Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jejak Kekuasaan di Jalan Setiyaki Kota Madiun

by sigit
Januari 28, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Malam ini Jalan Setiyaki tampak lebih lengang dari biasanya. Di sisi jalan, pintu butik tertutup rapat, sementara garasi rumah di sampingnya ikut terkunci. Namun demikian, beberapa pria berjaket cokelat sudah berdiri tenang di depan pagar. Mereka tidak berteriak. Tidak pula menarik perhatian. Bahkan tanpa sorot kamera, kehadiran mereka sudah cukup membuat suasana berubah.

Tak lama berselang, pintu akhirnya terbuka. Dari balik ruang yang selama ini sunyi, dua mobil mewah perlahan bergerak keluar. Catnya masih mengilap, mesinnya senyap, tetapi pesannya terasa nyaring. Pada momen itulah, warga mulai menyadari sesuatu sedang terjadi.

Orang-orang yang melintas memilih berhenti sejenak. Sebagian menatap lama, sebagian lain hanya menghela napas. Sebagai kota kecil, Madiun cepat membaca tanda. Hari itu, KPK tidak datang ke kantor pemerintahan. Sebaliknya, mereka masuk ke rumah. Lebih jauh lagi, mereka menjejak ruang paling pribadi garasi. Dari titik itu, pertanyaan lama kembali mencuat ke permukaan uang siapa yang selama ini bergerak diam-diam?


Saat Negara Masuk ke Halaman Rumah

Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan penyidikan dugaan korupsi di Kota Madiun dengan langkah yang lebih dalam. Pada Selasa, 27 Januari, penyidik mendatangi rumah pribadi Bendahara KONI Kota Madiun berinisial RM. Lokasinya berada di Jalan Setiyaki, di sebuah bangunan yang berfungsi ganda sebagai butik sekaligus tempat tinggal.

Sebelumnya, KPK telah menyisir kantor-kantor pemerintahan. Ruang rapat, lemari arsip, hingga meja kerja menjadi titik awal. Kini, arah penyidikan bergeser. Penyidik masuk ke ranah personal, tempat kekuasaan sering merasa paling aman.

Ini Belum Selesai

Arief Rahman: Dari Aktivis Kampus ke Arsitek Media Digital

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita dua kendaraan mewah bendahara KONI

Mercedes-Benz CLA 200 AMG Line dan Mitsubishi Pajero Sport. Selanjutnya, penyidik membawa kedua mobil itu ke Mapolres Madiun Kota. Dengan begitu, aset bergerak tersebut resmi masuk dalam rangkaian alat bukti.

Langkah ini lebih dari sekadar prosedur hukum. Ia menjadi sinyal yang tegas. Negara hadir, bukan hanya di ruang formal, melainkan juga di halaman rumah.


Di Antara Diam Pemilik dan Tatapan Tetangga

Malam ini tak banyak yang tahu apa yang bergolak di kepala RM. Tidak ada pernyataan resmi. Tidak pula muncul penjelasan. Yang terlihat hanya pintu yang sempat terbuka, lalu tertutup kembali.

Sementara itu, di luar pagar, emosi warga bercampur. Rasa penasaran muncul lebih dulu, lalu disusul kekecewaan, dan akhirnya kemarahan yang tertahan. Di kota seperti ini, jarak antara pejabat dan warga memang tidak jauh. Mereka berpapasan di pasar, bertemu di masjid, atau duduk bersama di acara hajatan.

Selama ini, mobil-mobil mewah itu melintas di jalan yang sama dengan motor tua warga. Kendaraan mahal itu parkir dekat warung kopi seribu rupiah. Pada saat yang sama, lubang jalan dibiarkan menua tanpa perbaikan.

Tak ada yang salah dengan hidup layak. Namun demikian, publik selalu peka pada ketimpangan, terlebih ketika kemewahan tumbuh di tengah pelayanan yang terasa lambat.

Di titik inilah konflik batin muncul. Warga ingin percaya, tetapi pengalaman membuat mereka ragu. Harapan pada sistem terus berhadapan dengan ingatan akan kekecewaan lama.


Kasus Ini Lebih Besar dari Dua Mobil

Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Akan tetapi, penyitaan aset menunjukkan arah yang lebih luas. KPK tidak berhenti pada jabatan puncak. Penyidik menelusuri lingkaran terdekat sekaligus mengikuti aliran kekayaan.

