Tabooo.id: Nasional – Gas subsidi seharusnya menjaga dapur rakyat tetap menyala. Namun, praktik gelap justru menggerus hak itu secara diam-diam. Pertanyaannya, ini murni ulah pelaku atau celah yang terus dibiarkan?
Polisi Bongkar Jaringan Pengoplosan Elpiji
Polda Metro Jaya membongkar praktik ilegal pemindahan gas dari tabung elpiji subsidi 3 kilogram ke tabung nonsubsidi. Polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus ini.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Victor Dean Mackbon, menyebut timnya melakukan pengintaian selama satu tahun. Upaya itu akhirnya mengungkap jaringan yang beroperasi secara terstruktur.
“Pelaku memindahkan gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg dan 50 kg,” ujar Victor.
Enam Titik Jadi Lokasi Operasi
Polisi menemukan praktik ini di enam lokasi berbeda. Dua titik berada di Jakarta Timur, satu di Jakarta Barat, serta masing-masing satu lokasi di Kota Bekasi, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.
Pelaku menjalankan aktivitasnya di ruko dan toko untuk menyamarkan operasi. Mereka memilih lokasi yang tampak biasa agar tidak menarik perhatian.
Dari aktivitas ini, pelaku mengantongi keuntungan hingga Rp1 miliar per bulan.
Modus: Subsidi Dialihkan Jadi Bisnis
Pelaku mengumpulkan tabung subsidi 3 kg, lalu memindahkan isinya ke tabung nonsubsidi. Mereka kemudian menjual gas tersebut dengan harga lebih tinggi.
Negara mengalokasikan subsidi untuk masyarakat kecil. Namun, pelaku justru mengalihkan manfaat itu menjadi keuntungan pribadi.
Ini bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini perampasan hak publik.
Ini Bukan Kasus Tunggal, Ini Pola
Kasus ini menunjukkan pola yang terus berulang. Praktik serupa muncul di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Artinya, masalah tidak berhenti pada pelaku. Sistem distribusi masih menyisakan celah yang terus dimanfaatkan.
Kalimat yang perlu digarisbawahi yang bocor bukan hanya gas, tapi juga pengawasan.
Dampaknya Buat Masyarakat
Ini dampaknya buat kamu:
Harga elpiji bisa naik tidak terkendali
Distribusi jadi tidak merata
Warga kecil berisiko kesulitan mendapatkan gas
Ketika subsidi meleset dari sasaran, masyarakat langsung merasakan dampaknya.
Celah Pengawasan Masih Terbuka
Kasus ini memperlihatkan lemahnya pengawasan distribusi energi. Rantai distribusi yang panjang memberi ruang bagi praktik manipulasi.
Pelaku tidak mungkin menjalankan operasi ini tanpa celah yang konsisten. Karena itu, aparat perlu memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir.
Pertanyaan pentingnya siapa yang memastikan distribusi ini tetap bersih?
Penutup
Kasus ini memang sudah terungkap. Namun, akar masalahnya belum sepenuhnya tersentuh.
Jika pola ini terus muncul, kita perlu melihat lebih jauh. Ini bukan sekadar kejahatan individu, tapi sinyal bahwa sistem masih perlu dibenahi. @dimas





