Benarkah Pertalite turun jadi Rp7.000? Cek fakta klaim Prabowo dan Purbaya serta harga Pertalite yang masih Rp10.000 per liter.
Tabooo.id: Klaim Pertalite turun menjadi Rp7.000 per liter kembali muncul di Facebook. Narasi itu menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sepakat menurunkan harga Pertalite.
Namun, informasi harga BBM pada 31 Agustus 2026 menunjukkan fakta berbeda.
Klaim Pertalite Turun Jadi Rp7.000
Sejumlah akun Facebook mengunggah klaim tersebut pada Minggu (30/8/2026).
Unggahan itu menyebut Prabowo dan Purbaya sepakat menurunkan harga Pertalite.
Narasi tersebut juga menyebut harga Pertalite turun dari Rp10.000 menjadi Rp7.000 per liter.
Klaim itu kemudian kembali menyebar di media sosial.
Harga Pertalite Masih Rp10.000
Tidak ada informasi resmi yang menunjukkan harga Pertalite turun menjadi Rp7.000.
Data harga BBM pada 31 Agustus 2026 juga mencatat Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Pertamina Patra Niaga juga masih mencantumkan harga Pertalite sebesar Rp10.000 per liter.
Selain itu, tidak ada pengumuman resmi tentang penurunan harga Pertalite menjadi Rp7.000.
Tim pemeriksa fakta juga tidak menemukan pernyataan Prabowo atau Purbaya tentang rencana tersebut.
Klaim Lama Kembali Beredar
Narasi Pertalite Rp7.000 bukan klaim baru.
Klaim serupa pernah beredar pada Januari 2026.
Pemeriksa fakta saat itu juga menyatakan narasi tersebut sebagai hoaks.
Kini, narasi yang sama kembali muncul di media sosial.
Polanya cukup jelas. Pengunggah memakai isu harga BBM yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kemudian, mereka memasukkan nama pejabat untuk membuat klaim terlihat meyakinkan.
Kenapa Klaim Ini Mudah Menyebar?
Harga BBM langsung menyentuh pengeluaran masyarakat.
Karena itu, kabar penurunan harga mudah menarik perhatian.
Nama Presiden dan Menteri Keuangan juga membuat narasi terlihat seperti keputusan resmi.
Padahal, nama pejabat dalam unggahan tidak otomatis membuktikan sebuah kebijakan.
Publik tetap perlu mencari pengumuman dari sumber resmi.
Ini Bukan Sekadar Soal Rp3.000
Selisih Rp3.000 per liter terlihat kecil dalam satu kali pengisian.
Namun, angka itu bisa berarti besar bagi pengendara yang rutin membeli BBM.
Karena itu, informasi harga harus benar-benar akurat.
Hoaks soal harga juga bisa membentuk ekspektasi yang keliru.
Ini bukan sekadar hoaks. Ini soal bagaimana sebuah angka bisa membentuk persepsi publik.
Kesimpulan
Klaim Prabowo dan Purbaya sepakat menurunkan Pertalite menjadi Rp7.000 per liter adalah hoaks.
Harga Pertalite masih Rp10.000 per liter.
Klaim serupa juga pernah beredar pada Januari 2026.
Jadi, jangan langsung percaya ketika timeline membawa kabar BBM turun.
Cek sumber resminya sebelum ikut menyebarkan.
Pertalite belum turun. Kabar Rp7.000 justru sudah keliling lebih dulu.@eko








