Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gus Ipul Tunggu Arahan Prabowo soal Bansos Lewat Koperasi Desa

by dimas
Januari 23, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul belum melangkah lebih jauh dalam wacana penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa (Kopdes). Ia memilih menunggu arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto sebelum pemerintah menetapkan kebijakan strategis tersebut.

Gus Ipul menyampaikan sikap itu usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono di Kantor Kemenkop, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Ia menilai pemerintah perlu menyatukan visi agar kebijakan bansos sejalan dengan arah pembangunan nasional.

“Nanti ke depannya seperti apa, tentu akan kami bicarakan lebih lanjut dan menyesuaikan dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul.

Skema Bansos Mulai Didorong Lebih Produktif

Selama ini, pemerintah menyalurkan bansos melalui dua jalur utama, yakni bank-bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Jalur tersebut memang memudahkan distribusi bantuan, tetapi belum sepenuhnya mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM).

Melalui Kopdes dan Koperasi Kelurahan Merah Putih, pemerintah ingin mengubah pendekatan bansos agar tidak lagi sekadar bersifat konsumtif. Gus Ipul menegaskan, pemerintah mendorong KPM untuk terlibat langsung dalam kegiatan koperasi, bukan hanya sebagai penerima bantuan.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Ia menjelaskan bahwa keluarga penerima manfaat dapat memproduksi barang atau jasa yang kemudian dipasarkan melalui koperasi desa.

“Pemerintah ingin keluarga penerima manfaat menjadi anggota koperasi sekaligus menjalankan kegiatan produksi yang bisa dijual melalui koperasi,” jelasnya.

KPM Berperan sebagai Anggota dan Produsen

Gus Ipul mencontohkan keluarga siswa Sekolah Rakyat yang otomatis masuk dalam kategori KPM. Dalam skema ini, seluruh orang tua dan anggota keluarga siswa tercatat sebagai anggota Koperasi Desa.

Dengan status tersebut, KPM memegang peran ganda. Mereka tidak hanya menerima bantuan atau membeli kebutuhan, tetapi juga memproduksi barang dan ikut memiliki koperasi. Dari aktivitas itu, mereka berhak memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) pada akhir tahun.

“Mereka mendapat manfaat ganda. Mereka memperoleh SHU, tetap menjadi konsumen, dan ikut menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Ia menilai skema ini dapat memperkuat ekonomi desa dari bawah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan langsung.

Pemerintah Masih Lakukan Pengecekan Lapangan

Meski menawarkan konsep baru, Gus Ipul menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan tersebut secara final. Pemerintah masih perlu turun langsung ke lapangan untuk menilai kesiapan koperasi desa dan kondisi KPM di berbagai daerah.

Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi kapasitas koperasi maupun kemampuan keluarga penerima manfaat.

“Kami harus melihat kesiapan koperasinya dan kondisi KPM-nya secara langsung. Setiap daerah tentu punya situasi yang berbeda,” pungkasnya.

Melalui evaluasi lapangan, pemerintah berharap dapat memastikan kebijakan ini berjalan efektif dan tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Jika pemerintah menerapkan skema ini, keluarga penerima bansos akan menjadi kelompok yang paling terdampak. Mereka berpeluang bertransformasi dari penerima bantuan pasif menjadi pelaku ekonomi desa. Di sisi lain, koperasi desa akan memegang peran strategis sebagai pusat produksi dan distribusi ekonomi lokal.

Namun, tanpa manajemen koperasi yang solid dan pendampingan berkelanjutan, skema ini tetap berisiko gagal di lapangan.

Kini, arah kebijakan sepenuhnya bergantung pada keputusan Presiden Prabowo Subianto. Arahan dari Istana akan menentukan apakah pemerintah mempertahankan pola lama penyaluran bansos atau mengubahnya menjadi instrumen penggerak ekonomi desa.

Pertanyaannya sederhana bansos akan terus dibagikan, atau benar-benar digunakan untuk membangun kemandirian rakyat? @dimas

Tags: bansosBantuanEkonomi IndonesiaGus IpulKebijakanKemandirianPemerintahanprabowoSosial

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Evakuasi Tuntas, Seluruh Penumpang ATR 42-500 Dinyatakan Tewas

Evakuasi Tuntas, Seluruh Penumpang ATR 42-500 Dinyatakan Tewas

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id