Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BI: Ekonomi Dunia Melemah ke 3,1 Persen, Emerging Markets Tertekan

by dimas
Maret 18, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Tekanan global kian nyata. Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen. Revisi ini muncul di tengah ketidakpastian yang meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perlambatan ekonomi global tetap terjadi meski Amerika Serikat sempat menurunkan tarif resiprokal. Menurutnya, eskalasi konflik di Iran justru memberi tekanan baru melalui lonjakan harga minyak dan gangguan rantai pasok perdagangan internasional.

“Perang Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI, Selasa (17/3/2026).

Geopolitik Memanas, Pasar Keuangan Global Ikut Terguncang

Konflik tidak hanya menghantam sektor riil, tetapi juga mengguncang pasar keuangan global. Dolar AS menguat, imbal hasil US Treasury naik, dan arus modal mulai keluar dari negara berkembang.

Kondisi ini memperlihatkan satu pola lama saat ketidakpastian meningkat, investor global beralih ke aset aman. Akibatnya, negara-negara emerging markets menghadapi tekanan ganda nilai tukar melemah dan aliran dana asing menyusut.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Perry menilai situasi ini membuat pengelolaan ekonomi di negara berkembang semakin menantang. Tekanan eksternal tidak lagi sekadar fluktuasi, tetapi berubah menjadi risiko sistemik yang lebih luas.

Inflasi Global Naik, Ruang Pelonggaran Moneter Menyempit

Di saat yang sama, tekanan inflasi global ikut meningkat. BI mencatat inflasi dunia naik dari 3,8 persen menjadi 4,1 persen. Kenaikan ini menutup ruang bagi bank sentral global untuk menurunkan suku bunga.

Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate pun makin tertunda. Kenaikan yield US Treasury, yang juga dipicu pelebaran defisit fiskal AS akibat pembiayaan perang, memperparah tekanan tersebut.

Aliran modal global pun bergeser. Investor lebih memilih parkir dana di pasar keuangan AS yang dianggap lebih aman, sementara negara berkembang harus menanggung volatilitas yang lebih tinggi.

Indonesia Bertahan, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

Di tengah tekanan global, BI tetap menjaga optimisme terhadap ekonomi domestik. Bank sentral mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

Pemerintah dan otoritas moneter kini bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan. Berbagai program stimulus terus digulirkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja.

BI juga memperkuat bauran kebijakan, mulai dari moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran. Sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas tanpa mengorbankan pertumbuhan.

“BI akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Perry.

Siapa yang Paling Terdampak?

Tekanan global ini paling terasa bagi negara berkembang, pelaku usaha yang bergantung pada impor, serta masyarakat kelas menengah yang sensitif terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar.

Kenaikan harga energi dan potensi inflasi impor bisa merambat langsung ke harga kebutuhan pokok. Di sisi lain, dunia usaha menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi dan ketidakpastian pasar yang semakin besar.

Revisi kecil dari 3,2 ke 3,1 persen mungkin terlihat sepele di atas kertas. Namun di balik angka itu, ada realitas yang lebih besar ekonomi global sedang goyah, dan negara seperti Indonesia harus terus berjalan di atas garis tipis antara menjaga stabilitas dan mempertahankan pertumbuhan. @dimas

Tags: ASBank IndonesiaBIDolarEkonomi IndonesiaGeopolitikGlobalInflasiInvestasiKeuanganKrisis GlobalNasionalPasarperangSuku BungaTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

by teguh
Oktober 17, 2026

Ada satu pertanyaan yang perlu pemerintah jawab sebelum memperluas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siapa yang menjamin keamanan gaji ASN...

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

Prabowo Berubah, atau Sistem yang Mengubahnya?

by Naysa
Oktober 8, 2026

Ada ironi dalam perjalanan Prabowo Subianto: orang yang dulu berdiri di luar pagar kekuasaan kini memegang kunci gerbangnya. Kritik terhadap...

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Next Post
KPK Tahan Eks Stafsus Menag, Skema Fee Kuota Haji Terbongkar

KPK Tahan Eks Stafsus Menag, Skema Fee Kuota Haji Terbongkar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id