Benang layangan diduga memicu korsleting dan ledakan trafo hingga membakar pabrik plastik di Mojosongo, Solo. Damkar mengerahkan lima armada.
Tabooo.id – Kebakaran melanda pabrik plastik di Jalan Tentara Genie, Krajan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (9/8/2026) siang. Api muncul setelah benang layangan diduga menarik kabel hingga memicu percikan di sekitar trafo. Percikan itu kemudian menyambar tumpukan biji plastik.
Damkar Kota Surakarta menerima laporan pada pukul 12.44 WIB. Tim langsung bergerak satu menit kemudian. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.48 WIB.
Benang Layangan Tarik Kabel
Haryono, petugas keamanan pabrik, melihat langsung awal kejadian. Ia mengatakan benang layangan tersangkut di sekitar kabel.
Saat seseorang menarik benang tersebut, kabel ikut tertarik. Kondisi itu membuat kabel saling bersinggungan.
“Ada benang layangan tadi ditarik, tarik kabel dan kabel saling bersinggungan akhirnya menimbulkan dan menyebabkan percikan api,” kata Haryono.
Percikan kemudian mengenai trafo. Trafo lantas meledak dan api menyambar bagian atap pabrik.
Api juga menjalar ke area penyimpanan biji plastik. Material tersebut mudah terbakar sehingga kobaran api cepat membesar.
Meski begitu, api tidak menghanguskan seluruh pabrik.
“Yang terbakar cuma sebagian saja, tidak sampai habis,” ujar Haryono.
Damkar Kerahkan Lima Armada
Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Solo menerima laporan dari warga dan relawan terjadi kobaran api pada pukul 12.44 WIB.
Damkar Kota Surakarta langsung mengirim personel dari Pleton C. Lima unit armada pemadam ikut menuju lokasi.
Petugas tiba empat menit setelah laporan masuk. Mereka langsung mengecek kondisi pabrik dan mencari titik api.
Tim kemudian melakukan size-up dan asesmen lapangan. Langkah itu membantu petugas menentukan strategi pemadaman.
Petugas juga menjaga area sekitar agar api tidak merembet ke bangunan lain.
Api Padam Setelah 1,5 Jam
Titik api berada di area tumpukan biji plastik. Petugas harus bekerja cepat karena material tersebut mudah terbakar.
Tim Damkar Solo menghabiskan sekitar 14.000 liter air selama proses pemadaman. Petugas membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk menguasai api hingga tahap pendinginan.
Setelah kobaran api padam, petugas kembali mengecek area pabrik. Mereka memastikan tidak ada titik panas yang dapat memicu api kembali.
Personel BPBD, Linmas, Polri, TNI, dan relawan setempat turut membantu proses penanganan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tidak ada pula laporan warga maupun pekerja yang mengalami luka.
Warga Diminta Hati-Hati Main Layangan
Dugaan benang layangan yang menarik kabel menjadi perhatian dalam kejadian ini. Warga perlu lebih waspada ketika bermain layang-layang, terutama di sekitar jaringan listrik.
Benang layangan dapat tersangkut pada kabel. Tarikan benang juga dapat mengganggu jaringan dan memicu risiko listrik.
Karena itu, warga sebaiknya memilih lokasi yang jauh dari kabel listrik, jalan raya, dan kawasan industri.
Kejadian di Mojosongo menunjukkan satu hal sederhana. Layang-layang memang menjadi permainan yang umum, tetapi lokasi bermain tetap perlu diperhatikan.
Jangan sampai permainan di udara justru memicu masalah di darat.@eko








