Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kekosongan Kekuasaan Picu Munculnya Geng Bersenjata di Jalur Gaza

by dimas
Januari 31, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kelompok-kelompok bersenjata terus menjamur di Jalur Gaza. Mereka bergerak di antara puing-puing kota, memanfaatkan kekosongan kekuasaan, serta menggunakan senjata yang dilaporkan berasal dari Israel. Target serangan mereka tidak hanya Hamas, tetapi juga warga sipil Palestina.

Menurut laporan media Saudi Asharq Al-Awsat, sejumlah kelompok kriminal kini beroperasi secara terbuka. Salah satu kelompok yang paling dikenal bernama Helles Gang. Kelompok ini memaksa warga Palestina meninggalkan sebuah blok perumahan atas permintaan Israel.

Akibatnya, konflik Gaza kini menampilkan wajah baru. Pertempuran tidak lagi hanya melibatkan Israel dan Hamas, tetapi juga berubah menjadi bentrokan brutal antar-faksi bersenjata di dalam wilayah Palestina sendiri.

Hamas Membalas dengan Penyergapan

Ketegangan meningkat tajam pada Senin (26/1/2026) pagi. Hamas menyergap sejumlah anggota Helles Gang di pinggiran Gaza City. Hamas melancarkan aksi tersebut setelah menerima laporan pembunuhan terhadap anggota mereka dan warga sipil oleh kelompok bersenjata.

Sementara itu, The Independent pada Kamis (29/1/2026) melaporkan bahwa kelompok bersenjata non-negara menembak beberapa warga Palestina saat mereka mendekati garis kuning di wilayah Shejaia dan Tuffah.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Selain itu, kekerasan ini terus menambah daftar korban sipil di Gaza. Selama berbulan-bulan, warga setempat hidup di bawah bombardir Israel sekaligus terjebak dalam krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Kekosongan Kekuasaan Melahirkan Geng Baru

Melemahnya Hamas akibat serangan udara Israel membuka ruang kosong dalam struktur keamanan Gaza. Selanjutnya, kelompok-kelompok bersenjata baru dengan cepat mengisi ruang tersebut.

Mereka tidak hanya berebut wilayah, tetapi juga memperebutkan pengaruh dan sumber daya. Bahkan, beberapa kelompok secara aktif memburu tokoh-tokoh senior Hamas.

Lebih jauh, laporan Asharq Al-Awsat menyebut sebagian kelompok ini menerima dukungan langsung dari Israel. Dugaan tersebut memperkuat anggapan bahwa Israel tidak hanya bertempur secara terbuka, tetapi juga menjalankan strategi perang bayangan.

Dari Perampasan Bantuan hingga Pasukan Bayangan

Salah satu kelompok yang sempat menarik perhatian Israel dipimpin Yasser Abu Shabab. Ia dikenal karena merampas bantuan kemanusiaan, lalu membentuk kelompok bersenjata di wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Israel.

Namun, Hamas kemudian membunuh Abu Shabab. Setelah itu, Ghassan al-Dahini mengambil alih kepemimpinan kelompok tersebut.

Di sisi lain, kelompok yang menamakan diri “Pasukan Rakyat” atau “Kontraterorisme” juga muncul. Mereka secara terbuka melancarkan serangan terhadap Hamas dan faksi lain.

Selain itu, kelompok Shawqi Abu Nseira serta jaringan Housam al-Astal turut mencuat. Kelompok-kelompok ini dituding menunjukkan loyalitas yang kuat kepada Israel.

Pembunuhan Terencana dan Dugaan Keterlibatan Intelijen

Rangkaian pembunuhan terhadap aparat Hamas terus berlanjut. Kelompok Shawqi Abu Nseira menembak mati Ahmed ZamZam, perwira Dinas Keamanan Internal Hamas, di kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah.

Kemudian, pada 12 Januari, kelompok pimpinan Housam al-Astal membunuh kepala investigasi Hamas, Mahmoud al-Astal, di Khan Younis dalam sebuah operasi terencana.

Sumber Asharq Al-Awsat menyebut para anggota geng memperoleh senjata dan pasokan makanan dari Israel. Selain itu, mereka menggunakan pistol berperedam suara dan kamera tubuh saat beraksi.

Lebih lanjut, sumber yang sama menyatakan para pemimpin kelompok tersebut menerima pelatihan dari Mossad dan direkrut oleh dinas keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet.

Jurnalis Ikut Menjadi Korban

Kekacauan ini tidak hanya menelan korban dari kalangan militan. Tahun lalu, klan Dughmush membunuh jurnalis Palestina berusia 28 tahun, Saleh Al-Jafarawi, di tengah bentrokan di kawasan Sabra.

Warga kemudian menemukan jenazah Al-Jafarawi di bagian belakang sebuah truk. Saat itu, ia masih mengenakan rompi bertuliskan “press”.

Peristiwa ini menegaskan bahwa Gaza kini berubah menjadi ruang tanpa batas jelas antara medan perang dan kehidupan sipil.

Warga Sipil Paling Terjepit

Di tengah perebutan pengaruh, warga Gaza menanggung beban paling berat. Mereka menghadapi bombardir Israel, kekerasan antar-faksi, kelangkaan pangan, dan runtuhnya sistem keamanan.

Pada akhirnya, konflik di Gaza tidak lagi berbentuk satu garis lurus antara dua pihak. Sebaliknya, konflik ini menjelma menjadi labirin kekerasan dengan banyak aktor dan sedikit aturan.

Ketika senjata terus berpindah tangan, satu pertanyaan terus menggantung siapa yang benar-benar melindungi warga sipil?

Di Gaza hari ini, jawaban atas pertanyaan itu semakin sulit ditemukan. @dimas

Tags: BersenjataGazaHamasIsraelKeamanan NegaraKemanusiaanKonflik DuniaPalestinaperang

Kamu Melewatkan Ini

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
NU Rayakan Harlah ke-100 di Istora, Ribuan Warga Nahdliyin Hadir

NU Rayakan Harlah ke-100 di Istora, Ribuan Warga Nahdliyin Hadir

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id