Tabooo.id: Bisnis – Kamis pagi ini,Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan dengan senyum tipis. Indeks naik 20,63 poin atau 0,25 persen ke level 8.167,35, sementara LQ45 ikut menguat 0,32 persen ke 835,49.
Namun jangan terkecoh. Senyum pasar masih setengah hati.
Pelaku pasar memilih menunggu sambil menanti rilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Konsensus memperkirakan ekonomi RI tumbuh 5 persen (yoy) melambat dari 2024 yang mencapai 5,3 persen.
Singkatnya: pasar menahan napas.
IHSG Naik, Tapi Belum Tentu Aman
Pengamat pasar modal Reydi Octa memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 8.000–8.300 dalam jangka pendek.
Arah berikutnya sangat bergantung pada satu isu sensitif: kelanjutan dialog Indonesia dengan MSCI.
Jika dialog menunjukkan kemajuan, volatilitas bisa mereda. Namun jika proses mandek, tekanan jual berpotensi kembali menekan pasar.
Artinya, investor tetap bersikap defensif.
BPS juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,2 persen (yoy) dan 1,9 persen (qoq) membaik dari kuartal sebelumnya. Angka ini mencerminkan daya beli masyarakat, belanja pemerintah, hingga denyut sektor riil.
Dampaknya paling terasa bagi investor ritel, pelaku UMKM, dan kelas menengah. Saat ekonomi melambat, saham ikut goyah, konsumsi melemah, dan efek dominonya langsung menyentuh dompet harian.
OJK Main Aman, Pasar Global Ikut Bikin Deg-degan
OJK menargetkan penerapan free float 15 persen secara bertahap selama tiga tahun. Bersama BEI, regulator memilih pendekatan hati-hati dengan mempertimbangkan kesiapan emiten, kondisi pasar, serta daya serap investor.
Dari luar negeri, sentimen global juga belum berpihak.
Pasar kini menunggu data retail sales Eropa Desember 2025 yang diperkirakan tumbuh 2,3 persen (yoy). ECB diprediksi mempertahankan suku bunga di 2,15 persen, sementara Bank of England kemungkinan menahan suku bunga di 3,75 persen.
Wall Street bergerak tak seirama: S&P 500 turun 0,51 persen, Nasdaq terperosok 1,51 persen, sementara Dow Jones justru naik 0,53 persen.
Asia pagi ini ikut melemah. Nikkei, Shanghai, Hang Seng, hingga Strait Times sama-sama tergelincir.
Jadi, kalau IHSG masih hijau hari ini, pasar lebih terlihat bertahan ketimbang benar-benar berpesta.@eko
.




