• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Kamis, Maret 26, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Beijing Bangun Markas Pulau Buatan Dekat Indonesia

Desember 8, 2025
in Global, News
A A
Beijing Bangun Markas Pulau Buatan Dekat Indonesia

Sebuah lapangan terbang, bangunan, dan struktur terlihat di pulau buatan yang dibangun oleh China di Mischief Reef, Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, Selasa (25/10/2022). (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter
Pulau Buatan Berubah Jadi Benteng Modern

Tabooo.id: News – Laut China Selatan kembali memanas. Analisis citra satelit terbaru menunjukkan Beijing terus mendorong ekspansi agresif di kawasan. Tiga pulau buatan terbesar di Kepulauan Spratly Fiery Cross Reef, Mischief Reef, dan Subi Reef menampilkan fasilitas baru yang langsung meningkatkan kemampuan intelijen, radar, pengawasan, hingga perang elektronik.

China tetap ngotot memakai dalih “hak historis” untuk menguasai sebagian besar wilayah. Padahal, Permanent Court of Arbitration sudah membantah dasar itu sejak 2016. Namun Beijing tidak pernah goyah. Mereka menyebut putusan tersebut “hanya kertas bekas” dan menolak semua klaim yang bersandar pada keputusan itu.

Fakta Satelit: Radar Baru, Emplasemen Senjata, dan Jaringan ISR

Di lapangan, Beijing mempercepat pembangunan militernya. The Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) mengungkap tiga peningkatan besar sepanjang 2023–2024.

  • Subi Reef memasang dua radome baru yang mengikuti desain instalasi sebelumnya. Struktur itu memberi cakupan pengintaian luas yang saling menutup celah di seluruh kawasan.
  • Mischief Reef menambah tiga set emplasemen yang mampu menampung artileri bergerak atau peluncur roket, memperkuat pertahanan titik tersebut.
  • Fiery Cross Reef terus memusatkan fungsi sebagai hub radar dan landasan udara jarak jauh.

Menurut AMTI, seluruh peningkatan ini memampukan China melacak aktivitas maritim dengan presisi tinggi dan menantang penggunaan spektrum elektromagnetik pihak lain bila konflik pecah.

Di laut, kapal perang dan penjaga pantai China terus menjaga ritme operasi tanpa jeda. Mereka menunjukkan bahwa kontrol kawasan bukan sekadar klaim melainkan praktik harian.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

AS dan Negara Sekitar Tidak Diam

Langkah Beijing langsung memancing reaksi Amerika Serikat dan sekutunya. AS menambah frekuensi operasi Freedom of Navigation dan memperkuat patroli bersama Filipina.
Vietnam juga memperluas reklamasi di fitur maritim yang mereka kuasai. China tentu tidak tinggal diam. Beijing kembali mengecam langkah Vietnam dan menyebut area tersebut sebagai wilayah yang “mereka duduki secara ilegal”.

Dinamika kawasan pun bergerak cepat, dan posisi China terus berada di depan.

Siapa Untung, Siapa Rugi?

Keuntungan terbesar:
Beijing memperkuat kontrol atas jalur pelayaran vital, meningkatkan kapasitas intelijen, dan memperluas ruang diplomasi dengan kekuatan sebagai penopang.

Pihak yang dirugikan:
Negara-negara ASEAN yang membutuhkan stabilitas, para nelayan yang bertahan hidup dari laut, serta hukum internasional yang semakin kalah bersuara di tengah ekspansi fisik.

Refleksi: Laut Tenang, Politik Tidak

Di permukaan, Laut China Selatan mungkin tampak damai. Namun sensor, radar, dan kapal perang terus berkomunikasi tanpa henti di bawahnya.
Situasi ini mengingatkan kita bahwa beton, baja, dan radar berkembang jauh lebih cepat daripada dialog diplomatik.

Pada akhirnya, ombak bukan satu-satunya hal yang menggulung kawasan ini tapi ambisi negara juga ikut bergerak, dan kecepatannya semakin sulit dibendung. @teguh

Tags: ASEANdiplomasiEkspansiFreedom of NavigationGeopolitikIntelijenPe rmanent Court of ArbitrationPulau BuatanRadarsatelitThe Asia Maritime Transparency Initiative
Next Post
Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi pada 24 Desember 2025

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi pada 24 Desember 2025

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Pakoe Boewono XIV: Raja Gen Z yang Menyelamatkan Ingatan Kraton

    Bersua Sang Raja: No Jeans, No Kaos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamen Jalanan: Korban Sistem atau Pilihan yang Dipelihara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Balik Kelancaran Mudik Lebaran, Nyawa Petugas Jadi Taruhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langkah di Bali Butuh Lebih dari Sekadar Mata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.