Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ahmad Dhani Hadiri Peringatan 40 Hari PB XIII

by Anisa
Desember 12, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Musisi sekaligus anggota DPR, Ahmad Dhani, menghadiri peringatan 40 hari wafatnya Pakubuwono (PB) XIII di Keraton Surakarta pada Kamis (11/12/2025) malam. Bukan sekadar tamu biasa, Dhani menegaskan dirinya hadir sebagai bagian dari keluarga keraton setelah almarhum PB XIII menganugerahi gelar kepadanya.

“Setelah saya menerima gelar dari almarhum PB XIII, otomatis saya sudah menjadi bagian dari Keraton Solo,” ujar Dhani usai acara. Ia menegaskan bahwa ia wajib menghadiri setiap agenda keraton selama memiliki waktu. Dhani juga meminta maaf karena tidak hadir saat hari wafat PB XIII.

Sikapnya menarik perhatian publik, terutama karena kehadirannya berlangsung di tengah dinamika suksesi Keraton Surakarta yang selama beberapa tahun terakhir memicu polemik internal.


Upacara Panjang Menuju PB XIV

Pangageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, GKR Panembahan Timoer, memimpin doa dan tahlil sebagai pembuka peringatan 40 hari. Selanjutnya, rombongan melanjutkan ziarah ke Imogiri.

Panitia kemudian menggelar upacara adat besar di tujuh titik sakral: Gunung Merapi, Lawu, Parangkusumo, Krendowahono, Brosot, dan dua lokasi lainnya. Mereka memberitahu leluhur bahwa PB XIV resmi jumeneng, atau naik takhta.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Ritual ini menjadi fase penting dalam transisi kerajaan yang telah berumur ratusan tahun. Publik masih menyoroti konflik internal suksesi yang mengiringi pengangkatan PB XIV.

  • Keraton Surakarta: Kehadiran figur publik seperti Dhani memberikan sorotan positif dan memperkuat legitimasi simbolik PB XIV di mata masyarakat.
  • Dhani: Dengan menerima gelar keraton, ia memperluas kapital sosial dan kulturalnya, berguna di ranah politik maupun musik. Panggung baru terbuka baginya, kali ini di ruang tradisi.
  • Publik Jawa, khususnya warga Surakarta: Selama bertahun-tahun mereka menghadapi dinamika suksesi keraton yang menimbulkan ketegangan internal. Kehadiran figur publik tidak langsung menyelesaikan konflik. Masyarakat bahkan bisa menafsirkan kehadiran itu sebagai upaya pemberdayaan tradisi, atau justru pemanfaatan ruang tradisi sebagai panggung tambahan.

Warisan, Politik, dan Ruang yang Tumpang Tindih

Kehadiran Dhani menegaskan batas yang makin kabur antara budaya, politik, dan selebritas. Figur publik semakin sering memasuki ruang tradisi, sementara keraton dengan segala simbol historisnya menjadi magnet bagi mereka yang ingin menautkan diri dengan akar budaya.

Di satu sisi, hal ini menunjukkan daya tarik warisan budaya yang masih besar. Di sisi lain, publik terus mempertanyakan: apakah keraton memberi napas baru pada ruang tradisi, atau hanya menjadikannya panggung bagi pejabat dan figur pop? (red)


Tags: hadiningratkratonPB XIIIRitualSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

by teguh
September 25, 2026

Api kembali muncul di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis 24/9/2026. Petugas sebelumnya terus membasahi titik panas setelah kebakaran besar melanda...

Next Post
Emas Jason Menggetarkan Bangkok Estafet Generasi Baru Renang Indonesia

Emas Jason Menggetarkan Bangkok Estafet Generasi Baru Renang Indonesia

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id