Minggu, Juni 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BI: Ekonomi Dunia Melemah ke 3,1 Persen, Emerging Markets Tertekan

by dimas
Maret 18, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Tekanan global kian nyata. Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen. Revisi ini muncul di tengah ketidakpastian yang meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perlambatan ekonomi global tetap terjadi meski Amerika Serikat sempat menurunkan tarif resiprokal. Menurutnya, eskalasi konflik di Iran justru memberi tekanan baru melalui lonjakan harga minyak dan gangguan rantai pasok perdagangan internasional.

“Perang Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI, Selasa (17/3/2026).

Geopolitik Memanas, Pasar Keuangan Global Ikut Terguncang

Konflik tidak hanya menghantam sektor riil, tetapi juga mengguncang pasar keuangan global. Dolar AS menguat, imbal hasil US Treasury naik, dan arus modal mulai keluar dari negara berkembang.

Kondisi ini memperlihatkan satu pola lama saat ketidakpastian meningkat, investor global beralih ke aset aman. Akibatnya, negara-negara emerging markets menghadapi tekanan ganda nilai tukar melemah dan aliran dana asing menyusut.

Ini Belum Selesai

MBG Libur Sekolah, Anak Tenang, Pengusaha Kepanasan

Perdebatan Berakhir di Sidang? Jokowi Siap Buktikan Ijazah Asli

Perry menilai situasi ini membuat pengelolaan ekonomi di negara berkembang semakin menantang. Tekanan eksternal tidak lagi sekadar fluktuasi, tetapi berubah menjadi risiko sistemik yang lebih luas.

Inflasi Global Naik, Ruang Pelonggaran Moneter Menyempit

Di saat yang sama, tekanan inflasi global ikut meningkat. BI mencatat inflasi dunia naik dari 3,8 persen menjadi 4,1 persen. Kenaikan ini menutup ruang bagi bank sentral global untuk menurunkan suku bunga.

Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate pun makin tertunda. Kenaikan yield US Treasury, yang juga dipicu pelebaran defisit fiskal AS akibat pembiayaan perang, memperparah tekanan tersebut.

Aliran modal global pun bergeser. Investor lebih memilih parkir dana di pasar keuangan AS yang dianggap lebih aman, sementara negara berkembang harus menanggung volatilitas yang lebih tinggi.

Indonesia Bertahan, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

Di tengah tekanan global, BI tetap menjaga optimisme terhadap ekonomi domestik. Bank sentral mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

Pemerintah dan otoritas moneter kini bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan. Berbagai program stimulus terus digulirkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja.

BI juga memperkuat bauran kebijakan, mulai dari moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran. Sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas tanpa mengorbankan pertumbuhan.

“BI akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Perry.

Siapa yang Paling Terdampak?

Tekanan global ini paling terasa bagi negara berkembang, pelaku usaha yang bergantung pada impor, serta masyarakat kelas menengah yang sensitif terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar.

Kenaikan harga energi dan potensi inflasi impor bisa merambat langsung ke harga kebutuhan pokok. Di sisi lain, dunia usaha menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi dan ketidakpastian pasar yang semakin besar.

Revisi kecil dari 3,2 ke 3,1 persen mungkin terlihat sepele di atas kertas. Namun di balik angka itu, ada realitas yang lebih besar ekonomi global sedang goyah, dan negara seperti Indonesia harus terus berjalan di atas garis tipis antara menjaga stabilitas dan mempertahankan pertumbuhan. @dimas

Tags: ASBank IndonesiaBIDolarEkonomi IndonesiaGeopolitikGlobalInflasiInvestasiKeuanganKrisis GlobalNasionalPasarperangSuku BungaTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

by Anisa
Juni 14, 2026

Kaya di Atas Peta, tetapi tidak selalu terasa di kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki tanah yang subur, sumber daya alam yang...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
KPK Tahan Eks Stafsus Menag, Skema Fee Kuota Haji Terbongkar

KPK Tahan Eks Stafsus Menag, Skema Fee Kuota Haji Terbongkar

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id