Selasa, Mei 5, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Ahmad Dhani Hadiri Peringatan 40 Hari PB XIII

by sigit
Desember 12, 2025
in News, Regional
A A
Home News
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Musisi sekaligus anggota DPR, Ahmad Dhani, menghadiri peringatan 40 hari wafatnya Pakubuwono (PB) XIII di Keraton Surakarta pada Kamis (11/12/2025) malam. Bukan sekadar tamu biasa, Dhani menegaskan dirinya hadir sebagai bagian dari keluarga keraton setelah almarhum PB XIII menganugerahi gelar kepadanya.

“Setelah saya menerima gelar dari almarhum PB XIII, otomatis saya sudah menjadi bagian dari Keraton Solo,” ujar Dhani usai acara. Ia menegaskan bahwa ia wajib menghadiri setiap agenda keraton selama memiliki waktu. Dhani juga meminta maaf karena tidak hadir saat hari wafat PB XIII.

Sikapnya menarik perhatian publik, terutama karena kehadirannya berlangsung di tengah dinamika suksesi Keraton Surakarta yang selama beberapa tahun terakhir memicu polemik internal.


Upacara Panjang Menuju PB XIV

Pangageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, GKR Panembahan Timoer, memimpin doa dan tahlil sebagai pembuka peringatan 40 hari. Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke Imogiri.

Panitia kemudian menggelar upacara adat besar di tujuh titik sakral: Gunung Merapi, Lawu, Parangkusumo, Krendowahono, Brosot, dan dua lokasi lainnya. Mereka memberitahu leluhur bahwa PB XIV resmi jumeneng, atau naik takhta.

Ini Belum Selesai

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Ritual ini menjadi fase penting dalam transisi kerajaan yang telah berumur ratusan tahun. Publik masih menyoroti konflik internal suksesi yang mengiringi pengangkatan PB XIV.

  • Keraton Surakarta: Kehadiran figur publik seperti Dhani memberikan sorotan positif dan memperkuat legitimasi simbolik PB XIV di mata masyarakat.
  • Dhani: Dengan menerima gelar keraton, ia memperluas kapital sosial dan kulturalnya, berguna di ranah politik maupun musik. Panggung baru terbuka baginya, kali ini di ruang tradisi.
  • Publik Jawa, khususnya warga Surakarta: Selama bertahun-tahun mereka menghadapi dinamika suksesi keraton yang menimbulkan ketegangan internal. Kehadiran figur publik tidak langsung menyelesaikan konflik. Masyarakat bahkan bisa menafsirkan kehadiran itu sebagai upaya pemberdayaan tradisi, atau justru pemanfaatan ruang tradisi sebagai panggung tambahan.

Warisan, Politik, dan Ruang yang Tumpang Tindih

Kehadiran Dhani menegaskan batas yang makin kabur antara budaya, politik, dan selebritas. Figur publik semakin sering memasuki ruang tradisi, sementara keraton dengan segala simbol historisnya menjadi magnet bagi mereka yang ingin menautkan diri dengan akar budaya.

Di satu sisi, hal ini menunjukkan daya tarik warisan budaya yang masih besar. Di sisi lain, publik terus mempertanyakan: apakah keraton memberi napas baru pada ruang tradisi, atau hanya menjadikannya panggung bagi pejabat dan figur pop? (red)


Tags: hadiningratkratonPB XIIIRitualSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

“Ritual” Apakah Pikiran Kita Asli? Atau Hanya Pola yang Diulang?

“Ritual” Apakah Pikiran Kita Asli? Atau Hanya Pola yang Diulang?

by jeje
Mei 4, 2026

Sebagian besar orang percaya satu hal sederhana: apa yang mereka pikirkan berasal dari pilihan pribadi. Keputusan terasa sadar. Pendapat terasa...

Kita Bebas, atau Cuma Nyaman dengan Pola yang Sama?

“Ritual” Kita Bebas, atau Cuma Nyaman dengan Pola yang Sama?

by jeje
Mei 4, 2026

Pernah merasa kamu sedang berpikir sendiri? Memilih sendiri? Menjadi diri sendiri? Atau jangan-jangan… itu cuma perasaan. Pada kenyataannya, tidak semua...

‘Ritual’ Soroti Cara Manusia Berpikir: Benarkah Kita Hanya Mengulang Pola?

‘Ritual’ Soroti Cara Manusia Berpikir: Benarkah Kita Hanya Mengulang Pola?

by jeje
Mei 2, 2026

Tidak semua sistem memaksa manusia secara langsung. Sebaliknya, sebagian sistem bekerja lebih halus: ia membuat manusia merasa sedang berpikir, padahal...

Next Post
Emas Jason Menggetarkan Bangkok Estafet Generasi Baru Renang Indonesia

Emas Jason Menggetarkan Bangkok Estafet Generasi Baru Renang Indonesia

Pilihan Tabooo

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Buku, Diskusi, dan Anak Muda: Cara Komunitas Madiun Book Party Menghidupkan Literasi Kota

Mei 3, 2026

Realita Hari Ini

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Jual Beli Titik Dapur MBG Mengemuka, Siapa Bermain di Program Makan Gratis?

Mei 5, 2026

Jurnalis di Papua Terus Diteror, Kebebasan Pers Masih Sekadar Janji?

Mei 5, 2026

Virus Langka Pecah di Laut: 3 Tewas, Dunia Mulai Khawatir

Mei 5, 2026

Saat Dunia Guncang, Barito Pacific Justru Tancap Gas 200% Lebih

Mei 5, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id