Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Asap Rokok Roro Mendut dan Aroma Kebebasan

by teguh
April 27, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes
Share on FacebookShare on Twitter
Di pasar yang riuh, seorang perempuan menjual rokok sambil menjaga harga dirinya. Asapnya tipis, tetapi pesannya tebal tubuh perempuan bukan barang milik kuasa.

Tabooo.id: Vibes – Di tengah arus konten cepat dan debat soal posisi perempuan di ruang publik, unggahan Historia.id pada Minggu, 27/04/2026, membawa kembali nama Roro Mendut. Legenda Jawa itu hidup lagi bukan karena parasnya, melainkan karena keberaniannya menolak tunduk.

Karena itu, Roro Mendut mengingatkan kita bahwa sejak dulu selalu ada perempuan yang memilih harga diri di atas rasa aman.

Satu Kata yang Mengguncang Kuasa

Dalam kisah dari era Mataram abad ke-17, Tumenggung Wiraguna ingin mempersunting Roro Mendut. Pada masa feodal, banyak orang menganggap keinginan penguasa sebagai perintah. Namun, Roro Mendut berkata tidak.

Satu penolakan sering lebih mengguncang kuasa daripada seribu teriakan. Sebab, penguasa terbiasa menerima hormat, bukan bantahan.

Pasar Menjadi Arena Perlawanan

Setelah penolakan itu, pihak istana memberi beban pajak tinggi kepadanya. Dengan begitu, tekanan datang lewat aturan dan ancaman hadir lewat kekuasaan.

Ini Belum Selesai

Bersih Desa: Tradisi Jawa yang Lahir dari Wabah, Kehilangan, dan Harapan

Malam 1 Suro dan Jejak Sultan Agung Menyatukan Peradaban Jawa

Meski begitu, Roro Mendut tidak menyerah. Ia turun ke pasar dan menjual rokok. Dalam cerita populer, dagangannya laris karena kecerdikan dan pesonanya.

Akibatnya, banyak lelaki datang membeli, sementara istana melihat perempuan yang tetap berdiri sendiri.

Ia tidak sekadar menjual tembakau. Sebaliknya, ia menunjukkan cara bertahan tanpa menjual martabat.

Perempuan Kecil yang Membuat Kuasa Gelisah

Budayawan Y.B. Mangunwijaya, lewat trilogi Rara Mendut, melihat tokoh ini sebagai lambang manusia kecil yang berani menantang struktur besar. Karena itu, ia menjadikan Roro Mendut simbol harga diri.

Sosiolog Pierre Bourdieu pernah berkata, “Dominasi paling kuat adalah dominasi yang dianggap wajar.”

Kalimat itu terasa dekat dengan kisah ini. Dulu, banyak orang menganggap wajar jika laki-laki berkuasa mengatur hidup perempuan. Namun, Roro Mendut mematahkan anggapan itu.

Istana Kini Berganti Wajah

Hari ini, istana mungkin tidak berdiri dalam bentuk kerajaan. Akan tetapi, kuasa tetap hadir dalam kantor, birokrasi, panggung politik, industri hiburan, dan media sosial.

Karena itu, banyak perempuan masih menghadapi tekanan serupa. Orang menilai tubuh mereka, meremehkan suara mereka, dan menyerang pilihan mereka saat mereka menolak.

Jika dulu kuasa memakai pajak, kini kuasa sering memakai stigma.

Penulis feminis bell hooks pernah menulis, “Patriarki tidak punya gender.” Artinya, sistem timpang bisa bertahan selama orang terus menganggapnya biasa.

Perlawanan Tidak Selalu Berteriak

Tidak semua perlawanan lahir dari pidato. Selain itu, tidak semua keberanian membutuhkan panggung besar.

Kadang, seseorang melawan dengan bekerja mandiri, menolak relasi yang merendahkan, bertahan saat ditekan, dan berkata tidak ketika dunia menuntut iya.

Jadi, Roro Mendut menunjukkan bahwa keberanian sering tumbuh dari sikap tenang yang tak bisa dibeli.

Closing

Beberapa perempuan tidak perlu berteriak untuk mengguncang zaman. Mereka cukup berdiri tegak, menatap kuasa, lalu menolak tunduk. @teguh

Tags: BudayawanKebebasanPerlawananRokokRoro MendutSosiolog

Kamu Melewatkan Ini

Roro Mendut: Perempuan yang Menolak Takdir yang Ditulis Kekuasaan

Roro Mendut: Perempuan yang Menolak Takdir yang Ditulis Kekuasaan

by dimas
Mei 31, 2026

Kisah Roro Mendut bukan sekadar legenda cinta Jawa. Ia adalah simbol keberanian perempuan yang menolak kekuasaan, mempertahankan kebebasan, dan memilih...

Kenyamanan: Sangkar yang Paling Sulit Ditinggalkan

Kenyamanan: Sangkar yang Paling Sulit Ditinggalkan

by dimas
Mei 30, 2026

Kenyamanan sering terasa aman, tetapi diam-diam membatasi keberanian. Mengapa begitu banyak orang memilih sangkar daripada kebebasan? Tabooo.id - Seekor burung...

3.000 ASN Diduga Absen Bohong: Digaji Negara, Kerja dari Mana?

3.000 ASN Diduga Absen Bohong: Digaji Negara, Kerja dari Mana?

by teguh
Mei 7, 2026

Sekitar 3.000 aparatur sipil negara (ASN) di Brebes diduga memanipulasi absensi digital agar sistem tetap mencatat mereka hadir meski tidak...

Next Post
Profesi Penari Indonesia: Diakui Budaya, Diabaikan Ekonomi

Profesi Penari Indonesia: Diakui Budaya, Diabaikan Ekonomi

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id