Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ilusi Vape: Dari Tren Hits ke Jebakan Kimia

by dimas
Februari 18, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan ini kamu sedang nongkrong di kafe hits, nge-vape sambil scroll TikTok, lalu tiba-tiba sadar rokok elektrikmu bisa lebih berbahaya daripada mantan toxic yang nggak move on. Memang terdengar absurd, tapi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario, menegaskan bahwa vape tidak akan membantu seseorang berhenti dari rokok. Bahkan, menurutnya, gadget yang sering disebut “stylish” itu justru membuka pintu bagi ketergantungan zat adiktif lain yang lebih berbahaya.

Menurut Suyudi, “Narasi vape sebagai alat bantu berhenti merokok hanyalah ilusi yang belum terbukti secara ilmiah.” Dengan kata lain, alih-alih menolong, vape justru menjerumuskan penggunanya ke narkotika kimiawi. Selain itu, zat ini terbukti lebih berbahaya dibanding rokok konvensional.

Vape Sebagai Media Narkoba

Selain itu, masalahnya tidak berhenti di sana. Komjen Suyudi menyoroti tren baru sebagian orang menggunakan vape sebagai media untuk mengonsumsi narkoba cair. Dia menyebutnya extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.

“Dengan demikian, kesannya orang hanya lagi nge-vape, lagi ngerokok elektrik. Namun nyatanya, isinya sabu cair, Etomidate, atau jenis kimia narkotika lain,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, data resmi dari Kementerian Kesehatan dan WHO menunjukkan lonjakan pengguna rokok elektrik di Indonesia hingga sepuluh kali lipat dari 0,3 persen pada 2011 menjadi 3 persen pada 2021. Selain itu, survei komprehensif BNN, BRIN, dan BPS mencatat bahwa penyalahguna narkotika pada 2025 mencapai 2,11% dari total penduduk, atau sekitar 4,11 juta orang. Artinya, fenomena ini bukan sekadar rumor.

Ini Belum Selesai

Emil Dardak dan Bagus Panuntun Serukan Persaudaraan Pendekar

Lulus Seleksi, Gugur di Barak: Tragedi Lima Calon Manajer Kopdes

Vape Bisa Menjadi Jebakan Kimia

Tidak hanya itu, BNN pernah menguji 341 sampel cairan vape. Hasilnya cukup mengejutkan 11 sampel mengandung sintetik kanabinoid, satu sampel metamfetamin, dan 23 sampel Etomidate narkotika golongan II menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025. Dengan demikian, vape yang awalnya dianggap “keren dan aman” bisa berubah menjadi jebakan kimiawi.

Main Game Cheat Mode: Stylish Tapi Berbahaya

Ironisnya, di tengah euforia global soal rokok elektrik dan “gaya hidup urban kekinian”, masyarakat justru terseret ke zona abu-abu narkotika kimiawi. Seolah-olah sedang main game cheat mode tampak stylish dan santai, tetapi nyawa dan kesehatan bisa tercecer di leaderboard.

Oleh karena itu, jika kamu berpikir sekadar vape itu aman, ingat satu hal ilusi selalu lebih manis daripada kenyataan. Di dunia nyata, manisnya itu bisa datang dengan dosis Etomidate. Dengan kata lain, saat melihat seseorang vape di kafe, jangan cuma bilang “wow, aesthetic banget.” Mungkin dia baru saja naik level ke narkotika. @dimas

Tags: BahayabnnIlusiKesehatanLifestyleNarkotika

Kamu Melewatkan Ini

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

Vape Rasa Buah Terasa Manis, Tapi Kenapa Ribuan Gen Tubuh Ikut Berubah?

by teguh
Juni 7, 2026

Mangga, semangka, stroberi, hingga campuran buah tropis membuat vape semakin populer di kalangan anak muda. Banyak pengguna juga meyakini vape...

Tubuhmu Sebenarnya Kuat atau Cuma Bertahan Karena Kafein?

Tubuhmu Sebenarnya Kuat atau Cuma Bertahan Karena Kafein?

by teguh
Mei 26, 2026

Ada orang yang tidak bisa memulai pagi tanpa kopi. Ada juga yang merasa hidupnya “mati gaya” kalau belum menyeruput Americano...

Secangkir Kopi Tiap Hari: Ritual Produktif atau Alarm Tubuh yang Pelan-Pelan Menyala?

Secangkir Kopi Tiap Hari: Ritual Produktif atau Alarm Tubuh yang Pelan-Pelan Menyala?

by teguh
Mei 26, 2026

Buat sebagian orang, pagi tanpa kopi terasa seperti laptop tanpa baterai hidup, tapi sulit menyala. Secangkir kopi sudah berubah jadi...

Next Post
Rockstar Resmi Umumkan GTA 6, Vice City Jadi Pusat Petualangan Baru

Rockstar Resmi Umumkan GTA 6, Vice City Jadi Pusat Petualangan Baru

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id