Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

BI: Ekonomi Dunia Melemah ke 3,1 Persen, Emerging Markets Tertekan

by dimas
Maret 18, 2026
in Bisnis, News
A A
Home News Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Tekanan global kian nyata. Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen. Revisi ini muncul di tengah ketidakpastian yang meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perlambatan ekonomi global tetap terjadi meski Amerika Serikat sempat menurunkan tarif resiprokal. Menurutnya, eskalasi konflik di Iran justru memberi tekanan baru melalui lonjakan harga minyak dan gangguan rantai pasok perdagangan internasional.

“Perang Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI, Selasa (17/3/2026).

Geopolitik Memanas, Pasar Keuangan Global Ikut Terguncang

Konflik tidak hanya menghantam sektor riil, tetapi juga mengguncang pasar keuangan global. Dolar AS menguat, imbal hasil US Treasury naik, dan arus modal mulai keluar dari negara berkembang.

Kondisi ini memperlihatkan satu pola lama saat ketidakpastian meningkat, investor global beralih ke aset aman. Akibatnya, negara-negara emerging markets menghadapi tekanan ganda nilai tukar melemah dan aliran dana asing menyusut.

Ini Belum Selesai

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Perry menilai situasi ini membuat pengelolaan ekonomi di negara berkembang semakin menantang. Tekanan eksternal tidak lagi sekadar fluktuasi, tetapi berubah menjadi risiko sistemik yang lebih luas.

Inflasi Global Naik, Ruang Pelonggaran Moneter Menyempit

Di saat yang sama, tekanan inflasi global ikut meningkat. BI mencatat inflasi dunia naik dari 3,8 persen menjadi 4,1 persen. Kenaikan ini menutup ruang bagi bank sentral global untuk menurunkan suku bunga.

Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate pun makin tertunda. Kenaikan yield US Treasury, yang juga dipicu pelebaran defisit fiskal AS akibat pembiayaan perang, memperparah tekanan tersebut.

Aliran modal global pun bergeser. Investor lebih memilih parkir dana di pasar keuangan AS yang dianggap lebih aman, sementara negara berkembang harus menanggung volatilitas yang lebih tinggi.

Indonesia Bertahan, Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang

Di tengah tekanan global, BI tetap menjaga optimisme terhadap ekonomi domestik. Bank sentral mempertahankan proyeksi pertumbuhan Indonesia di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

Pemerintah dan otoritas moneter kini bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan investasi sebagai mesin utama pertumbuhan. Berbagai program stimulus terus digulirkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja.

BI juga memperkuat bauran kebijakan, mulai dari moneter, makroprudensial, hingga sistem pembayaran. Sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas tanpa mengorbankan pertumbuhan.

“BI akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Perry.

Siapa yang Paling Terdampak?

Tekanan global ini paling terasa bagi negara berkembang, pelaku usaha yang bergantung pada impor, serta masyarakat kelas menengah yang sensitif terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar.

Kenaikan harga energi dan potensi inflasi impor bisa merambat langsung ke harga kebutuhan pokok. Di sisi lain, dunia usaha menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi dan ketidakpastian pasar yang semakin besar.

Revisi kecil dari 3,2 ke 3,1 persen mungkin terlihat sepele di atas kertas. Namun di balik angka itu, ada realitas yang lebih besar ekonomi global sedang goyah, dan negara seperti Indonesia harus terus berjalan di atas garis tipis antara menjaga stabilitas dan mempertahankan pertumbuhan. @dimas

Tags: ASBank IndonesiaBIDolarEkonomiGeopolitikGlobalIndonesiaInflasiInvestasiKeuanganKrisisPasarperangSuku BungaTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Celurit Ke Layar Global: Identitas, Estetika, dan Siapa yang Sebenarnya Bercerita?

Celurit Ke Layar Global: Identitas, Estetika, dan Siapa yang Sebenarnya Bercerita?

by teguh
Mei 5, 2026

Seorang aktor Indonesia berdiri tegap di sebuah frame, menggenggam celurit dengan tenang. Namun, ia tidak berada di ladang Madura. Bukan...

Ketika Celurit Naik Kelas: Dari Ladang Madura ke Layar Hollywood

Ketika Celurit Naik Kelas: Dari Ladang Madura ke Layar Hollywood

by teguh
Mei 5, 2026

Awalnya terlihat biasa. Namun, saat kamu perhatikan lebih lama, frame itu terasa janggal. Joe Taslim berdiri rapi, tenang, dan percaya...

Mortal Kombat 2: Noob Saibot Bawa Celurit ke Panggung Dunia

Mortal Kombat 2: Noob Saibot Bawa Celurit ke Panggung Dunia

by teguh
Mei 5, 2026

Film Mortal Kombat 2 kembali memanaskan layar lebar global. Tapi kali ini, bukan cuma soal pertarungan brutal antar dimensi. Ada...

Next Post
KPK Tahan Eks Stafsus Menag, Skema Fee Kuota Haji Terbongkar

KPK Tahan Eks Stafsus Menag, Skema Fee Kuota Haji Terbongkar

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id