Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lonjakan WNI di Kamboja, Pemerintah Diminta Perketat Seleksi Pemulangan

by dimas
Januari 29, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Lonjakan ribuan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja yang meminta pulang ke Tanah Air memicu alarm serius di Senayan. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, mendesak pemerintah menerapkan seleksi ketat dan pendalaman menyeluruh sebelum memulangkan setiap WNI.

Hingga Sabtu (24/1/2026), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mencatat 2.277 WNI telah melapor untuk meminta bantuan kepulangan. Lonjakan itu terjadi setelah Pemerintah Kamboja menggencarkan operasi besar-besaran terhadap pusat penipuan daring di berbagai wilayah.

Bagi Nihayatul, angka tersebut bukan sekadar statistik kemanusiaan. Ia menilai persoalan ini menyentuh langsung isu penegakan hukum, keamanan siber, dan citra Indonesia di mata dunia.

“Kalau pemerintah memulangkan semua orang tanpa seleksi ketat dan pendalaman, negara justru melemahkan penegakan hukum dan membuka ruang bagi kejahatan siber lintas negara,” ujar Nihayatul, Kamis (29/1/2026).

Memilah Korban dan Pelaku

Nihayatul menegaskan negara tetap wajib melindungi WNI di luar negeri, termasuk di Kamboja. Namun, perlindungan itu tidak boleh berubah menjadi pembiaran terhadap tindak pidana.

Ini Belum Selesai

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Aksi Mahasiswa di Yogyakarta: Gedung Dewan Terbuka, Jawaban Kebijakan Masih Dinanti

Ia meminta pemerintah secara tegas membedakan WNI yang benar-benar menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan WNI yang secara sadar terlibat dalam penipuan daring.

“Negara tidak boleh abai terhadap keselamatan warganya. Tetapi negara juga tidak boleh memberi kesan mengampuni kejahatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, korban TPPO harus memperoleh pemulihan, pendampingan, dan perlindungan penuh. Di sisi lain, aparat penegak hukum harus memproses WNI yang terbukti menjadi pelaku sesuai aturan.

“Korban perlu dipulihkan, bukan distigma. Tetapi pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Negara harus bersikap tegas,” tambahnya.

Ribuan WNI Datangi KBRI

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat lonjakan laporan sejak 16 Januari 2026, seiring dimulainya operasi intensif aparat Kamboja terhadap jaringan online scam.

Dalam periode 16–24 Januari 2026 hingga pukul 23.59 waktu setempat, sebanyak 2.277 WNI mendatangi KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan pulang. Pada 24 Januari saja, jumlah pelapor mencapai 122 orang. Angka ini menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya yang sempat menembus lebih dari 200 orang per hari.

KBRI Phnom Penh kini terus meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia serta dengan otoritas Kamboja. Langkah ini bertujuan memastikan pendataan dan verifikasi berjalan akurat.

Dilema Kemanusiaan dan Penegakan Hukum

Tim dari Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI telah tiba di Phnom Penh. Mereka membantu pendataan, asesmen kasus, dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen.

Upaya ini mempercepat proses teknis di lapangan. Namun, negara tetap berada di persimpangan antara kewajiban kemanusiaan dan tuntutan penegakan hukum.

Jika negara terlalu longgar, Indonesia berisiko dicap sebagai “tempat aman” bagi pelaku kejahatan siber. Sebaliknya, jika negara terlalu keras tanpa verifikasi, korban TPPO bisa terabaikan.

Di sinilah seleksi ketat menjadi kunci. Sebab, memulangkan semua orang tanpa saringan bukan sekadar urusan tiket pulang. Kebijakan itu juga menyampaikan pesan tentang sikap negara. Pesan yang seharusnya tegas Indonesia melindungi warganya, tetapi tidak melindungi kejahatannya. @dimas

Tags: DPR RIkambojakbriKeamanan NegaraNasionalOnlinePemulanganScamSiber

Kamu Melewatkan Ini

Nasir Djamil: Cairan Narkotika yang Dilarang, Bukan Perangkat Vape

Nasir Djamil: Cairan Narkotika yang Dilarang, Bukan Perangkat Vape

by teguh
Oktober 18, 2026

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta aparat menindak peredaran cairan narkotika melalui vape tanpa menyamaratakan perangkat rokok elektrik....

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih: Ambisi Ekonomi Desa atau Ujian Tata Kelola?

by teguh
Oktober 17, 2026

Ada satu pertanyaan yang perlu pemerintah jawab sebelum memperluas fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siapa yang menjamin keamanan gaji ASN...

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih pada 2026: DPR Pertanyakan Dasar Hukumnya

Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih pada 2026: DPR Pertanyakan Dasar Hukumnya

by teguh
Oktober 16, 2026

Rencana pemerintah menyalurkan gaji ASN melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memunculkan pertanyaan tentang dasar hukum dan mekanisme pelaksanaannya. DPR...

Next Post
Komjak Tekan Kejaksaan Agung Koreksi Penerapan Hukum Kasus Hogi

Komjak Tekan Kejaksaan Agung Koreksi Penerapan Hukum Kasus Hogi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id