Pada praktiknya, korupsi jarang bekerja sendirian. Ia hidup dalam jaringan, tumbuh lewat kebiasaan, dan menguat melalui kompromi kecil yang dibiarkan berulang.

Bagi masyarakat, kabar ini penting bukan karena merek kendaraan atau nilainya. Justru maknanya yang jauh lebih besar. Setiap rupiah yang bocor meninggalkan luka. Jalan tertunda perbaikannya. Bantuan sosial tak pernah utuh. Program hanya tampak indah di proposal.

Lebih jauh, korupsi kerap mengambil dari yang tak terlihat: warga yang sabar menunggu, pedagang kecil yang taat membayar pajak, hingga anak-anak yang seharusnya menikmati fasilitas lebih baik.


Yang Disembunyikan Sistem

Di titik ini, Tabooo berhenti sejenak menarik napas, lalu bertanya pelan, apa sebenarnya yang disembunyikan sistem?

Sering kali, korupsi bukan semata soal individu jahat. Ia lahir dari struktur yang longgar, pengawasan setengah hati, serta budaya diam yang diwariskan. Semua tahu, tetapi banyak memilih aman.

Dalam konteks itu, garasi rumah menjadi simbol. Ia sunyi, jauh dari rapat, dan luput dari sorotan publik. Di sanalah hasil kekuasaan kerap diparkir, seolah semuanya telah selesai.

Namun justru ke sanalah KPK datang. Sebab di tempat itulah cerita sesungguhnya bersembunyi.

Penyitaan ini mengingatkan bahwa kekuasaan tidak berhenti di meja kerja. Ia ikut pulang, tidur di rumah, dan parkir di garasi. Karena itu, kekuasaan juga harus siap dipertanyakan.


Antara Harapan dan Luka Lama

Kini, warga Madiun berdiri di persimpangan emosi. Di satu sisi, harapan muncul karena KPK bergerak, negara hadir, dan hukum bekerja. Di sisi lain, luka lama belum sepenuhnya sembuh.

Terlalu banyak kasus berakhir setengah jalan. Terlalu sering publik diminta bersabar. Meski demikian, harapan itu tetap hidup tipis, tetapi ada.

Publik akan diuntungkan jika proses ini berjalan jujur dan tuntas. Sebaliknya, masyarakat kembali menanggung beban jika perkara ini tenggelam tanpa kejelasan. Sebab pada akhirnya, korupsi bukan hanya soal uang yang hilang, melainkan kepercayaan yang runtuh perlahan.


Pertanyaan yang Tertinggal di Depan Garasi

Setelah mobil-mobil itu pergi, jalan kembali sepi. Pagar menutup. Butik kembali sunyi. Namun kota kecil itu belum benar-benar tenang.

Pertanyaan masih menggantung. Bukan hanya tentang siapa yang bersalah, melainkan bagaimana sistem membiarkan semuanya terjadi begitu lama.

Karena pada akhirnya, penyitaan mobil mewah di Madiun bukan penutup cerita. Ia baru pembuka. Sebuah pengingat bahwa kemewahan selalu punya alamat. Dan cepat atau lambat, publik akan mengetuk pintu itu.

Pertanyaannya kini tinggal satu saat pintu terbuka, apakah kita benar-benar berani melihat apa yang ada di dalamnya? (red)

Tags: JalanKorupsi di IndonesiaKota MadiunKPKMaidi

Kamu Melewatkan Ini

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

English Fun Holiday Winongo, Libur Sekolah Jadi Petualangan Dunia

English Fun Holiday Winongo Hadirkan Liburan Edukatif untuk Anak

by dimas
Juni 21, 2026

English Fun Holiday Winongo mengajak anak mengisi libur sekolah dengan petualangan seru keliling dunia sambil belajar bahasa Inggris secara menyenangkan....

Winongo: Dari Kampung Nelayan ke Pusat Budaya Madiun

Winongo: Dari Kampung Nelayan ke Pusat Budaya Madiun

by dimas
Juni 19, 2026

Winongo Madiun menyimpan sejarah panjang sebagai kampung nelayan, pusat Persaudaraan Setia Hati, hingga destinasi wisata budaya di bantaran Bengawan Madiun....

Next Post
Garuda Mengamuk Timnas Futsal Indonesia Hajar Korea Selatan 5-0

Garuda Mengamuk Timnas Futsal Indonesia Hajar Korea Selatan 5-0

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id