Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Pabrik Sabu di Sunter, Jakarta Utara

by dimas
Februari 18, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Apartemen-apartemen di Jakarta Utara itu tampak biasa dari luar. Penghuninya datang dan pergi seperti warga kota lain yang sibuk dengan rutinitas. Namun di balik pintu salah satu unit di Sunter, aparat menemukan sesuatu yang jauh dari kata biasa sebuah laboratorium sabu aktif, lengkap dengan bahan kimia dan peralatan produksi.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membongkar operasi tersebut dan menyita total 13 kilogram sabu. Aparat tidak hanya menemukan narkotika siap edar, tetapi juga fasilitas produksi yang menunjukkan jaringan ini memproses ulang sabu di dalam negeri.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menegaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari pengawasan rutin terhadap barang kiriman internasional pada 13-15 Februari 2026. Aparat bergerak cepat dan menggerebek sejumlah lokasi, termasuk apartemen di Pluit dan Sunter, serta sebuah rumah makan di Jakarta Timur.

Kasus ini menunjukkan bagaimana jaringan narkotika internasional kini tidak hanya mengirim barang jadi, tetapi juga memindahkan proses produksi ke tengah kota.

Paket Mencurigakan dari Iran Membuka Tabir

Semua bermula dari sebuah paket pos di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta. Petugas Bea Cukai mencurigai kiriman asal Iran setelah mesin pemindai X-ray menampilkan bentuk tidak wajar di dalam peti kulit.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Petugas kemudian membuka paket tersebut dan menemukan kristal biru yang tersembunyi di dinding kemasan. Hasil uji laboratorium memastikan kristal itu adalah metamfetamina atau sabu dengan berat sekitar 11,56 kilogram.

Alih-alih langsung menyita tanpa jejak, aparat menggunakan metode controlled delivery. Mereka membiarkan paket bergerak untuk mengungkap siapa penerima dan jaringan di belakangnya.

Strategi ini membuahkan hasil cepat.

Warga Negara Asing Ditangkap, Laboratorium Terungkap

Pada 13 Februari 2026, aparat menangkap seorang warga negara Iran berinisial KKF di apartemen kawasan Pluit. Ia diduga sebagai penerima paket narkotika tersebut.

Penangkapan itu membuka pintu lebih lebar. Sehari kemudian, tim gabungan kembali menangkap tersangka lain berinisial SB, juga warga negara Iran, yang diduga berperan sebagai peracik sabu.

Dari pengembangan kasus, aparat menemukan apartemen di Sunter yang berfungsi sebagai laboratorium clandestine. Di lokasi itu, petugas menyita tambahan sabu seberat 1.683 gram.

Selain itu, aparat menemukan kompor portabel, timbangan, bahan kimia, alat penggiling, dan limbah produksi. Semua peralatan itu menunjukkan bahwa apartemen tersebut berfungsi sebagai tempat produksi aktif, bukan sekadar tempat penyimpanan.

Dengan kata lain, jaringan ini tidak hanya mengimpor narkoba, tetapi juga mengolahnya kembali untuk memperluas distribusi.

Ancaman Nyata bagi Warga Kota

Keberadaan laboratorium sabu di kawasan padat penduduk menghadirkan ancaman serius. Selain merusak generasi muda, fasilitas produksi narkotika juga berisiko memicu kebakaran dan paparan bahan kimia beracun.

Syarif menegaskan bahwa setiap kilogram narkotika yang berhasil digagalkan peredarannya berarti aparat menyelamatkan ribuan orang dari potensi kecanduan.

Namun dampaknya tidak berhenti di sana.

Peredaran narkotika juga menghantam keluarga, merusak produktivitas, dan membebani sistem kesehatan serta keamanan. Warga kota menjadi pihak paling rentan, sering kali tanpa sadar hidup berdampingan dengan aktivitas ilegal berbahaya.

Bayangkan, di balik dinding apartemen yang tampak tenang, racun sosial diproduksi secara diam-diam.

Jaringan Internasional dan Tantangan Negara

Aparat kini mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan internasional yang lebih luas. Fakta bahwa paket berasal dari Iran dan pelaku merupakan warga negara asing memperkuat dugaan bahwa Indonesia masih menjadi target pasar sekaligus lokasi produksi alternatif.

Sindikat narkotika memanfaatkan celah globalisasi jalur logistik terbuka, mobilitas manusia tinggi, dan pengawasan yang harus berpacu dengan kreativitas kejahatan.

Di sisi lain, keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas lembaga.

Bea Cukai mengawasi pintu masuk. Polisi membongkar jaringan. Namun perang melawan narkotika belum berakhir.

Selama permintaan masih ada, suplai akan terus mencari jalan.

Dan di kota yang tidak pernah tidur ini, bahaya kadang tidak datang dengan suara keras melainkan lewat paket sunyi yang lolos di antara jutaan kiriman lainnya. @dimas

Tags: BareskrimBea CukaiInternasionalJakarta UtaraJaringanKriminalLaboratoriumnarkobaNarkotikaperangPolrisabu

Kamu Melewatkan Ini

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

by teguh
Mei 9, 2026

;: Cuma 22 detik. Namun video dua petugas Bea Cukai yang masuk ke Warung Madura pada malam hari langsung mengubah...

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

by teguh
Mei 9, 2026

Dulu, seragam aparat identik dengan rasa aman. Kini, banyak warga justru refleks mengambil ponsel saat petugas datang. Tabooo.id - Video...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Next Post
Ilusi Vape: Dari Tren Hits ke Jebakan Kimia

Ilusi Vape: Dari Tren Hits ke Jebakan Kimia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id