• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

DPR Nilai Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras Dunia Pendidikan

Februari 4, 2026
in Nasional, News
A A
DPR Nilai Tragedi Siswa SD di NTT Alarm Keras Dunia Pendidikan

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam penyelidikan kasus siswa SD yang diduga bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. (Foto Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, menilai kasus wafatnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai potret kelam pemenuhan hak dasar anak di sektor pendidikan. Ia merespons dugaan bunuh diri siswa tersebut yang dipicu ketidakmampuan membeli buku dan alat tulis.

Menurut Syarief, peristiwa ini menunjukkan masih lebarnya celah dalam sistem pendidikan nasional, terutama dalam melindungi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Peristiwa tersebut merupakan potret buram dunia pendidikan nasional yang menunjukkan masih adanya celah besar dalam pemenuhan hak dasar belajar bagi anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Anggaran Besar, Masalah Tetap Terjadi

Syarief menyoroti besarnya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan dan bantuan sosial. Dengan anggaran sebesar itu, ia menilai pemerintah seharusnya mampu memastikan seluruh siswa memperoleh kebutuhan dasar untuk bersekolah.

Ia menegaskan, negara tidak boleh membiarkan anak kehilangan akses pendidikan hanya karena tidak mampu membeli buku atau alat tulis.

“Sejauh yang kami ketahui, anggaran pendidikan dari APBN itu besar. Karena itu, kebutuhan dasar seperti buku dan alat tulis seharusnya bisa terpenuhi,” tegasnya.

Ia menilai, jika kasus seperti ini masih terjadi, maka ada persoalan serius dalam tata kelola dan distribusi bantuan pendidikan.

DPR Dorong Audit Penyaluran Bantuan

Selain menyoroti anggaran, Syarief mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menelusuri ada atau tidaknya kelalaian dalam penyaluran bantuan pendidikan.

Menurutnya, pengusutan ini penting agar negara tidak terlihat abai terhadap nasib anak-anak miskin.

“Kita perlu memastikan apakah bantuan pendidikan sudah tepat sasaran dan apakah ada pendampingan bagi anak-anak yang mengalami tekanan berat akibat kemiskinan,” tambahnya.

Ia juga meminta pemerintah mendata ulang kondisi ekonomi siswa, khususnya di NTT dan wilayah lain dengan tingkat kemiskinan tinggi. Selain itu, ia mendorong penguatan program perlengkapan sekolah gratis agar menjangkau seluruh siswa yang membutuhkan.

Peran Guru dan Sekolah Jadi Kunci

Syarief menekankan pentingnya peran guru dan kepala sekolah dalam memantau kondisi psikologis peserta didik. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak.

“Jangan sampai kita kehilangan generasi hanya karena kemiskinan dan kelalaian sistem,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah harus memastikan sekolah memiliki mekanisme pendampingan bagi siswa yang menunjukkan tanda-tanda tekanan berat.

RelatedPosts

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Michael Bambang Hartono Wafat di Usia 86 Tahun, Ini Profil dan Kiprah Bisnisnya

Kisah YBS dan Lingkaran Kemiskinan

Kematian YBS (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengguncang banyak pihak. Bocah itu diduga mengakhiri hidupnya setelah putus asa karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000.

Saat YBS meminta uang kepada ibunya, MGT (47), sang ibu menjawab bahwa keluarga mereka tidak memiliki uang.

Bagi keluarga tersebut, nominal Rp 10.000 bukan angka kecil. MGT bekerja sebagai petani sekaligus buruh serabutan. Ia membesarkan lima anak seorang diri setelah menjadi janda.

Untuk meringankan beban ibunya, YBS tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun di sebuah pondok sederhana. Tidak jauh dari pondok itulah, pada Kamis (29/1/2026), YBS ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di dahan pohon cengkih.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kasus ini paling keras menghantam anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, terutama di daerah terpencil. Mereka menghadapi risiko ganda: kemiskinan struktural dan lemahnya jangkauan bantuan negara.

Di sisi lain, masyarakat luas ikut menanggung dampak sosial berupa hilangnya kepercayaan terhadap klaim pendidikan gratis yang selama ini digaungkan pemerintah.

Tragedi ini menampar banyak pihak. Ketika negara mengklaim pendidikan gratis, tetapi seorang anak masih menyerah karena tidak mampu membeli buku, maka yang perlu dipertanyakan bukan lagi niat kebijakan, melainkan keberanian untuk memastikan kebijakan itu benar-benar bekerja. @dimas

Tags: AnakBantuanDPRGratisHakKemiskinanKomisi XNgadaNTTPendidikanPerlindunganSDSiswaYBS
Next Post
Iran Siap Negosiasi dengan Trump di Tengah Aksi Militer AS

Iran Siap Negosiasi dengan Trump di Tengah Aksi Militer AS

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.