Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Kembali Periksa Gus Alex, Jejak Uang Kuota Haji Makin Jelas

by dimas
Januari 29, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa eks Staf Khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen KPK membongkar praktik yang diduga memperdagangkan jatah ibadah umat demi keuntungan segelintir elite.

Pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 09.35 WIB, Gus Alex tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Selanjutnya, ia langsung memenuhi panggilan penyidik.

“Benar, hari ini KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap saudara IAA dalam lanjutan penyidikan perkara kuota haji,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Menurut Budi, penyidik memfokuskan pemeriksaan pada penghitungan kerugian keuangan negara. Selain itu, KPK melibatkan auditor negara untuk memastikan besaran kerugian.

“Saksi hadir, pemeriksaan fokus dalam rangka penghitungan keuangan negara oleh auditor negara,” tambahnya.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Jejak Pemeriksaan dan Aliran Uang

Sebelumnya, KPK memeriksa Gus Alex pada Senin (26/1/2026). Setelah keluar dari ruang pemeriksaan, Gus Alex memilih membatasi pernyataan.

“Tanya penyidik saja nanti. Terima kasih ya, mohon izin,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menggali pengetahuan Gus Alex tentang dugaan aliran uang dari biro travel haji ke oknum Kementerian Agama (Kemenag). Karena itu, KPK menilai keterangan tersebut penting untuk memetakan jalur dana dan mengidentifikasi pihak penerima.

“Pemeriksaan terhadap saudara IAA dimintai soal pengetahuannya mengenai dugaan aliran uang dari para biro travel kepada pihak-pihak di Kementerian Agama, termasuk dugaan aliran uang yang melalui saudara IAA,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi menegaskan keterangan itu membuka jalan bagi penyidik menelusuri skema transaksi kuota tambahan.

“Ini menjadi keterangan penting untuk mengetahui proses, alur, dan pihak-pihak yang diduga menerima aliran uang,” tegasnya.

Status Hukum dan Kerugian Negara

Sementara itu, KPK telah menetapkan Gus Yaqut dan Gus Alex sebagai tersangka. Penyidik menjerat keduanya dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor.

Saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung nilai kerugian negara. Oleh karena itu, KPK akan memakai hasil perhitungan tersebut dalam proses penuntutan.

“BPK masih terus melakukan kalkulasi untuk menghitung besarnya nilai kerugian keuangan negara,” pungkasnya.

Dampak bagi Jemaah dan Kepercayaan Publik

Kasus ini langsung menyentuh jutaan calon jemaah haji yang harus mengantre bertahun-tahun. Akibatnya, dugaan manipulasi kuota berpotensi memperpanjang masa tunggu dan memicu pungutan tidak resmi.

Di sisi lain, perkara ini kembali menyeret Kementerian Agama ke sorotan publik. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola haji ikut dipertaruhkan.

Kini, publik menunggu langkah KPK mengusut aktor lain di balik dugaan permainan kuota.

Sebab ketika jatah ibadah berubah menjadi komoditas, maka wajar jika publik bertanya masih adakah ruang yang benar-benar bersih dari korupsi? @dimas

Tags: KasusKementerian AgamaKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumKuota HajiNasionalSkandal

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

Next Post
Lonjakan WNI di Kamboja, Pemerintah Diminta Perketat Seleksi Pemulangan

Lonjakan WNI di Kamboja, Pemerintah Diminta Perketat Seleksi Pemulangan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id