Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Purboyo Jadi Pakoe Boewono XIV

by dimas
Januari 30, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo menetapkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo bergelar Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIV. Majelis hakim mengabulkan sebagian permohonan pemohon terkait penggantian nama dalam Perkara Nomor 178/Pdt.P/2025/PN Skt.

Humas PN Solo, Aris Gunawan, menegaskan bahwa putusan ini resmi keluar pada 21 Januari 2026.

“Nama dalam KTP yang semula tercantum sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Purboyo kini berubah menjadi Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIV,” tegas Aris, Kamis (29/1/2026).

Pengadilan memerintahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Solo memperbarui data kependudukan dan menerbitkan KTP baru. Pemohon membayar biaya administrasi sebesar Rp 184.000. Majelis hakim menolak sebagian permohonan lainnya sehingga keputusan bersifat selektif.

Konflik Internal Kraton Meningkat

Penetapan ini muncul di tengah konflik internal Kraton Kasunanan Surakarta yang memanas pasca wafatnya Pakoe Boewono XIII. Dualisme klaim takhta terjadi antara KGPH Purboyo dan KGPH Hangabehi, menciptakan ketegangan di lingkungan kraton.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Gelar SISKS Pakubuwono menandai posisi tertinggi di kraton. Secara tradisi, gelar ini berarti “penopang bumi” atau pusat alam semesta. Bagi warga dan pengurus kraton, penetapan ini bukan sekadar perubahan administratif, tapi juga menentukan legitimasi kepemimpinan spiritual dan budaya di Solo.

Dampak Langsung Bagi Masyarakat

Perubahan nama dan gelar raja memengaruhi administrasi kependudukan, pengelolaan dana kraton, serta legitimasi acara adat yang dipimpin raja. Warga dan pejabat kraton kini menyesuaikan dokumen resmi serta protokol acara sesuai keputusan pengadilan.

Sebagian masyarakat, khususnya pendukung KGPH Hangabehi, merasa ambigu dan terpicu ketegangan politik lokal. Situasi “raja kembar” yang awalnya hanya ramai di lingkungan keraton kini menyita perhatian publik dan media.

Refleksi: Tradisi Bertemu Hukum

Kasus ini memperlihatkan bagaimana tradisi dan hukum modern saling bertemu. Gelar raja, yang diwariskan turun-temurun selama berabad-abad, kini harus melalui proses hukum formal agar diakui negara. Bagi masyarakat Solo, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa legitimasi adat dan kepastian hukum harus berjalan bersamaan, meski menimbulkan gesekan politik dan sosial. @dimas

Tags: Konflik DuniakratonKraton SurakartaKriminal & HukumPakoe Boewono XIVPerubahanSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Tradisi Tidak Cukup Dikenang, Siapa yang Akan Menjaganya?

Tradisi Tidak Cukup Dikenang, Siapa yang Akan Menjaganya?

by eko
Agustus 22, 2026

Tradisi tidak cukup hanya dikenang. Regenerasi menjadi kunci agar budaya tetap hidup dan selalu memiliki generasi yang siap menjaganya. Tabooo.id...

Canthik Rajamala: Wajah Garang yang Menjaga Perjalanan Jawa

Canthik Rajamala: Wajah Garang yang Menjaga Perjalanan Jawa

by eko
Agustus 20, 2026

Canthik Rajamala menyimpan cerita tentang perjalanan, perlindungan, dan identitas budaya Jawa. Mengapa wajah garang ini menempati bagian depan perahu? Tabooo.id...

Gamelan Berbunyi, Tradisi Nginang Kembali Mengikat Kenangan

Gamelan Berbunyi, Tradisi Nginang Kembali Mengikat Kenangan

by eko
Agustus 20, 2026

Lastri, 65 tahun, warga Sukoharjo, terus mengikuti tradisi nginang saat Sekaten sejak sang ibu mengenalkannya pada usia 15 tahun. Tabooo.id...

Next Post
Kutu Loncat Politik: Rusdi Masse Move On ke PSI

Kutu Loncat Politik: Rusdi Masse Move On ke PSI

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id