Tabooo.id: Regional – Asap tipis mengepul di halaman Kantor Bea dan Cukai Jayapura, Jumat (19/12/2025). Bukan dari cerobong pabrik, melainkan dari ribuan barang ilegal yang resmi dimusnahkan negara. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Jayapura menggelar pemusnahan massal Barang Milik Negara hasil penindakan sepanjang 2025.
Langkah ini bukan sekadar seremoni. Bea Cukai ingin menyampaikan pesan terang peredaran rokok dan minuman keras ilegal tidak akan mendapat ruang di Papua.
Ribuan Rokok dan Ratusan Liter Miras Berakhir di Tungku
Sepanjang tahun ini, Bea Cukai Jayapura menyita 24.660 batang rokok ilegal dari berbagai merek serta 324 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tanpa izin. Seluruh barang tersebut kini berakhir di tungku pemusnahan, bukan di rak-rak pasar gelap.
Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan puncak dari operasi pengawasan intensif yang mereka lakukan sepanjang 2025. Menurutnya, negara tidak boleh kalah oleh peredaran barang ilegal yang merugikan masyarakat dan menggerus penerimaan negara.
“Estimasi nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp 331 juta. Ini bukti konkret bahwa kami tidak memberi ruang bagi peredaran barang ilegal di Jayapura,” tegasFungki.
Ancaman yang Lebih Berbahaya dari Sekadar Cukai
Namun, cerita penindakan Bea Cukai Jayapura tidak berhenti pada rokok dan miras. Di balik etalase cukai, aparat juga menemukan ancaman yang jauh lebih serius.
Sepanjang 2025, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan lebih dari 4,6 kilogram ganja serta puluhan butir amunisi. Barang-barang berbahaya itu kini berada di tangan kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Capaian ini menegaskan peran Bea Cukai bukan hanya sebagai pengumpul penerimaan negara, tetapi juga sebagai penjaga gerbang keamanan sosial.
Sinergi Daerah dan Peringatan untuk Penyelundup
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terbuka. Ia menilai langkah Bea Cukai sebagai bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan ekonomi dan keadilan usaha.
“Pemerintah Kota Jayapura mendukung penuh langkah strategis Bea Cukai. Ini penting untuk melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat bagi pelaku usaha yang taat aturan,” ujar Rustan.
Ia menegaskan bahwa sinergi lintas instansi di Papua masih solid dan menjadi sinyal keras bagi para pelaku penyelundupan.
Negara, Generasi Papua, dan Pertanyaan yang Tertinggal
Bagi Rustan, pemusnahan ini bukan semata penegakan hukum. Negara sedang berupaya melindungi generasi muda Papua dari dampak konsumsi barang ilegal.
“Ini soal masa depan Papua dan kesiapan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Namun, di balik tungku yang menyala, satu pertanyaan tetap relevan selama permintaan pasar masih tinggi dan jalur penyelundupan terus beradaptasi, apakah pemusnahan massal cukup untuk memutus mata rantai ilegal?
Atau justru tungku itu akan terus menjadi simbol kerja negara sekaligus pengingat bahwa perang melawan barang ilegal belum benar-benar usai. @dimas




