Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Kembali Periksa Gus Alex, Jejak Uang Kuota Haji Makin Jelas

by dimas
Januari 29, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa eks Staf Khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen KPK membongkar praktik yang diduga memperdagangkan jatah ibadah umat demi keuntungan segelintir elite.

Pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 09.35 WIB, Gus Alex tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Selanjutnya, ia langsung memenuhi panggilan penyidik.

“Benar, hari ini KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap saudara IAA dalam lanjutan penyidikan perkara kuota haji,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Menurut Budi, penyidik memfokuskan pemeriksaan pada penghitungan kerugian keuangan negara. Selain itu, KPK melibatkan auditor negara untuk memastikan besaran kerugian.

“Saksi hadir, pemeriksaan fokus dalam rangka penghitungan keuangan negara oleh auditor negara,” tambahnya.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Jejak Pemeriksaan dan Aliran Uang

Sebelumnya, KPK memeriksa Gus Alex pada Senin (26/1/2026). Setelah keluar dari ruang pemeriksaan, Gus Alex memilih membatasi pernyataan.

“Tanya penyidik saja nanti. Terima kasih ya, mohon izin,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menggali pengetahuan Gus Alex tentang dugaan aliran uang dari biro travel haji ke oknum Kementerian Agama (Kemenag). Karena itu, KPK menilai keterangan tersebut penting untuk memetakan jalur dana dan mengidentifikasi pihak penerima.

“Pemeriksaan terhadap saudara IAA dimintai soal pengetahuannya mengenai dugaan aliran uang dari para biro travel kepada pihak-pihak di Kementerian Agama, termasuk dugaan aliran uang yang melalui saudara IAA,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi menegaskan keterangan itu membuka jalan bagi penyidik menelusuri skema transaksi kuota tambahan.

“Ini menjadi keterangan penting untuk mengetahui proses, alur, dan pihak-pihak yang diduga menerima aliran uang,” tegasnya.

Status Hukum dan Kerugian Negara

Sementara itu, KPK telah menetapkan Gus Yaqut dan Gus Alex sebagai tersangka. Penyidik menjerat keduanya dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor.

Saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung nilai kerugian negara. Oleh karena itu, KPK akan memakai hasil perhitungan tersebut dalam proses penuntutan.

“BPK masih terus melakukan kalkulasi untuk menghitung besarnya nilai kerugian keuangan negara,” pungkasnya.

Dampak bagi Jemaah dan Kepercayaan Publik

Kasus ini langsung menyentuh jutaan calon jemaah haji yang harus mengantre bertahun-tahun. Akibatnya, dugaan manipulasi kuota berpotensi memperpanjang masa tunggu dan memicu pungutan tidak resmi.

Di sisi lain, perkara ini kembali menyeret Kementerian Agama ke sorotan publik. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola haji ikut dipertaruhkan.

Kini, publik menunggu langkah KPK mengusut aktor lain di balik dugaan permainan kuota.

Sebab ketika jatah ibadah berubah menjadi komoditas, maka wajar jika publik bertanya masih adakah ruang yang benar-benar bersih dari korupsi? @dimas

Tags: KasusKementerian AgamaKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumKuota HajiNasionalSkandal

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Next Post
Lonjakan WNI di Kamboja, Pemerintah Diminta Perketat Seleksi Pemulangan

Lonjakan WNI di Kamboja, Pemerintah Diminta Perketat Seleksi Pemulangan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id