Tabooo.id: Regional – Hujan deras di puncak Gunung Merapi memicu banjir lahar hujan di aliran Sungai Senowo, pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Banjir menghantam Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Satu korban meninggal dunia, sementara empat orang masih hilang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, menjelaskan, “Sungai Senowo bergabung dengan aliran sungai-sungai lain, sehingga volume air meningkat drastis.” jelasnya.
Korban meninggal berinisial IS, 21 tahun, asal Kota Semarang.
Tim Gabungan Terjun ke Lokasi
Tim gabungan dari BPBD, SAR, dan masyarakat setempat langsung melakukan pencarian empat korban hilang. Proses evakuasi diperkirakan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. Selain itu, sebuah truk terseret arus banjir, sementara enam orang mengalami luka-luka. Dua korban masih menjalani perawatan di RSUD Muntilan, sisanya telah diperbolehkan pulang.
Dampak Hujan Deras dan Tanah Longsor
Hujan lebat tak hanya memicu banjir lahar, tapi juga menyebabkan tanah longsor di Dusun Bandung, Desa Paten, Kecamatan Dukun. Longsor merusak jalan penghubung Desa Paten dan Desa Sewukan, menghambat mobilitas warga.
Bambang menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang tinggal di kawasan hulu Gunung Merapi. Ia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan alarm early warning system (EWS) dan menjauhi bibir sungai saat hujan lebat.
“Kami sudah mengimbau sejak jauh-jauh hari agar hati-hati, terutama untuk daerah berhulu Merapi,” ujarnya.
Siapa yang Paling Terdampak
Korban langsung banjir dan longsor tentu paling terdampak, termasuk warga yang kehilangan akses jalan, properti, dan kendaraan. Selain itu, masyarakat di aliran Sungai Senowo menghadapi risiko berkelanjutan jika hujan deras kembali mengguyur kawasan hulu Merapi.
Peristiwa ini menjadi pengingat nyata hidup di kaki gunung selalu rentan terhadap bencana alam, dan kesigapan masyarakat serta pemerintah menjadi kunci keselamatan. @dimas




