Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tambang Ilegal Kembali Makan Korban: Kecelakaan atau Sistem yang Dibiarkan?

by dimas
April 11, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Mereka tidak sedang mencari masalah. Sebaliknya, mereka hanya ingin mencari penghidupan.

Namun, Kamis sore itu berubah drastis. Tiba-tiba, tanah yang mereka pijak runtuh dan menutup harapan dalam hitungan detik.

Dua penambang emas tewas tertimbun longsor di Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Evakuasi Empat Jam di Tengah Lumpur

Begitu menerima laporan, tim BPBD Sijunjung langsung bergerak ke lokasi. Namun demikian, kondisi medan memperlambat proses evakuasi.

Material longsoran berupa tanah berlumpur dengan debit air tinggi membuat tim kesulitan. Karena itu, warga dan petugas menggunakan alat sederhana seperti sekop dan cangkul, lalu dibantu alat berat.

Ini Belum Selesai

Kakek Mujiran, Getah Karet, dan Wajah Hukum yang Keras ke Bawah

Revisi UU Polri dan Bayang-Bayang Hegemoni Aparat

Kasi Kedaruratan BPBD Sijunjung, Heries, menjelaskan bahwa tim baru menemukan korban sekitar pukul 20.00 WIB.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung menerjunkan tim untuk evakuasi di sekitar area tambang,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Sayangnya, saat tim menemukan korban, keduanya sudah tidak bernyawa.

Identitas Korban dan Kronologi Singkat

Berdasarkan data BPBD, korban berinisial NF (21), warga Jorong Duo, dan ZK (53), warga Jorong Palangki.

Sementara itu, Wali Nagari Palangki, Jasman, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, belasan warga sedang menambang di lokasi.

Mereka sebenarnya sudah menyadari kondisi tanah yang labil. Meski begitu, aktivitas tetap berlangsung.

Kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, longsor terjadi secara tiba-tiba. Akibatnya, dua penambang yang berada di titik paling rawan tidak sempat menyelamatkan diri.

Tambang Ilegal yang Sudah Berjalan Dua Pekan

Di sisi lain, fakta penting muncul dari status tambang tersebut.

Jasman menegaskan bahwa aktivitas penambangan itu tidak memiliki izin resmi. Bahkan, kegiatan itu sudah berlangsung hampir dua pekan menggunakan mesin dompeng.

“Sepengetahuan saya tidak ada izin, atau bisa dikatakan tambang ilegal,” tegasnya.

Artinya, sejak awal risiko sudah tinggi, tetapi pengawasan tetap lemah.

Ini Bukan Sekadar Kecelakaan

Kalau kita tarik lebih jauh, kejadian ini bukan hal baru.

Pertama, tambang ilegal beroperasi. Lalu, kondisi alam yang labil diabaikan. Setelah itu, longsor terjadi. Pola ini terus berulang.

Jadi, ini bukan sekadar kecelakaan. Ini pola yang dibiarkan.

Dampaknya Buat Kamu

Mungkin kamu tidak tinggal di Sijunjung. Namun demikian, cerita ini tetap dekat.

Peristiwa ini menunjukkan dilema nyata antara kebutuhan ekonomi dan keselamatan. Selain itu, risiko seperti ini bisa muncul di banyak daerah dengan kondisi serupa.

Lebih jauh lagi, rasa “terbiasa” terhadap kejadian seperti ini justru membuat bahaya terasa normal.

Analisis Ringan

Di satu sisi, masyarakat membutuhkan penghasilan. Karena itu, mereka tetap menambang meski risikonya tinggi.

Di sisi lain, aktivitas ilegal tanpa pengawasan memperbesar potensi bencana. Akibatnya, keselamatan sering jadi taruhan.

Yang paling mengkhawatirkan, semua pihak sebenarnya memahami risikonya. Namun, perubahan nyata belum terlihat.

Penutup

Dua nyawa sudah hilang. Sementara itu, aktivitas tambang ilegal masih terus berlangsung di berbagai tempat.

Jika pola ini tidak dihentikan, maka kejadian serupa bisa terulang.

Sekarang pertanyaannya kita akan terus menganggap ini sebagai musibah biasa, atau mulai melihatnya sebagai masalah yang harus diselesaikan? @dimas

Tags: bencanaIlegalKecelakaanKerjaSumatera BaratTambang

Kamu Melewatkan Ini

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

Pungli di Balik Jeruji: Oknum Lapas Blitar Jual “Sel Nyaman” Rp180 Juta

by teguh
April 30, 2026

Penjara seharusnya membatasi, bukan memberi privilese. Namun di Lapas Kelas IIB Blitar, oknum petugas justru membuka “akses nyaman” bagi tahanan...

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

by teguh
April 29, 2026

Setiap 1 Mei, jalanan penuh spanduk, panggung orasi, dan janji baru. Namun ketika musik berhenti dan massa bubar, satu pertanyaan...

Bukan Kartini dari Jepara, Ini Kartini dari Pariaman yang Melawan Stigma Kekerasan Seksual

Bukan Kartini dari Jepara, Ini Kartini dari Pariaman yang Melawan Stigma Kekerasan Seksual

by dimas
April 21, 2026

Di banyak wilayah, adat masih berdiri sebagai penjaga kehormatan sosial. Namun di balik itu, muncul pertanyaan yang terus mengganggu: mengapa...

Next Post
Motor Listrik MBG: Efisiensi Logistik atau Distorsi Anggaran?

Motor Listrik MBG: Efisiensi Logistik atau Distorsi Anggaran?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id