Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Apresiasi dan Harapan di Penutupan Jofafest 5, Dari Jogja untuk Sinema Muda Nusantara

by dimas
Oktober 28, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Sabtu malam penuh semangat menutup gelaran Jofafest 5 (JFA Short Film Festival) di Kampus 1 Jogja Film Academy (JFA), Sabtu (25/10/2025) malam. Festival film pendek tahunan ini resmi berakhir setelah tiga hari penyelenggaraan, sejak Kamis 23 Oktober 2025, dengan tema besar “Tumbuh” sebuah pesan tentang semangat berkembang dan berproses bagi sineas muda Indonesia.

Sejak hari pertama, Jofafest menghadirkan ruang belajar, diskusi, dan pemutaran film yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, serta komunitas film dari berbagai daerah. Malam penutupan menjadi puncak apresiasi bagi karya-karya terbaik yang berhasil mencuri perhatian juri dan penonton.

Apresiasi dan Harapan di Penutupan Jofafest 5, Dari Jogja untuk Sinema Muda Nusantara
Antusias peserta dalam penutupan acara Jofafest 5

Ruang Tumbuh, Ruang Kolaborasi

Malam penghargaan Jofafest 5 dihadiri tokoh-tokoh penting dari dunia kreatif. Dari pihak Tabooo Network Indonesia hadir Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) H.A. Winarso Wartonagoro, Komisaris Tabooo Network Indonesia, Raden Tumenggung (RT) Jeje Hadipuro, CEO Tabooo Network Indonesia, serta seluruh manajemen Tabooo Network Indonesia yang menjadi mitra utama festival tahun ini. Dari pihak kampus, tampak Tri Wahyudi Direktur Jogja Film Academy, Wahyu Utami Pembina Jofafest 2025, dan Marcelina Delaily Wini Festival Director, yang memimpin langsung jalannya acara penutupan.

Menyoroti makna festival ini, Tri Wahyudi menegaskan bahwa Jofafest bukan hanya sekadar acara tahunan, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk karakter sineas muda.
“Jofafest bukan sekadar festival film. Ini wadah bagi anak muda untuk belajar, berproses, dan menumbuhkan semangat bercerita lewat visual,” ujar Tri Wahyudi, Direktur JFA.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Di tempat yang sama, Pembina Jofafest 2025 Wahyu Utami menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan kreatif seperti Jofafest di tengah perkembangan industri film yang cepat.
“Dari tahun ke tahun, Jofafest menunjukkan bahwa semangat sineas muda tak pernah berhenti tumbuh. Mereka terus bereksperimen dan menemukan jati diri lewat film,” tuturnya saat ditemui Tabooo.id. Sabtu (25/10/2025) malam.

Sementara itu, Eko Sigit Pujianto, Pemimpin Redaksi Tabooo.id, menilai kolaborasi antara media dan kampus sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.
“Kami percaya, film pendek adalah bentuk paling jujur dari ekspresi generasi muda. Tabooo.id hadir untuk memberi panggung bagi suara-suara baru yang lahir dari ruang belajar seperti JFA,” ujarnya.

Di akhir acara, Marcelina Delaily Wini, Festival Director, menyampaikan refleksi penuh haru atas keberhasilan penyelenggaraan Jofafest 5. “Tiga hari ini adalah bukti bahwa semangat tumbuh itu  nyata. Setiap karya membawa keberanian, ide, dan energi baru. Kita tumbuh bersama, bukan sekadar menonton, tapi juga saling menghidupkan,” ujarnya.

Empat Film Terbaik Sabet Penghargaan Utama

Sebagai puncak acara, Jofafest 5 menobatkan empat film terbaik dari berbagai kategori kompetisi:

  • “Wahyu” karya Nada Leo Prakasa – Taruwara Award (Kompetisi Fiksi Mahasiswa)
  • “Two Story of a Body” karya Wisanggeni – Banyu Pinaruh Award (Kompetisi Dokumenter Mahasiswa)
  • “Rasa Resah Roro” karya Rozaleia Nadya & Zehierra Delmarcha Adhyatman – Tunas Muda Award (Kompetisi Fiksi Pelajar)
  • “Sa Pu Cerita” karya Shidqul Azimah – Pandhita Award (Kompetisi Dokumenter Pelajar)

Selain sertifikat penghargaan dan trofi dari JFA, para pemenang juga menerima uang pembinaan dari Tabooo.id yang diserahkan langsung oleh Mas Jeje, CEO Tabooo.id, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan talenta muda di dunia sinema.

Lebih dari Sekadar Festival

Tiga hari Jofafest bukan hanya tentang siapa yang menang, tapi tentang siapa yang mau terus bertumbuh. Festival ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyatukan dunia akademik, industri, dan media dalam satu ruang partisipatif.

Selama penyelenggaraan, para peserta tak hanya memutar film, tapi juga berdiskusi, bertukar ide, dan membangun jejaring lintas kampus dan komunitas. Semua berpadu dalam semangat “Tumbuh” semangat yang menjadi identitas Jofafest tahun ini.

Menatap Jofafest 6

Sorak tepuk tangan menutup malam penghargaan. Cahaya layar meredup, tapi energi para peserta masih terasa kuat. Di setiap wajah muda itu, ada keyakinan bahwa perjalanan baru telah dimulai.

Dengan penuh keyakinan, Marcelina menutup malam itu dengan pesan sederhana namun bermakna.
“Jofafest akan terus menjadi rumah bagi sineas muda, Karena selama ada yang mau bercerita, kita akan terus tumbuh.” pungkasnya. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

by teguh
Juni 10, 2026

Konflik pusaka Karaton Solo kembali mencuat. Benarkah pusaka milik raja atau dinasti? ini seakan menjadi akar legitimasi yang belum selesai....

Next Post
Candi Cetho: Ketika Sejarah Dipoles, Kebenaran Jadi Kabur

Candi Cetho: Ketika Sejarah Dipoles, Kebenaran Jadi Kabur

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id