Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

NU Rayakan Harlah ke-100 di Istora, Ribuan Warga Nahdliyin Hadir

by dimas
Januari 31, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Nahdlatul Ulama (NU) menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Sabtu (31/1/2026) di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin terus berdatangan, mengubah kawasan Senayan menjadi lautan sarung, peci, dan bendera hijau-putih.

Hujan ringan yang mengguyur Jakarta tidak menghalangi langkah jamaah. Hingga pukul 08.41 WIB, arus kedatangan peserta masih terlihat padat. Panitia membuka registrasi sejak pukul 06.00 WIB, menandai dimulainya rangkaian peringatan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Momentum ini tidak sekadar seremoni keagamaan. NU memanfaatkannya sebagai panggung konsolidasi umat sekaligus etalase kekuatan sosial-politik yang selama ini menjadi salah satu penopang utama demokrasi Indonesia.

Istighosah, Doa, dan Rapat Akbar

Rangkaian acara dimulai dengan istighosah kubro, mahallul qiyam, dan doa bersama pada pukul 07.00-08.00 WIB. Ribuan jamaah mengikuti lantunan doa secara khusyuk, memohon keberkahan bagi NU dan bangsa.

Setelah itu, massa bergerak mengikuti rapat akbar hingga sekitar pukul 08.40 WIB. Suasana di dalam Istora semakin penuh, menandakan tingginya animo warga NU dari berbagai daerah.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Di sela kegiatan, panitia juga membuka penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera. Jamaah dapat menyalurkan bantuan secara tunai maupun melalui pemindaian QR Code. Di tengah perayaan, NU sekaligus menegaskan peran sosialnya: hadir bukan hanya saat senang, tetapi juga saat sesama membutuhkan.

Tema Besar dan Kehadiran Presiden

Peringatan Harlah ke-100 NU tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia.” Tema tersebut menegaskan ambisi NU untuk tetap menjadi aktor kunci dalam menjaga arah perjalanan bangsa.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dan memberikan arahan pada pukul 09.50 WIB. Kehadiran kepala negara memberi sinyal kuat bahwa NU tetap menjadi mitra strategis pemerintah.

Selain Prabowo, sejumlah pejabat tinggi negara juga dijadwalkan datang, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Praktikno, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Di sisi lain, hingga pagi hari, jajaran puncak PBNU seperti Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar belum tampak di lokasi.

Konsolidasi Besar NU

Sebelumnya, Gus Yahya menyampaikan bahwa seluruh unsur pimpinan dan badan otonom NU akan hadir dalam puncak peringatan ini. Ia memproyeksikan jumlah peserta mencapai 8.000 hingga 10.000 orang.

“Segenap jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, baik Tanfidziyah maupun Syuriyah, lembaga-lembaga, Mustasyar, A’wan, serta seluruh badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, dan lainnya akan hadir,” ujar Gus Yahya.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia mencerminkan daya mobilisasi NU yang masih sangat besar, sekaligus menunjukkan mengapa suara organisasi ini selalu diperhitungkan dalam setiap kontestasi politik dan kebijakan publik.

Dua Kali Rayakan Satu Abad

NU lahir pada 16 Rajab 1344 Hijriah atau bertepatan dengan 31 Januari 1926. Pada 2023, NU lebih dulu menggelar peringatan satu abad berdasarkan kalender Hijriah di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Beberapa waktu lalu kita sudah menyelenggarakan peringatan hari lahir satu abad Nahdlatul Ulama menurut kalender Hijriah di Sidoarjo,” tambahnya.

Peringatan versi masehi hari ini melengkapi tonggak sejarah tersebut, sekaligus menjadi penanda bahwa NU memasuki abad kedua dengan beban dan harapan yang jauh lebih besar.

Di tengah sorak perayaan, jutaan warga NU masih bergulat dengan persoalan klasik kemiskinan, akses pendidikan, dan ketimpangan layanan dasar.

Satu abad NU telah membuktikan daya tahannya. Kini pertanyaannya bukan lagi seberapa besar NU, melainkan seberapa jauh NU mampu mengubah nasib umat di tengah kerasnya realitas.

Sebab, usia boleh menua, tetapi jika keberpihakan ikut menua, maka peradaban mulia hanya akan tinggal slogan. @dimas

Tags: Gus YahyaIslamNahdlatul UlamaNUNusantaraPeradabanPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
AS Kerahkan 10 Kapal Perang ke Timur Tengah, Tekanan ke Iran Meningkat

AS Kerahkan 10 Kapal Perang ke Timur Tengah, Tekanan ke Iran Meningkat

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id