Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gus Ipul Tunggu Arahan Prabowo soal Bansos Lewat Koperasi Desa

by dimas
Januari 23, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul belum melangkah lebih jauh dalam wacana penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa (Kopdes). Ia memilih menunggu arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto sebelum pemerintah menetapkan kebijakan strategis tersebut.

Gus Ipul menyampaikan sikap itu usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono di Kantor Kemenkop, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Ia menilai pemerintah perlu menyatukan visi agar kebijakan bansos sejalan dengan arah pembangunan nasional.

“Nanti ke depannya seperti apa, tentu akan kami bicarakan lebih lanjut dan menyesuaikan dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Ipul.

Skema Bansos Mulai Didorong Lebih Produktif

Selama ini, pemerintah menyalurkan bansos melalui dua jalur utama, yakni bank-bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Jalur tersebut memang memudahkan distribusi bantuan, tetapi belum sepenuhnya mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM).

Melalui Kopdes dan Koperasi Kelurahan Merah Putih, pemerintah ingin mengubah pendekatan bansos agar tidak lagi sekadar bersifat konsumtif. Gus Ipul menegaskan, pemerintah mendorong KPM untuk terlibat langsung dalam kegiatan koperasi, bukan hanya sebagai penerima bantuan.

Ini Belum Selesai

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Surplus Dagang RI Menyusut, Impor Melaju Lebih Kencang dari Ekspor

Ia menjelaskan bahwa keluarga penerima manfaat dapat memproduksi barang atau jasa yang kemudian dipasarkan melalui koperasi desa.

“Pemerintah ingin keluarga penerima manfaat menjadi anggota koperasi sekaligus menjalankan kegiatan produksi yang bisa dijual melalui koperasi,” jelasnya.

KPM Berperan sebagai Anggota dan Produsen

Gus Ipul mencontohkan keluarga siswa Sekolah Rakyat yang otomatis masuk dalam kategori KPM. Dalam skema ini, seluruh orang tua dan anggota keluarga siswa tercatat sebagai anggota Koperasi Desa.

Dengan status tersebut, KPM memegang peran ganda. Mereka tidak hanya menerima bantuan atau membeli kebutuhan, tetapi juga memproduksi barang dan ikut memiliki koperasi. Dari aktivitas itu, mereka berhak memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) pada akhir tahun.

“Mereka mendapat manfaat ganda. Mereka memperoleh SHU, tetap menjadi konsumen, dan ikut menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Ia menilai skema ini dapat memperkuat ekonomi desa dari bawah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan langsung.

Pemerintah Masih Lakukan Pengecekan Lapangan

Meski menawarkan konsep baru, Gus Ipul menegaskan pemerintah belum menetapkan kebijakan tersebut secara final. Pemerintah masih perlu turun langsung ke lapangan untuk menilai kesiapan koperasi desa dan kondisi KPM di berbagai daerah.

Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi kapasitas koperasi maupun kemampuan keluarga penerima manfaat.

“Kami harus melihat kesiapan koperasinya dan kondisi KPM-nya secara langsung. Setiap daerah tentu punya situasi yang berbeda,” pungkasnya.

Melalui evaluasi lapangan, pemerintah berharap dapat memastikan kebijakan ini berjalan efektif dan tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Jika pemerintah menerapkan skema ini, keluarga penerima bansos akan menjadi kelompok yang paling terdampak. Mereka berpeluang bertransformasi dari penerima bantuan pasif menjadi pelaku ekonomi desa. Di sisi lain, koperasi desa akan memegang peran strategis sebagai pusat produksi dan distribusi ekonomi lokal.

Namun, tanpa manajemen koperasi yang solid dan pendampingan berkelanjutan, skema ini tetap berisiko gagal di lapangan.

Kini, arah kebijakan sepenuhnya bergantung pada keputusan Presiden Prabowo Subianto. Arahan dari Istana akan menentukan apakah pemerintah mempertahankan pola lama penyaluran bansos atau mengubahnya menjadi instrumen penggerak ekonomi desa.

Pertanyaannya sederhana bansos akan terus dibagikan, atau benar-benar digunakan untuk membangun kemandirian rakyat? @dimas

Tags: bansosBantuanEkonomi IndonesiaGus IpulKebijakanKemandirianPemerintahanprabowoSosial

Kamu Melewatkan Ini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

by dimas
Oktober 21, 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, ekonomi tumbuh di kisaran 5 persen. Namun, pekerjaan layak, daya beli kelas menengah, dan ketahanan energi masih...

Wantimpres: Kebutuhan Negara atau Pemborosan Anggaran?

Wantimpres: Kebutuhan Negara atau Pemborosan Anggaran?

by dimas
Oktober 21, 2026

Wantimpres beranggotakan 26 orang memicu pertanyaan tentang manfaat, efisiensi anggaran, dan batas kewenangan Presiden. Di tengah sorotan APBN, publik menanti...

Tujuh Kali Reshuffle, Seberapa Jauh Pemerintahan Berubah?

Tujuh Kali Reshuffle, Seberapa Jauh Pemerintahan Berubah?

by dimas
Oktober 3, 2026

Tujuh kali reshuffle kabinet Prabowo memunculkan pertanyaan: seberapa jauh pergantian pejabat mampu mengubah kinerja dan arah pemerintahan? Tabooo.id - Istana...

Next Post
Evakuasi Tuntas, Seluruh Penumpang ATR 42-500 Dinyatakan Tewas

Evakuasi Tuntas, Seluruh Penumpang ATR 42-500 Dinyatakan Tewas

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id