Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang 2026 dan menyoroti dugaan praktik transaksional di lingkungan pendidikan.

Tabooo.id: Purwokerto – Gerbang kampus semestinya membuka jalan menuju masa depan. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mengusut dugaan transaksi uang dalam proses penerimaan mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (20/8/2026). Operasi itu menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik mengamankan 14 orang. Sebanyak 12 orang mereka amankan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan dua lainnya di Jakarta.

“12 orang yang diamankan di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas. Selanjutnya, tujuh orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk permintaan keterangan lebih lanjut,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Dua orang lainnya langsung menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Total, sembilan orang kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan di Jakarta.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Rektor dan Dua Wakil Rektor Ikut Terseret

OTT tersebut menyentuh lingkaran pimpinan kampus.

Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan penyidik menangkap Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq.

“Ada Rektor juga,” kata Setyo kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Selain Akhmad Sodiq, penyidik juga membawa Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.

Nama Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof. Waluyo Handoko turut muncul dalam perkembangan perkara.

Namun, Setyo belum memastikan status keduanya. Ia juga belum memperoleh informasi terbaru mengenai pihak yang menjalani pemeriksaan di Jakarta.

KPK kini mengurai peran setiap pihak. Penyidik juga menelusuri aliran uang serta hubungannya dengan proses penerimaan mahasiswa baru.

Uang Ratusan Juta di Tengah Seleksi

KPK mengaitkan OTT tersebut dengan dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Dalam operasi itu, penyidik menyita uang tunai ratusan juta rupiah.

“Barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah,” ujar Budi.

Uang tersebut belum menjelaskan seluruh konstruksi perkara. KPK masih harus membuktikan siapa pemberi, siapa penerima, untuk kepentingan apa, serta bagaimana transaksi itu memengaruhi proses penerimaan mahasiswa.

Persoalannya menjadi serius karena transaksi itu diduga muncul di pintu masuk pendidikan tinggi.

Penerimaan mahasiswa menentukan siapa yang memperoleh kesempatan belajar di perguruan tinggi. Sistem seleksi seharusnya menempatkan aturan, kemampuan, dan mekanisme akademik sebagai dasar keputusan.

Jika uang ikut menentukan hasil, persoalannya melampaui dugaan korupsi.

Praktik tersebut juga dapat merusak kepercayaan terhadap sistem pendidikan.

Ketika Uang Masuk ke Gerbang Pendidikan

KPK menyayangkan dugaan korupsi terjadi di lingkungan pendidikan.

Budi menilai kampus tidak hanya bertugas mengajarkan ilmu pengetahuan. Institusi pendidikan juga harus menanamkan nilai dan karakter.

“Transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa,” ujar Budi.

Pernyataan itu membuka persoalan yang lebih luas.

Banyak keluarga menganggap perguruan tinggi sebagai investasi masa depan. Mereka menyiapkan biaya, waktu, dan tenaga agar anak mereka bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.

Persaingan masuk kampus pun tidak ringan.

Karena itu, dugaan transaksi pada tahap penerimaan mahasiswa dapat menciptakan ketidakadilan sejak awal. Calon mahasiswa yang mengandalkan kemampuan akademik harus menghadapi sistem yang diduga memberi ruang bagi kepentingan uang.

Bukan Hanya Soal Pejabat

Publik tentu menunggu jawaban tentang siapa yang akan menjadi tersangka.

Namun, perkara ini memiliki pertanyaan yang lebih besar.

Bagaimana transaksi bisa masuk ke dalam proses penerimaan mahasiswa baru?

KPK juga perlu mengungkap pola transaksi, pihak yang terlibat, serta celah dalam mekanisme seleksi yang memungkinkan uang memengaruhi proses penerimaan mahasiswa.

Pertanyaan tersebut penting karena penindakan tidak cukup hanya menghukum pelaku.

KPK juga perlu membongkar celah yang memungkinkan praktik tersebut muncul. Kampus pun perlu mengevaluasi mekanisme penerimaan agar sistem tidak bergantung pada integritas individu semata.

Ini bukan sekadar perkara orang yang tertangkap. Ini soal sistem yang mungkin memberi ruang bagi transaksi.

KPK Masih Menguji Peran Masing-Masing

KPK masih memeriksa seluruh pihak yang diamankan.

Lembaga antirasuah memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum mereka sesuai ketentuan hukum acara pidana.

Hingga Jumat (21/8/2026), KPK belum mengumumkan pihak yang menjadi tersangka.

Karena itu, publik tetap harus menempatkan seluruh pihak dalam kerangka praduga tak bersalah. Proses hukum perlu berjalan sebelum seseorang mendapat status bersalah secara hukum. Prinsip ini juga menjadi bagian penting dalam pemberitaan perkara hukum.

OTT ke-19, Alarm untuk Kampus

Kasus Unsoed menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang 2026.

Sebelumnya, KPK telah melakukan sejumlah OTT dalam perkara yang melibatkan kepala daerah dan pejabat. Kini, sektor pendidikan kembali masuk dalam radar penindakan lembaga antirasuah.

Kasus ini seharusnya tidak berhenti ketika KPK mengumumkan tersangka.

Kampus perlu memeriksa kembali mekanisme penerimaan mahasiswa. Publik juga perlu mengetahui apakah sistem tersebut memiliki celah yang memungkinkan transaksi masuk ke dalam proses seleksi.

Sebab, kampus bukan sekadar gedung tempat mahasiswa belajar.

Di dalamnya ada harapan keluarga, masa depan mahasiswa, dan kepercayaan masyarakat.

Ketika dugaan transaksi muncul di gerbang masuknya, yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan seorang pejabat.

Yang ikut dipertaruhkan adalah keyakinan bahwa pendidikan masih menjadi jalan yang adil menuju masa depan.

Pertanyaan akhirnya sederhana:

Jika uang dapat memengaruhi pintu masuk pendidikan, nilai apa yang sedang kita wariskan kepada generasi berikutnya? @dimas

Tags: Korupsi PendidikanKPKOTT KPKPenerimaan Mahasiswa BaruUnsoed

Kamu Melewatkan Ini

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

KPK menyita aset Rp5,47 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BNPB. Lima tersangka terseret dugaan suap dan konflik kepentingan. Tabooo.id...

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

OTT Bupati Klaten: KPK Tetapkan Tersangka, Rp1,9 Miliar Jadi Barang Bukti

by teguh
Oktober 16, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan penanganan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ke tahap penyidikan....

Next Post
Karhutla Kalimantan Menggila, Asap Ancam Langit dan Paru-paru

Karhutla Kalimantan Menggila, Asap Ancam Langit dan Paru-paru

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id