Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OnePlus di Ujung Tanduk: “Flagship Killer” Tersingkir Restrukturisasi Oppo

by teguh
Januari 22, 2026
in Global
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kabar ini datang tanpa aba-aba, namun dampaknya langsung terasa. OnePlus, merek ponsel yang dulu dielu-elukan sebagai flagship killer, kini dikabarkan menuju penutupan. Media teknologi Android Headline melaporkan Oppo sebagai pemilik merek telah memulai proses penghentian operasi OnePlus secara bertahap.

Menurut laporan tersebut, OnePlus saat ini hanya menjalankan aktivitas untuk memenuhi komitmen lama. Perusahaan tidak lagi menyiapkan pengembangan produk baru, bahkan membatalkan rencana peluncuran ponsel lipat dan flagship. Dengan kata lain, mesin inovasi OnePlus sudah dimatikan.

Android Headline menghimpun informasi ini dari pegawai aktif dan mantan pegawai OnePlus di China serta sejumlah negara lain. Mereka menggambarkan situasi internal yang memburuk secara cepat.

“Pengiriman anjlok. Kekuatan premium runtuh dalam semalam. Kantor tutup tanpa pengumuman. Kemitraan berakhir. Tim di negara Barat tinggal beberapa orang. Semua keputusan kini ditarik ke pusat,” tulis Android Headline, Rabu (21/01/2026).

Angka Bicara, Pasar Menjawab

Penurunan performa OnePlus bukan sekadar rumor. Data Omdia menunjukkan pengiriman ponsel OnePlus merosot lebih dari 20 persen sepanjang 2024. Volume penjualan hanya bertahan di kisaran 14 juta unit, jauh dari masa kejayaannya.

Ini Belum Selesai

Perang Timur Tengah dan Bayangan Kelaparan Global yang Mulai Nyata

Eropa Kunci Vendor, China Siap Serang Balik

Sementara itu, di India pasar terbesar OnePlus situasi terlihat lebih keras. Sekitar 4.500 toko berhenti menjual perangkat OnePlus karena margin keuntungan terlalu tipis. Akibatnya, kehadiran OnePlus di etalase ritel menyusut drastis.

Tak berhenti di situ, laporan IDC mencatat pangsa pasar OnePlus di India turun dari 6,1 persen menjadi 3,9 persen. Angka ini menegaskan satu hal: konsumen mulai berpaling, dan OnePlus gagal mempertahankan daya tariknya.

Di tengah banjir ponsel China dengan harga agresif dan fitur serupa, identitas premium terjangkau OnePlus kehilangan tajinya.

Bayang-bayang Strategi Oppo

Di sisi lain, langkah Oppo memperjelas arah bisnisnya. Sebelumnya, Oppo mengumumkan restrukturisasi besar terkait Realme. Meski perusahaan menyebutnya sebagai sinergi, Oppo tetap menutup divisi R&D, memangkas jumlah karyawan, dan menggabungkan sejumlah entitas bisnis.

Langkah itu memunculkan pola yang sulit dibantah. Oppo kini memusatkan sumber daya pada merek yang paling efisien dan menguntungkan. Dalam skema tersebut, OnePlus terlihat semakin tersisih.

Oppo jelas diuntungkan karena bisa menekan biaya dan menyederhanakan portofolio merek. Sebaliknya, karyawan OnePlus, mitra ritel, dan komunitas pengguna setia harus menanggung dampaknya.

Masalah Hukum Menambah Tekanan

Tekanan terhadap OnePlus juga datang dari level pimpinan. Reuters melaporkan CEO OnePlus Pete Lau kini menghadapi persoalan hukum di Taiwan. Kantor Kejaksaan Distrik Shilin bahkan memasukkan namanya dalam daftar buronan.

Jaksa Taiwan menyatakan Lau merekrut sekitar 70 karyawan lokal untuk riset, pengembangan aplikasi, serta pengujian perangkat OnePlus. Kasus ini berkaitan langsung dengan undang-undang Taiwan tentang hubungan dengan China, isu yang sangat sensitif secara politik.

Situasi ini jelas memperberat posisi OnePlus. Saat bisnis melemah, pucuk pimpinan justru terseret konflik hukum lintas negara.

Akhir Sebuah Merek Ikonik?

Jika laporan ini benar maka OnePlus akan bergabung dalam daftar merek teknologi yang tumbang bukan karena kurang ide, melainkan kalah strategi. Oppo mungkin berhasil mengamankan kepentingan bisnisnya. Kompetitor mungkin menikmati ruang pasar yang terbuka. Namun, konsumen kehilangan satu merek yang dulu berani menantang harga mahal flagship.

Pada akhirnya, kisah OnePlus menjadi pengingat di industri teknologi, inovasi saja tidak cukup. Tanpa arah bisnis yang jelas, bahkan pembunuh flagship pun bisa kalah oleh keputusan di ruang rapat. @teguh

Tags: AndroidinovasiKasusMediaProdukreutersritelSmartphone

Kamu Melewatkan Ini

Senyap ke Viral: Kasus Pelecehan Mahasiswa Unair

Senyap ke Viral: Kasus Pelecehan Mahasiswa Unair

by teguh
Mei 1, 2026

Empat mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terseret dugaan kasus pelecehan seksual. Kasus ini tiba-tiba viral di media sosial, meski pihak...

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak...

Vivo T5 Series: Gaya Hidup  atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

Vivo T5 Series: Gaya Hidup atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

by teguh
Mei 8, 2026

Kalau dulu smartphone cuma alat komunikasi, sekarang ceritanya berbeda. Pada 29/04/2026, vivo Indonesia resmi merilis Vivo T5 Series. Namun, lebih...

Next Post
Konsep Otomatis

GERD Bukan Sekadar Heartburn: Waspadai Komplikasinya

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id