Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme

by dimas
Februari 6, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Padepokan Agung Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota Madiun, berubah menjadi pusat konsolidasi nasional, Jumat (6/2/2026) petang. PSHT resmi membuka Parapatan Luhur (Parluh) 2026, forum tertinggi organisasi yang akan menentukan arah kebijakan, kepemimpinan, serta wajah PSHT lima tahun ke depan.

Parluh 2026 mengusung tema “Meneguhkan Jati Diri SH Terate untuk Memperkokoh Solidaritas Organisasi dan Memperkuat Jiwa Nasionalisme.” Tema ini mencerminkan kegelisahan sekaligus harapan organisasi terhadap tantangan zaman, mulai dari fragmentasi sosial, tarik-menarik kepentingan politik, hingga pergeseran nilai di kalangan generasi muda.

Ratusan delegasi hadir dari berbagai daerah dan mancanegara. PSHT mengundang perwakilan 375 cabang dari 35 negara, jajaran pengurus pusat, serta seluruh ketua cabang. Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun, serta pimpinan kepolisian daerah mempertegas skala nasional kegiatan ini.

Parluh PSHT 2026: Meneguhkan Jati Diri dan Memperkuat Nasionalisme
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama Ketua Umum PSHT R. Moerdjoko HW dan Ketua Dewan Pusat PSHT Issoebiantoro, Jumat (6/2/2026) malam.

Madiun Kembali Menjadi Jantung Konsolidasi PSHT

Pemilihan Kota Madiun bukan kebetulan. Kota ini menyimpan sejarah panjang kelahiran dan pertumbuhan PSHT. Dengan menggelar Parluh di pusat organisasi, PSHT ingin meneguhkan kembali akar perjuangan sekaligus memperkuat persatuan internal.

Ketua Umum PSHT Kangmas R. Moerdjoko HW menegaskan bahwa Parapatan Luhur merupakan agenda wajib yang digelar setiap lima tahun sekali.

Ini Belum Selesai

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

“Parluh adalah agenda organisasi yang harus dilaksanakan lima tahun sekali. Di dalam PSHT, kita membangun persaudaraan dari hati ke hati. Persaudaraan tidak membedakan ras, suku, maupun agama. Kita membangun persaudaraan sesama umat manusia,” ujar Moerdjoko.

Ia juga menekankan posisi PSHT yang menjaga jarak dari politik praktis.

“PSHT berkomitmen pada ajaran pendiri kami, Ki Hardjo Utomo, yaitu cinta tanah air dan bangsa. PSHT memilih untuk tidak terikat dengan partai politik atau ormas mana pun,” tegasnya.

Sikap tersebut, menurut Moerdjoko, menjadi dasar PSHT dalam merawat hubungan harmonis dengan berbagai perguruan pencak silat, baik yang lahir di Madiun maupun di daerah lain.

Forum Tertinggi Penentu Arah Organisasi

Parapatan Luhur menempati posisi tertinggi dalam struktur PSHT. Forum ini membahas kebijakan nasional, menyempurnakan AD/ART, serta memilih Ketua Umum dan pengurus pusat.

Ketua Dewan Pusat PSHT Kangmas Issoebiantoro menegaskan bahwa Parluh 2026 akan menentukan wajah PSHT ke depan.

“Parapatan Luhur ini akan menentukan kebijakan organisasi lima tahun mendatang. PSHT berkomitmen mendidik manusia berbudi luhur, berperan aktif membangun mental, serta menjaga nilai budaya bangsa,” ujarnya.

Ia berharap Parluh menjadi momentum menemukan kembali jati diri PSHT.

“PSHT harus menemukan jati diri yang sebenarnya. Ini harus menjadi momentum pemersatu bangsa. PSHT bisa menjadi contoh persatuan antarsedulur dari suku bangsa mana pun, sehingga Indonesia tetap guyub rukun dalam satu kesatuan,” tambahnya.

Issoebiantoro juga menekankan pentingnya profesionalisme organisasi agar PSHT mampu menjawab tantangan zaman.

Apresiasi Pemerintah dan Harapan Regenerasi

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi PSHT dalam berkontribusi bagi pencak silat dan masyarakat.

“Saya bangga dengan konsistensi sumbangsih PSHT, baik untuk organisasi pencak silat maupun untuk masyarakat. Semoga Parapatan Luhur berjalan lancar, dan saya berharap generasi muda terus mengambil peran,” ujar Emil.

Pernyataan ini menegaskan posisi PSHT tidak hanya sebagai organisasi bela diri, tetapi juga sebagai aktor sosial yang ikut membentuk karakter generasi muda.

Anggota dan Ekonomi Lokal Jadi Pihak Paling Terdampak

Keputusan yang lahir dari Parluh akan langsung memengaruhi pola pembinaan, kurikulum latihan, program sosial, hingga arah kaderisasi di tingkat cabang dan ranting. Pelatih, siswa, dan pengurus di akar rumput menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Di sisi lain, Parluh 2026 juga memberi efek ekonomi bagi Kota Madiun. Ribuan peserta menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM lokal selama kegiatan yang dijadwalkan berlangsung tiga hari, Jumat hingga Minggu.

Namun, skala besar kegiatan ini juga menghadirkan tanggung jawab besar. Stabilitas keamanan, kedewasaan berorganisasi, serta kualitas keputusan menjadi taruhan utama.

Antara Persaudaraan dan Tantangan Zaman

Parapatan Luhur 2026 berlangsung di tengah derasnya arus digitalisasi, perubahan pola komunikasi, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi organisasi.

PSHT kini berada di persimpangan bertahan dengan pola lama, atau bertransformasi menjadi organisasi modern tanpa kehilangan jati diri.

Parluh seharusnya tidak berhenti pada pergantian struktur kepengurusan. Ia harus melahirkan arah baru yang relevan, membumi, dan berdampak nyata.

Sebab, persaudaraan tidak cukup dijaga lewat slogan. Pada akhirnya, publik akan menilai sederhana apakah Parapatan Luhur melahirkan keputusan yang hidup di tengah anggota, atau hanya kembali menghasilkan dokumen rapi yang jarang benar-benar dijalankan. @dimas

Tags: 2026BangsaBudayaJawa TimurKonsolidasimadiunMassaNasionalNasionalismeOrganisasiPencak Silatpsht

Kamu Melewatkan Ini

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Next Post
Mengintip Potensi UMKM Batik Kawista Winongo yang Mendunia

Mengintip Potensi UMKM Batik Kawista Winongo yang Mendunia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id