Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kapolri Tegaskan Polri di Bawah Presiden, Amanat Reformasi 1998

by Anisa
Januari 26, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan posisi Polri berada langsung di bawah Presiden RI bukan keputusan sepihak, apalagi ambisi kekuasaan. Menurut Sigit, posisi tersebut merupakan mandat tegas Reformasi 1998 yang hingga kini masih berlaku.

Pernyataan itu Sigit sampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026). Ia mengingatkan, pasca-Reformasi 1998, negara secara sadar memisahkan Polri dari TNI agar kepolisian bisa membangun ulang doktrin, struktur, dan akuntabilitas sebagai civilian police.


Reformasi 1998 Jadi Titik Balik Polri

Sigit menjelaskan, pemisahan Polri dari TNI memberi ruang bagi institusi kepolisian untuk meninggalkan pendekatan militeristik. Reformasi itu juga sejalan dengan Pasal 30 ayat (4) UUD 1945, yang menegaskan Polri sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Penempatan Polri di bawah Presiden itu bagian dari mandat Reformasi 1998,” tegas Sigit.

Selain UUD, aturan tersebut juga tercantum dalam TAP MPR RI Nomor 7 Tahun 2000 Pasal 7 Ayat 3, yang menyebut Presiden berwenang mengangkat dan memberhentikan Kapolri dengan persetujuan DPR.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes


Alasan Geografis Jadi Pembenaran

Lebih jauh, Kapolri menyinggung tantangan geografis Indonesia. Dengan 17.380 pulau dan populasi besar, Sigit menilai Polri membutuhkan jalur komando yang cepat dan fleksibel.

Menurutnya, posisi Polri langsung di bawah Presiden justru membuat pelaksanaan tugas keamanan lebih efektif dan responsif, tanpa birokrasi berlapis.

“Dengan posisi seperti ini, Polri akan lebih maksimal dan fleksibel dalam menjalankan tugas,” ujarnya.


Bukan Doktrin Kekerasan, Tapi Pelayanan

Sigit juga menekankan perbedaan mendasar antara Polri dan TNI. Jika TNI bertugas menjaga pertahanan negara, Polri bertanggung jawab atas keamanan masyarakat sipil.

Ia menegaskan, Polri berpegang pada doktrin to serve and protect atau melayani dan melindungi, yang dikenal dalam nilai Tata Tentrem Kerta Raharja. Bukan doktrin “to kill and destroy” yang identik dengan operasi militer.

Presiden sebagai pemegang kendali keamanan nasional, serta Polri yang mendapat fleksibilitas struktural untuk merespons ancaman keamanan di lapangan. Masyarakat juga berpotensi mendapat layanan keamanan yang lebih cepat. Kritik datang dari pihak yang khawatir Polri terlalu dekat dengan kekuasaan politik, sehingga rawan kehilangan independensi jika pengawasan DPR melemah.


Di tengah ingatan panjang Reformasi 1998, pernyataan Kapolri ini seperti pengingat: soal siapa mengendalikan senjata dan keamanan selalu sensitif di negeri ini. Tinggal satu pertanyaan tersisa apakah kedekatan dengan Presiden akan memperkuat pelayanan publik, atau justru membuka bab baru drama kekuasaan? (red)

Tags: KapolriListyo Sigit PrabowoPolripresidenReformasiTNI

Kamu Melewatkan Ini

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

by dimas
Agustus 21, 2026

Listyo Sigit mengaku siap memimpin demo setelah pensiun jika Desk Ketenagakerjaan Polri tak optimal. Ia meminta komitmen perlindungan buruh tetap...

HUT RI di Papua Berdarah, Pratu Rizki Gugur Diserang OPM

HUT RI di Papua Berdarah, Pratu Rizki Gugur Diserang OPM

by dimas
Agustus 18, 2026

HUT RI ke-81 di Papua diwarnai serangan OPM di Mimika. Pratu Rizki Kurniawan gugur, sementara dua prajurit TNI lainnya terluka...

Kemerdekaan RI ke 81 dan Rasa Aman: Dua Hal yang Belum Selalu Bertemu

Kemerdekaan RI ke 81 dan Rasa Aman: Dua Hal yang Belum Selalu Bertemu

by teguh
Agustus 17, 2026

Merah putih memenuhi banyak sudut Indonesia pada pagi itu. Lagu Indonesia Raya berkumandang di lapangan upacara. Anak-anak berdiri dalam barisan....

Next Post
Polri di Bawah Presiden: Reformasi atau Risiko Kekuasaan?

Polri di Bawah Presiden: Reformasi atau Risiko Kekuasaan?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id