Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

AI Super Pintar: Asisten Masa Depan atau Bencana yang Kita Ciptakan Sendiri?

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Kalau suatu hari kamu punya asisten pribadi yang tahu hampir semua hal tentang hidupmu dari kerjaan sampai kebiasaan kecil kamu bakal merasa terbantu atau justru mulai curiga?

Nyatanya, ini bukan lagi cerita fiksi. Dunia teknologi sudah bergerak ke arah sana.

CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan memberi peringatan serius kepada pembuat kebijakan di Amerika Serikat. Dalam wawancara di kanal YouTube Axios pada Maret 2026, ia menegaskan bahwa era superintelligence semakin dekat fase di mana AI mampu melampaui kemampuan manusia dalam banyak aspek.

“AI akan membantu para ilmuwan membuat penemuan besar, dan memungkinkan seseorang menyelesaikan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh tim besar,” ujar Altman, Maret 2026.dikutip KompasTekno dari kanal YouTube Axios

Teknologi yang Memudahkan Tapi Diam-diam Mengikat

Saat ini, AI tidak lagi sekadar alat tambahan. Banyak orang sudah mengandalkannya sebagai partner kerja sehari-hari.

Misalnya, programmer kini bisa menyelesaikan coding lebih cepat. Selain itu, riset juga berjalan lebih efisien karena bantuan algoritma. Bahkan dalam beberapa kasus, satu individu mampu menggantikan peran satu tim penuh.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Namun, perubahan ini bukan tanpa konsekuensi. Ke depan, Altman memprediksi AI akan hadir seperti listrik selalu aktif dan sulit dipisahkan dari kehidupan.

“Anda akan memiliki asisten super personal yang berjalan di cloud,” kata Altman, Maret 2026.

Akibatnya, gaya hidup ikut bergeser. Cara kerja berubah. Bahkan, tanpa sadar, cara berpikir manusia mulai menyesuaikan diri dengan sistem yang serba otomatis.

Di titik ini, muncul pertanyaan penting apakah kita masih memegang kendali, atau justru mulai terbiasa bergantung?

Dari Lifestyle ke Geopolitik: AI Jadi Arena Perebutan Kuasa

Di satu sisi, AI menawarkan efisiensi. Namun di sisi lain, teknologi ini juga menjadi alat kekuasaan.

Altman melihat pengembangan superintelligence sebagai bagian dari persaingan global. Negara yang lebih dulu unggul berpotensi mengarahkan ekonomi dunia.

Meski begitu, ia tidak setuju jika pemerintah mengambil alih sepenuhnya.

“Kemungkinan besar tidak akan berhasil jika dijalankan sebagai proyek pemerintah,” tegas Altman, Maret 2026.

Sebagai alternatif, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan begitu, inovasi tetap berjalan cepat, tapi arah pengembangannya tetap bisa diawasi.

Sisi Gelap: Ketika AI Mempercepat Ancaman

Sayangnya, kemajuan teknologi selalu punya dua sisi. AI memang membantu banyak hal. Namun, pada saat yang sama, teknologi ini juga membuka peluang baru bagi penyalahgunaan.

Sebagai contoh, Altman mengingatkan bahwa AI bisa mempercepat eksperimen biologis berbahaya. Model open-source bahkan berpotensi memberi akses luas pada kemampuan yang sebelumnya sangat terbatas.

“Kita tidak lagi jauh dari dunia di mana model open-source memiliki kemampuan luar biasa di bidang biologi,” ungkapnya, Maret 2026.

Selain itu, ancaman di dunia siber juga meningkat drastis.

Menurut Charles Guillemet, CTO Ledger, AI membuat proses peretasan jauh lebih cepat dan efisien. Jika dulu hacker membutuhkan waktu berbulan-bulan, sekarang mereka bisa mengeksekusi serangan dalam hitungan detik.

Akibatnya, kerugian pun tidak kecil. Industri kripto tercatat kehilangan sekitar 1,4 miliar dolar AS (Rp 24 triliun) dalam satu tahun terakhir.

Jadi, Kita Sedang Membangun Masa Depan atau Risiko Baru?

Pada akhirnya, Altman menekankan satu hal yang tidak kalah penting.

“Sangat penting memastikan bahwa orang-orang yang membangun AI ini adalah mereka yang memiliki integritas tinggi dan dapat dipercaya,” pungkasnya, Maret 2026.

Artinya, secepat apa pun teknologi berkembang, arah akhirnya tetap bergantung pada manusia.

Namun, di tengah semua kemudahan ini, satu hal tidak boleh terlewat. Kalau AI terus berkembang tanpa batas, apakah kita ikut berkembang sebagai pengendali atau justru perlahan menyerahkan kendali tanpa sadar?. @teguh

Tags: algoritmaAxiosbencanaGlobalIlmuwanMasa DepanpemerintahProgrammerriset

Kamu Melewatkan Ini

UMKM Disuruh Go Digital. Giliran Digitalnya Error, Mau Ngadu ke Siapa?

UMKM Disuruh Go Digital. Giliran Digitalnya Error, Mau Ngadu ke Siapa?

by teguh
Juli 11, 2026

Digitalisasi menjanjikan pasar tanpa batas. Namun ketika algoritma lebih cepat menghukum daripada mendengar penjelasan, siapa sebenarnya yang melindungi pedagang kecil?...

Kuasa Platform, Algoritma Menentukan Nasib, Rapuhnya Nasib UMKM

Kuasa Platform, Algoritma Menentukan Nasib, Rapuhnya Nasib UMKM

by teguh
Juli 10, 2026

Marketplace pernah datang membawa janji besar siapa pun bisa berjualan, menjangkau jutaan pembeli, dan membangun usaha tanpa harus memiliki toko...

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

by Tabooo
Juli 7, 2026

Logika bukan sekadar teori rumit. Ia adalah cara berpikir sederhana yang membantu kita memeriksa bukti, membatasi istilah, memisahkan fakta dari...

Next Post
Curhat ke AI: Teman Baru Gen Z atau Awal Ketergantungan?

Curhat ke AI: Teman Baru Gen Z atau Awal Ketergantungan?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id