Jumat, April 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bensin dari Sawit: Inovasi ITS Bikin BBM Lebih Hemat, Tapi Siap Dipakai?

April 8, 2026
in Lifestyle, Teknologi
A A
Bensin dari Sawit: Inovasi ITS Bikin BBM Lebih Hemat, Tapi Siap Dipakai?

Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITS sekaligus ketua tim penelitian, Hosta Ardhyananta, menyebut bahwa melalui pemanfaatan energi alternatif Benwit diperkirakan dapat menghemat sekitar 10 persen dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) Nasional. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Bayangin kamu isi bensin, lalu bahan bakarnya berasal dari kelapa sawit aneh atau justru masa depan? Di tengah krisis energi global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong kemungkinan baru lewat inovasi bensin berbasis sawit yang berpotensi menekan konsumsi BBM nasional.

Namanya Benwit (Bensin Biogasolin Sawit) dan ini bukan sekadar eksperimen lab.

Dari Sawit ke Tangki: Seberapa Efisien?

Ketua tim riset ITS, Hosta Ardhyananta, menegaskan potensi besar dari inovasi ini. Ia memperkirakan Benwit mampu menghemat sekitar 10 persen konsumsi BBM nasional.

“Secara umum di dunia itu biogasolin itu sampai hari ini masih lima persen di dunia. Sehingga, kalau kita bisa mencapai 10 persen itu sudah hasil yang luar biasa cukup besar,” ujar Hosta dalam demonstrasi di GRIT ITS, Selasa (07/04/2026).

Tim peneliti ITS juga menunjukkan efisiensi produksi yang cukup tinggi. Dalam satu kali proses, mereka menghasilkan sekitar 50–55 persen bensin dari bahan baku sawit. Dari 10 kilogram kelapa sawit, proses ini bisa menghasilkan sekitar 5 liter bensin.

Hosta menekankan bahwa proses ini hampir tidak menyisakan limbah.

BacaJuga

Everest: Surga Pendaki yang Diam-Diam Menyimpan Skema Gelap

ChatGPT: Jadi Teman Kelas Anak Muda, Indonesia Paling Banyak

“Selama ini tidak ada residu. Residu yang ada itu sebagian kami gunakan untuk kompor bakar. Jadi semua prosesnya menghasilkan dan bisa digunakan,” jelasnya.

Artinya, tim tidak hanya fokus pada energi alternatif, tapi juga mengoptimalkan seluruh proses produksi.

Masalahnya: Mesin Kita Belum Sepenuhnya Siap

Meski menjanjikan, teknologi kendaraan saat ini belum sepenuhnya mendukung penggunaan Benwit secara penuh. Karena itu, tim ITS memilih pendekatan blending, yaitu mencampur Benwit dengan bensin konvensional.

“Kami lebih memilih ke blending karena tidak perlu banyak modifikasi mesin yang dilakukan sudah bisa menggunakan mesin-mesin yang ada,” kata Hosta.

Sejauh ini, tim belum menemukan masalah pada performa mesin dalam pengujian jangka pendek.

“Kalau untuk efek di mesin masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Saat ini kami baru menggunakan skop pendek belum ada masalah, masih normal untuk bisa digunakan,” tambahnya.

Lebih Ramah Emisi, Tapi Masih Butuh Pembuktian

Tim riset ITS juga mencatat penurunan emisi yang cukup signifikan. Satu liter Benwit menghasilkan emisi sekitar 10 persen dibandingkan bensin konvensional yang mencapai 90 persen.

Temuan ini terlihat menjanjikan, tapi tim masih perlu menguji performa dan dampaknya dalam skala lebih luas.

Momentum Krisis, atau Sekadar Alternatif?

Rektor ITS, Bambang Pramujati, melihat inovasi ini sebagai peluang strategis di tengah krisis energi global.

“Kami melihat ini momen yang tepat karena adanya krisis energi yang saat ini di seluruh dunia. Jadi ini momentum yang kita bisa sampaikan yang semoga saja bisa membantu dalam menyelesaikan krisis energi,” pungkasnya.

Ia menilai Benwit bisa mendorong kemandirian energi nasional, bukan sekadar jadi alternatif sementara.

Jadi, Ini Masa Depan atau Masih Tahap Awal?

Benwit mengingatkan satu hal penting Indonesia punya sumber daya besar, tapi butuh keberanian untuk mengolahnya jadi solusi nyata.

Sekarang pertanyaannya bukan lagi “bisa atau tidak”, tapi “kapan kita benar-benar berani beralih?”

Karena kalau sawit saja bisa masuk tangki kendaraan, mungkin yang perlu kita ubah bukan cuma bahan bakar tapi juga cara kita memandang masa depan energi. @teguh

Tags: AlternatifBBMBensinBenwitBiogasolinBlendingDosenEmisiGRIT ITSHematinovasiITSKonvensionalMomentumNasionalSawitSolusi

REKOMENDASI TABOOO

Saat Budaya Bertemu Jalanan: Lebaran Betawi Ubah Arah Ibu Kota

Saat Budaya Bertemu Jalanan: Lebaran Betawi Ubah Arah Ibu Kota

by teguh
April 10, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pemprov DKI putar arah lalu lintas di Lapangan Banteng. Festival jalan, mobilitas harus tetap aman Setiap festival...

Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

by teguh
April 9, 2026

Tabooo.id: Sports - Timnas Futsal Indonesia kembali membuktikan satu hal mereka bukan cuma tim yang bisa menang, tapi tim yang...

Mobil “Merah Putih”, Tapi Bukan Buatan Sendiri

Mobil “Merah Putih”, Tapi Bukan Buatan Sendiri

by dimas
April 8, 2026

Tabooo.id: Talk - Katanya mau mandiri. Namun, kenapa kendaraan operasional justru impor? Saat ini, 1.200 mobil pikap dan truk sudah...

Next Post
Minum Oli Demi Konten? MUI Sulsel: Haram dan Berbahaya

Minum Oli Demi Konten? MUI Sulsel: Haram dan Berbahaya

Recommended

Turis Terlantar di Labuan Bajo: Alarm Keras untuk Industri Travel Lokal

Turis Terlantar di Labuan Bajo: Alarm Keras untuk Industri Travel Lokal

April 7, 2026
Damai Versi Timur Tengah: Teken Dulu, Serang Lagi Besok

Damai Versi Timur Tengah: Teken Dulu, Serang Lagi Besok

April 9, 2026

Popular

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

April 9, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Kenapa Damai di Timur Tengah Selalu Rapuh?

April 9, 2026

Madilog: Kenapa Logika Jadi Hal Paling Ditakuti?

April 9, 2026

Benarkah Gencatan Iran-Israel Sudah Gagal Total? Ini Faktanya

April 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.