Tabooo.id: Regional – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya kembali menyesuaikan operasional perjalanan kereta api setelah banjir merendam jalur rel di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Hingga kini, KAI masih menjalankan proses normalisasi prasarana demi menjaga keamanan perjalanan kereta.
Dampak Banjir Masih Terasa di Jalur Utara Jawa
Banjir di Pekalongan tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memukul jalur transportasi utama di lintas utara Jawa. Salah satu titik terparah berada di petak rel Pekalongan–Sragi yang membutuhkan penanganan intensif pascabanjir.
Akibat kondisi tersebut, KAI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan prasarana sebelum kembali mengoperasikan perjalanan kereta secara normal.
Dua Kereta Tambahan ke Jakarta Dihentikan Sementara
Sebagai bagian dari penyesuaian operasional, KAI Daop 8 Surabaya membatalkan dua perjalanan kereta api tambahan tujuan Jakarta. Dua kereta tersebut yakni Kereta Gajayana Tambahan relasi Malang-Gambir dan Kereta Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir.
KAI mengambil langkah ini agar proses perbaikan jalur rel berjalan optimal sekaligus menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Keselamatan Jadi Alasan Utama Penyesuaian Operasional
Manajemen KAI menegaskan bahwa perusahaan tidak mengambil keputusan pembatalan secara mendadak. KAI memilih langkah ini untuk memastikan seluruh prasarana benar-benar aman sebelum kembali melayani penumpang.
“Kami memprioritaskan keselamatan perjalanan. Proses normalisasi rel masih berlangsung dan membutuhkan ruang kerja yang optimal,” ujar Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya.
Penumpang Terdampak, KAI Siapkan Opsi Refund dan Penukaran
Pembatalan perjalanan ini langsung berdampak pada calon penumpang yang telah memesan tiket. Untuk itu, KAI menyediakan dua opsi layanan, yakni penukaran tiket ke jadwal lain atau pengembalian dana penuh.
“Penumpang berhak menerima refund 100 persen dari harga tiket. Mereka bisa mengurusnya di loket stasiun maupun melalui aplikasi dan situs resmi KAI,” jelas perwakilan KAI.
Jalur Mulai Pulih, Kecepatan Kereta Dinaikkan Bertahap
Di lapangan, proses pemulihan mulai menunjukkan hasil. Setelah melalui pemeriksaan teknis, KAI meningkatkan kecepatan operasional kereta di petak Pekalongan-Sragi menjadi 40 kilometer per jam.
Mahendro Trang Bawono menjelaskan bahwa KAI menaikkan kecepatan secara bertahap setelah tim teknis memastikan prasarana dalam kondisi aman. Ia menambahkan, evaluasi akan terus berjalan seiring stabilnya kondisi jalur.
Infrastruktur Transportasi Diuji Cuaca Ekstrem
Selain itu, KAI terus memperkuat koordinasi antarunit dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas di lapangan untuk mengantisipasi perubahan situasi. Cuaca ekstrem yang semakin sering muncul kini menjadi ujian serius bagi ketahanan infrastruktur transportasi nasional.
Bagi penumpang, pembatalan ini memang merepotkan. Namun dari sisi keselamatan, keputusan tersebut menegaskan satu hal perjalanan kereta bukan sekadar soal kecepatan dan ketepatan waktu. Di tengah cuaca yang makin sulit diprediksi, kehati-hatian tetap harus melaju lebih dulu. @Sabrina Fidhi-Surabaya




