Senin, Agustus 24, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bea Cukai dan Bareskrim Bongkar Pabrik Sabu di Sunter, Jakarta Utara

by dimas
Februari 18, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Apartemen-apartemen di Jakarta Utara itu tampak biasa dari luar. Penghuninya datang dan pergi seperti warga kota lain yang sibuk dengan rutinitas. Namun di balik pintu salah satu unit di Sunter, aparat menemukan sesuatu yang jauh dari kata biasa sebuah laboratorium sabu aktif, lengkap dengan bahan kimia dan peralatan produksi.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membongkar operasi tersebut dan menyita total 13 kilogram sabu. Aparat tidak hanya menemukan narkotika siap edar, tetapi juga fasilitas produksi yang menunjukkan jaringan ini memproses ulang sabu di dalam negeri.

Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, menegaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari pengawasan rutin terhadap barang kiriman internasional pada 13-15 Februari 2026. Aparat bergerak cepat dan menggerebek sejumlah lokasi, termasuk apartemen di Pluit dan Sunter, serta sebuah rumah makan di Jakarta Timur.

Kasus ini menunjukkan bagaimana jaringan narkotika internasional kini tidak hanya mengirim barang jadi, tetapi juga memindahkan proses produksi ke tengah kota.

Paket Mencurigakan dari Iran Membuka Tabir

Semua bermula dari sebuah paket pos di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta. Petugas Bea Cukai mencurigai kiriman asal Iran setelah mesin pemindai X-ray menampilkan bentuk tidak wajar di dalam peti kulit.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Petugas kemudian membuka paket tersebut dan menemukan kristal biru yang tersembunyi di dinding kemasan. Hasil uji laboratorium memastikan kristal itu adalah metamfetamina atau sabu dengan berat sekitar 11,56 kilogram.

Alih-alih langsung menyita tanpa jejak, aparat menggunakan metode controlled delivery. Mereka membiarkan paket bergerak untuk mengungkap siapa penerima dan jaringan di belakangnya.

Strategi ini membuahkan hasil cepat.

Warga Negara Asing Ditangkap, Laboratorium Terungkap

Pada 13 Februari 2026, aparat menangkap seorang warga negara Iran berinisial KKF di apartemen kawasan Pluit. Ia diduga sebagai penerima paket narkotika tersebut.

Penangkapan itu membuka pintu lebih lebar. Sehari kemudian, tim gabungan kembali menangkap tersangka lain berinisial SB, juga warga negara Iran, yang diduga berperan sebagai peracik sabu.

Dari pengembangan kasus, aparat menemukan apartemen di Sunter yang berfungsi sebagai laboratorium clandestine. Di lokasi itu, petugas menyita tambahan sabu seberat 1.683 gram.

Selain itu, aparat menemukan kompor portabel, timbangan, bahan kimia, alat penggiling, dan limbah produksi. Semua peralatan itu menunjukkan bahwa apartemen tersebut berfungsi sebagai tempat produksi aktif, bukan sekadar tempat penyimpanan.

Dengan kata lain, jaringan ini tidak hanya mengimpor narkoba, tetapi juga mengolahnya kembali untuk memperluas distribusi.

Ancaman Nyata bagi Warga Kota

Keberadaan laboratorium sabu di kawasan padat penduduk menghadirkan ancaman serius. Selain merusak generasi muda, fasilitas produksi narkotika juga berisiko memicu kebakaran dan paparan bahan kimia beracun.

Syarif menegaskan bahwa setiap kilogram narkotika yang berhasil digagalkan peredarannya berarti aparat menyelamatkan ribuan orang dari potensi kecanduan.

Namun dampaknya tidak berhenti di sana.

Peredaran narkotika juga menghantam keluarga, merusak produktivitas, dan membebani sistem kesehatan serta keamanan. Warga kota menjadi pihak paling rentan, sering kali tanpa sadar hidup berdampingan dengan aktivitas ilegal berbahaya.

Bayangkan, di balik dinding apartemen yang tampak tenang, racun sosial diproduksi secara diam-diam.

Jaringan Internasional dan Tantangan Negara

Aparat kini mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan internasional yang lebih luas. Fakta bahwa paket berasal dari Iran dan pelaku merupakan warga negara asing memperkuat dugaan bahwa Indonesia masih menjadi target pasar sekaligus lokasi produksi alternatif.

Sindikat narkotika memanfaatkan celah globalisasi jalur logistik terbuka, mobilitas manusia tinggi, dan pengawasan yang harus berpacu dengan kreativitas kejahatan.

Di sisi lain, keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas lembaga.

Bea Cukai mengawasi pintu masuk. Polisi membongkar jaringan. Namun perang melawan narkotika belum berakhir.

Selama permintaan masih ada, suplai akan terus mencari jalan.

Dan di kota yang tidak pernah tidur ini, bahaya kadang tidak datang dengan suara keras melainkan lewat paket sunyi yang lolos di antara jutaan kiriman lainnya. @dimas

Tags: BareskrimBea CukaiInternasionalJakarta UtaraJaringanKriminalLaboratoriumnarkobaNarkotikaperangPolrisabu

Kamu Melewatkan Ini

Mayor Faizal Dituntut 5 Tahun: Pesawat TNI Nyaris Jadi Jalur Sabu

Mayor Faizal Dituntut 5 Tahun: Pesawat TNI Nyaris Jadi Jalur Sabu

by dimas
Agustus 14, 2026

Mayor Faizal dituntut 5 tahun penjara dan dipecat dari TNI AL setelah didakwa mengedarkan sabu lewat pesawat TNI. Tabooo.id -...

Sabu Naik Pesawat TNI, Pengawasan ke Mana?

Sabu Naik Pesawat TNI, Pengawasan ke Mana?

by dimas
Agustus 11, 2026

Kasus Mayor Faisal mengungkap dugaan pengiriman sabu lewat pesawat TNI AL. Seberapa kuat pengawasan fasilitas negara? Tabooo.id - Pesawat militer...

Pilot Positif Narkotika, Keselamatan Penerbangan Dipertaruhkan

Pilot Positif Narkotika, Keselamatan Penerbangan Dipertaruhkan

by dimas
Agustus 1, 2026

Pilot Malaysia Airlines positif narkotika setelah membawa puluhan ribu ekstasi. Kasus ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan. Tabooo.id: Jakarta -...

Next Post
Ilusi Vape: Dari Tren Hits ke Jebakan Kimia

Ilusi Vape: Dari Tren Hits ke Jebakan Kimia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id