Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tito Karnavian Minta Relokasi dan Pemetaan Longsor Cisarua

by dimas
Januari 26, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah memperkuat tata ruang dan memetakan wilayah rawan bencana, menyusul longsor hebat di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Ia menegaskan bencana ini terjadi bukan hanya karena hujan deras, tetapi juga karena tanah gembur dan perubahan vegetasi di perbukitan.

“Ini menjadi pelajaran bagi daerah lain. Kita harus memperkuat tata ruang dan memetakan daerah rawan,” ujar Tito, Minggu (25/1/2026).

Tanah Gembur dan Vegetasi Memperparah Risiko

Tito menjelaskan tanah di Cisarua tidak mampu menahan beban, sehingga mudah longsor. Selain itu, perubahan vegetasi semakin memperburuk risiko. Banyak tanaman pelindung berakar kuat diganti hortikultura seperti sayuran, yang tidak menahan tanah dengan baik.

“Tanaman pelindung yang akarnya menancap dalam tanah banyak diganti sayuran. Akibatnya, risiko longsor meningkat saat hujan deras,” jelasnya.

Dengan kata lain, kombinasi tanah rapuh dan vegetasi yang salah membuat wilayah ini menjadi “bom waktu” saat hujan deras datang.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Relokasi dan Reboisasi Warga

Tito menegaskan, warga yang tinggal di kawasan rawan longsor harus direlokasi karena area itu sudah tidak layak dihuni. Selain itu, pemerintah perlu menanam kembali tanaman berakar kuat agar struktur tanah kembali stabil.

“Kalau warga kembali, longsor akan terjadi lagi,” tegasnya.

Dengan demikian, relokasi dan reboisasi menjadi langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko kerugian manusia dan materi.

Pemetaan Nasional untuk Antisipasi Bencana

Tito meminta setiap Bupati, Wali Kota, dan Gubernur memetakan wilayah rawan bencana. Dengan cara ini, pemerintah dapat mengantisipasi hujan lebat dan tanah labil sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.

Selain itu, pemetaan nasional memperkuat koordinasi antardaerah sehingga respon cepat terhadap bencana bisa dilakukan tanpa menunggu korban jatuh.

Korban Longsor: Data Terkini

Hingga Minggu sore, Tim SAR Gabungan menemukan 25 jenazah korban longsor Cisarua. Pada hari kedua operasi, tim mencatat 7 korban di worksite A1, 6 di A2, dan 1 di B1, di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu.

Tim SAR menggunakan alat berat, pencarian manual, dan drone UAV untuk menjangkau lokasi. Cuaca yang tidak menentu dan medan terjal menyulitkan pergerakan tim. Tim terus mencari sekitar 70 orang yang belum ditemukan sehingga operasi pencarian masih berlangsung.

Dampak bagi Masyarakat

Bencana ini paling terasa bagi warga lokal yang kehilangan rumah dan anggota keluarga. Selain itu, longsor mengancam perbukitan sekitar yang belum dipetakan. Tito menegaskan pemerintah harus segera menjalankan langkah pencegahan dan tidak menunggu bencana terjadi.

Dengan kata lain, setiap hari tanpa tindakan pencegahan menambah risiko kerugian manusia dan harta.

Refleksi: Hukum Alam vs Tata Ruang

Longsor Cisarua membuktikan tanah dan hujan tidak menunggu prosedur. Tata ruang yang buruk dan vegetasi yang berubah bisa menimbulkan bencana fatal. Ternyata, mencegah longsor tidak semudah menandatangani dokumen, meski banyak yang berharap begitu.

Selain itu, bencana ini menjadi pengingat bahwa hukum alam bergerak lebih cepat daripada regulasi manusia. @dimas

Tags: Bandung BaratbencanaCisarualongsorTata Ruang

Kamu Melewatkan Ini

AI Super Pintar: Asisten Masa Depan atau Bencana yang Kita Ciptakan Sendiri?

AI Super Pintar: Asisten Masa Depan atau Bencana yang Kita Ciptakan Sendiri?

by teguh
Mei 8, 2026

Tabooo.id: Teknologi - Kalau suatu hari kamu punya asisten pribadi yang tahu hampir semua hal tentang hidupmu dari kerjaan sampai...

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

Tambang Ilegal Kembali Makan Korban: Kecelakaan atau Sistem yang Dibiarkan?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Mereka tidak sedang mencari masalah. Sebaliknya, mereka hanya ingin mencari penghidupan. Namun, Kamis sore itu berubah drastis....

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

by dimas
April 10, 2026

Tabooo.id: Regional - Longsor menimbun dua penambang emas di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (9/4/2026)...

Next Post
Ketegangan Timur Tengah Meningkat: Iran Siaga Penuh Hadapi Armada AS

Ketegangan Timur Tengah Meningkat: Iran Siaga Penuh Hadapi Armada AS

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id