itu secara diam-diam. Pertanyaannya, ini murni ulah pelaku atau celah yang terus dibiarkan?

Polisi Bongkar Jaringan Pengoplosan Elpiji

Polda Metro Jaya membongkar praktik ilegal pemindahan gas dari tabung elpiji subsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi. Polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Victor Dean Mackbon, menyebut timnya melakukan pengintaian selama satu tahun. Upaya itu akhirnya mengungkap jaringan yang beroperasi secara terstruktur.

“Pelaku memindahkan gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg dan 50 kg,” ujar Victor.

Enam Titik Jadi Lokasi Operasi

Polisi menemukan praktik ini di enam lokasi berbeda. Dua titik berada di Jakarta Timur, satu di Jakarta Barat, serta masing-masing satu lokasi di Kota Bekasi, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

Pelaku menjalankan aktivitasnya di ruko dan toko untuk menyamarkan operasi. Mereka memilih lokasi yang tampak biasa agar tidak menarik perhatian.

Dari aktivitas ini, pelaku mengantongi keuntungan hingga Rp1 miliar per bulan.

Modus: Subsidi Dialihkan Jadi Bisnis

Pelaku mengumpulkan tabung subsidi 3 kg, lalu memindahkan isinya ke tabung nonsubsidi. Mereka kemudian menjual gas tersebut dengan harga lebih tinggi.

Negara mengalokasikan subsidi untuk masyarakat kecil. Namun, pelaku justru mengalihkan manfaat itu menjadi keuntungan pribadi.

Ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini perampasan hak publik.

Ini Bukan Kasus Tunggal, Ini Pola

Kasus ini menunjukkan pola yang terus berulang. Praktik serupa muncul di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Artinya, masalah tidak berhenti pada pelaku. Sistem distribusi masih menyisakan celah yang terus dimanfaatkan.

Kalimat yang perlu digarisbawahi yang bocor bukan hanya gas, tapi juga pengawasan.

Dampaknya Buat Masyarakat

Ini dampaknya buat kamu:

Harga elpiji bisa naik tidak terkendali
Distribusi jadi tidak merata
Warga kecil berisiko kesulitan mendapatkan gas

Ketika subsidi meleset dari sasaran, masyarakat langsung merasakan dampaknya.

Celah Pengawasan Masih Terbuka

Kasus ini memperlihatkan lemahnya pengawasan distribusi energi. Rantai distribusi yang panjang memberi ruang bagi praktik manipulasi.

Pelaku tidak mungkin menjalankan operasi ini tanpa celah yang konsisten. Karena itu, aparat perlu memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir.

Pertanyaan pentingnya siapa yang memastikan distribusi ini tetap bersih?

Penutup

Kasus ini memang sudah terungkap. Namun, akar masalahnya belum sepenuhnya tersentuh.

Jika pola ini terus muncul, kita perlu melihat lebih jauh. Ini bukan sekadar kejahatan individu, tapi sinyal bahwa sistem masih perlu dibenahi. @dimas

Tags: EnergiHukum IndonesiaPolda Metro Jaya

Kamu Melewatkan Ini

Kerusuhan Pejompongan Dibayar, Siapa yang Menggerakkan?

Kerusuhan Pejompongan Dibayar, Siapa yang Menggerakkan?

by dimas
September 15, 2026

Kerusuhan Pejompongan diduga melibatkan massa bayaran. Polisi mengungkap rantai uang dan mencari siapa yang menggerakkan massa. Tabooo.id - Kerusuhan tidak...

Tiga Pengeroyok Bambang Ditangkap, Benarkah Bukan Anggota Ormas?

Tiga Pengeroyok Bambang Ditangkap, Benarkah Bukan Anggota Ormas?

by dimas
September 12, 2026

Tiga pengeroyok Bambang Setiawan ditangkap polisi. Polda Metro Jaya menyatakan ketiganya tak terafiliasi ormas, tetapi benarkah demikian? Tabooo.id - Ada...

Kemhan Klarifikasi: 121 Pelajar Bela Negara, Bukan Komcad, Bukan Hukuman Demo, Lalu?

Kemhan Klarifikasi: 121 Pelajar Bela Negara, Bukan Komcad, Bukan Hukuman Demo, Lalu?

by teguh
September 11, 2026

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Klarifikasi dan menegaskan program pembinaan Bela Negara bagi 121 pelajar bukan hukuman atas aksi demonstrasi 27/08/2026. Tabooo.id:...

Next Post
Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

Selat Hormuz Dibuka, Asalkan AS Mau Menyerah di Meja Negosiasi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id