• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Menkes Dorong Aktivasi Otomatis BPJS PBI untuk 120 Ribu Pasien Cuci Darah

Februari 9, 2026
in Nasional, News
A A
Menkes Dorong Aktivasi Otomatis BPJS PBI untuk 120 Ribu Pasien Cuci Darah

Pimpinan DPR mengundang menteri dan pimpinan BPJS untuk membahas penonaktifan kepesertaan BPJS PBI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).(Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah langsung mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi pasien cuci darah. Sekitar 120.000 pasien yang sangat rentan itu berisiko kehilangan layanan hemodialisis jika mereka harus antre mengurus dokumen.

Budi menyampaikan usulan itu dalam rapat kerja bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), ketika membahas kisruh layanan BPJS PBI yang sempat menghentikan akses pasien penyakit katastropik.

RelatedPosts

Capek Perang, Istirahat Sebentar: AS dan Iran Mau duduk bareng

PSSI Awards 2026: Kenapa Jay Idzes Justru Paling Layak?

“Kami mengusulkan SK Kemensos mengatur aktivasi otomatis selama tiga bulan ke depan bagi 120.000 pasien. Pemerintah langsung mengeksekusi tanpa pasien datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Budi.

Risiko Nyawa Pasien Cuci Darah

Pasien gagal ginjal menjalani hemodialisis dua hingga tiga kali seminggu. Jika prosedur itu terhenti, nyawa mereka bisa terancam hanya dalam satu hingga tiga minggu.

Budi menyebut jumlah pasien cuci darah di Indonesia mencapai 200.000 orang, dan setiap tahun bertambah sekitar 60.000 pasien baru. Dari total itu, pemerintah hanya mencatat sekitar 12.000 pasien keluar dari program PBI. Sisanya, sekitar 110.000 pasien, tetap menghadapi risiko serupa, tetapi jarang mendapat perhatian publik.

“Publik ramai membicarakan sebagian kecil pasien, padahal sisanya juga bisa kehilangan layanan dan menghadapi kematian,” tambahnya.

Biaya Kecil, Dampak Hidup Sangat Besar

Menkes menjelaskan pemerintah hanya perlu anggaran sekitar 15 miliar rupiah untuk mengaktifkan kembali kepesertaan PBI selama tiga bulan.

“Dampaknya terhadap nyawa manusia jauh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan. Kita tidak bisa membiarkan pasien menunggu prosedur administratif sementara nyawa mereka terancam,” jelasnya.

DPR RI memanggil Menteri Sosial, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Menkes, dan Menteri Keuangan untuk membahas persoalan ini. Keresahan pasien memuncak, termasuk dialami Dada Lala (34), nama disamarkan, yang awal Februari mendapati kepesertaan PBI-nya mendadak nonaktif.

“Saya sudah sesak napas. Besok harus HD. Kalau besok tidak ada, saya tidak tahu lagi,” ujar Lala saat menjelaskan kondisinya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatiasih, Bekasi. Dia mendatangi puskesmas untuk mengaktifkan kembali kepesertaan, tetapi petugas mengarahkan dia ke Dinas Sosial untuk melengkapi dokumen.

Sistem Harus Menyala, Nyawa Tidak Menunggu Administrasi

Kisruh BPJS PBI menyoroti dilema antara prosedur administratif dan kebutuhan nyawa manusia. Pasien yang bergantung pada layanan katastropik tidak bisa menunda pengobatan. Aktivasi otomatis adalah langkah paling logis untuk menyelamatkan nyawa.

Di balik angka dan SK, ada manusia yang menunggu jarum dialisis dan keluarga yang menahan napas setiap jadwal HD tiba. Kadang, sistem kesehatan tampak lebih peduli pada formulir daripada hidup yang seharusnya dijaga.

Kalau nyawa menunggu, jangan salahkan pasien yang kelelahan, tapi sistem yang terlalu lamban. @dimas

Tags: AktivasibpjsBudi GunadiCuci DarahDPRHemodialisisKesehatanKrisisMenkesMentri KeuanganMentri SosialPasienPBIpelayananPublik
Next Post
Tunjangan Naik, Nurani Tetap Kosong: Pelajaran dari OTT Hakim Depok

Tunjangan Naik, Nurani Tetap Kosong: Pelajaran dari OTT Hakim Depok

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Konsep Otomatis

    Kenapa Kota Makin Ramai, Tapi Manusia Makin Sepi?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kpop Melemah, BTS Datang Layaknya Superhero

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Capek Perang, Istirahat Sebentar: AS dan Iran Mau duduk bareng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkreasi Kini Kena Pajak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PSSI Awards 2026: Kenapa Jay Idzes Justru Paling Layak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.