Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Akses Kraton Ditutup Seng, Konflik Kembali Mengemuka

by eko
September 3, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Akses Pelataran Kraton ditutup seng. Kubu PB XIV Purbaya mempertanyakan penutupan, sementara LDA menyebut revitalisasi sebagai jawaban.

Tabooo.id: Surakarta – Akses menuju Pelataran Kraton Kasunanan Surakarta dari sejumlah titik kini tertutup seng. Kubu Pakoe Boewono XIV Purbaya mempertanyakan langkah tersebut.

GKR Sekar Kirono (Ratih Widyasari) selaku Pengageng Pasiten, mengetahui penutupan itu pada Rabu (2/9/2026) sore.

Ratih mengatakan pihaknya tidak menerima pemberitahuan sebelum penutupan.

“Akses kita semua diseng, tiba-tiba sore-sore saya dapat laporan. Tidak ada omongan apa-apa dari pihak sana, tiba-tiba langsung ngeseng,” kata GKR Ratih, Rabu (2/9/2026).

Seng Berdiri, Akses Terhenti

Kakak PB XIV tersebut menyebut sejumlah titik kini tidak bisa dilewati. Lokasinya meliputi Langen Katon, Pakubuwanan, Wiworo Kenyo, dan Talangpaten.

Menurut Ratih, kondisi itu membuat kubu PB XIV Purbaya kesulitan menuju Pelataran Kraton.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

“Akses tertutup kita tidak bisa ke pelataran. Kita dari Pakubuwanan ditutup, dari Wiworo Kenyo ditutup, dari Talangpaten juga ditutup,” ujarnya.

Penutupan itu juga mengganggu kegiatan adat yang biasa mereka jalankan.

Ratih mengatakan pihaknya menjalankan caos dhahar setiap Kamis. Kegiatan tersebut mencakup sejumlah area di Kraton.

“Kita juga sebenarnya caos dhahar kan setiap hari Kamis. Kita enggak bisa caos dhahar di sana karena ditutup sama mereka,” tuturnya.

Sempat Tanya Gusti Moeng

Ratih mengaku sempat bertemu Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GRAy Koes Moertiyah atau Gusti Moeng.

Pertemuan itu terjadi ketika pihaknya menutup akses dengan seng.

Ratih kemudian menanyakan alasan pemasangan seng tersebut.

Menurut Ratih, Gusti Moeng menjawab dengan alasan aksi saling menutup akses.

“Saya tanya, ‘Kenapa mesti diseng-seng gitu sih?’ Dia jawabnya, ‘Lah kowe gembok-gembok, aku gembok-gembok balik’,” katanya.

LDA Punya Alasan Berbeda

Ketua Eksekutif LDA KPH Eddy Wirabhumi memberikan penjelasan mengenai penutupan akses tersebut.

Eddy mengatakan pihaknya akan memulai revitalisasi tempat penyimpanan gamelan.

Karena itu, LDA menutup akses menuju area tersebut.

“Tempat penyimpanan gamelan itu kan juga masuk revitalisasi. Ini kemudian sudah kita mulai besok pagi, makanya akses di situ ditutup,” ujar Eddy.

Eddy juga menyebut pihaknya segera memulai revitalisasi di Pakubuwanan dan Kraton Kulon.

LDA menutup area Pakubuwanan untuk menjaga proses revitalisasi dari gangguan.

“Pakubanan itu semuanya kita tutup pagar, kemudian tidak ada gangguan terhadap revitalisasi ini,” katanya.

Bukan Cuma Jalan yang Tertutup

Penutupan akses kini mempertemukan dua kepentingan.

LDA ingin menjaga kelancaran proses revitalisasi. Sementara itu, kubu PB XIV Purbaya membutuhkan akses untuk kegiatan adat.

Bagi Ratih, persoalan ini bukan sekadar soal seng yang menutup jalan.

Akses tersebut juga berkaitan dengan kegiatan adat yang rutin mereka jalankan.

Di titik ini, persoalannya menjadi lebih besar.

Seng memang bisa menutup jalan dalam hitungan menit. Namun, komunikasi antarpihak membutuhkan hal yang berbeda.

Oktober Bisa Jadi Ujian Berikutnya

Ratih mengatakan belum ada kegiatan besar dalam waktu dekat.

Namun, kubu PB XIV Purbaya menyiapkan Tingalan Jumenengan pertama PB XIV Purbaya sekitar akhir Oktober.

Kegiatan itu membutuhkan akses menuju Pelataran Kraton.

Jika LDA belum membuka akses hingga waktu tersebut, kubu PB XIV Purbaya harus mencari solusi lain.

Ini bukan sekadar soal jalan yang tertutup.

Ini tentang bagaimana dua kepentingan di lingkungan Kraton menemukan ruang untuk tetap berjalan.

Karena ketika seng berdiri, komunikasi jangan ikut berhenti.@eko

Tags: Kraton Kasunanan SurakartaKraton SoloPB XIV

Kamu Melewatkan Ini

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

Kraton Solo Gelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi Jelang Garebeg Mulud

by eko
Agustus 23, 2026

Kraton Solo menggelar Jamasan Pusaka Nyai Setomi di Sitinggil Lor sebagai bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Garebeg Mulud 2026....

Canthik Rajamala: Wajah Garang yang Menjaga Perjalanan Jawa

Canthik Rajamala: Wajah Garang yang Menjaga Perjalanan Jawa

by eko
Agustus 20, 2026

Canthik Rajamala menyimpan cerita tentang perjalanan, perlindungan, dan identitas budaya Jawa. Mengapa wajah garang ini menempati bagian depan perahu? Tabooo.id...

Gamelan Pusaka Berbunyi, Kinang dan Telur Asin Warnai Rangkaian Garebeg Mulud

Kinang dan Telur Asin Warnai Rangkaian Garebeg Mulud

by eko
Agustus 19, 2026

Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memulai Garebeg Mulud Sekaten 1960/2026 dengan tabuhan gamelan pusaka, pembagian kinang, dan telur asin. Tabooo.id: Surakarta...

Next Post
Benarkah Pertalite Turun Jadi Rp7.000? Ini Faktanya

Benarkah Pertalite Turun Jadi Rp7.000? Ini Faktanya

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id