Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OnePlus di Ujung Tanduk: “Flagship Killer” Tersingkir Restrukturisasi Oppo

by teguh
Januari 22, 2026
in Global
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Kabar ini datang tanpa aba-aba, namun dampaknya langsung terasa. OnePlus, merek ponsel yang dulu dielu-elukan sebagai flagship killer, kini dikabarkan menuju penutupan. Media teknologi Android Headline melaporkan Oppo sebagai pemilik merek telah memulai proses penghentian operasi OnePlus secara bertahap.

Menurut laporan tersebut, OnePlus saat ini hanya menjalankan aktivitas untuk memenuhi komitmen lama. Perusahaan tidak lagi menyiapkan pengembangan produk baru, bahkan membatalkan rencana peluncuran ponsel lipat dan flagship. Dengan kata lain, mesin inovasi OnePlus sudah dimatikan.

Android Headline menghimpun informasi ini dari pegawai aktif dan mantan pegawai OnePlus di China serta sejumlah negara lain. Mereka menggambarkan situasi internal yang memburuk secara cepat.

“Pengiriman anjlok. Kekuatan premium runtuh dalam semalam. Kantor tutup tanpa pengumuman. Kemitraan berakhir. Tim di negara Barat tinggal beberapa orang. Semua keputusan kini ditarik ke pusat,” tulis Android Headline, Rabu (21/01/2026).

Angka Bicara, Pasar Menjawab

Penurunan performa OnePlus bukan sekadar rumor. Data Omdia menunjukkan pengiriman ponsel OnePlus merosot lebih dari 20 persen sepanjang 2024. Volume penjualan hanya bertahan di kisaran 14 juta unit, jauh dari masa kejayaannya.

Ini Belum Selesai

Prancis Membara, Penjarahan Massal Pecah di Tengah Demo Biaya Hidup

Pilot WNI Bikin Pesawat Kargo Putar Balik: Ada yang Salah di Prosedur Israel?

Sementara itu, di India pasar terbesar OnePlus situasi terlihat lebih keras. Sekitar 4.500 toko berhenti menjual perangkat OnePlus karena margin keuntungan terlalu tipis. Akibatnya, kehadiran OnePlus di etalase ritel menyusut drastis.

Tak berhenti di situ, laporan IDC mencatat pangsa pasar OnePlus di India turun dari 6,1 persen menjadi 3,9 persen. Angka ini menegaskan satu hal: konsumen mulai berpaling, dan OnePlus gagal mempertahankan daya tariknya.

Di tengah banjir ponsel China dengan harga agresif dan fitur serupa, identitas premium terjangkau OnePlus kehilangan tajinya.

Bayang-bayang Strategi Oppo

Di sisi lain, langkah Oppo memperjelas arah bisnisnya. Sebelumnya, Oppo mengumumkan restrukturisasi besar terkait Realme. Meski perusahaan menyebutnya sebagai sinergi, Oppo tetap menutup divisi R&D, memangkas jumlah karyawan, dan menggabungkan sejumlah entitas bisnis.

Langkah itu memunculkan pola yang sulit dibantah. Oppo kini memusatkan sumber daya pada merek yang paling efisien dan menguntungkan. Dalam skema tersebut, OnePlus terlihat semakin tersisih.

Oppo jelas diuntungkan karena bisa menekan biaya dan menyederhanakan portofolio merek. Sebaliknya, karyawan OnePlus, mitra ritel, dan komunitas pengguna setia harus menanggung dampaknya.

Masalah Hukum Menambah Tekanan

Tekanan terhadap OnePlus juga datang dari level pimpinan. Reuters melaporkan CEO OnePlus Pete Lau kini menghadapi persoalan hukum di Taiwan. Kantor Kejaksaan Distrik Shilin bahkan memasukkan namanya dalam daftar buronan.

Jaksa Taiwan menyatakan Lau merekrut sekitar 70 karyawan lokal untuk riset, pengembangan aplikasi, serta pengujian perangkat OnePlus. Kasus ini berkaitan langsung dengan undang-undang Taiwan tentang hubungan dengan China, isu yang sangat sensitif secara politik.

Situasi ini jelas memperberat posisi OnePlus. Saat bisnis melemah, pucuk pimpinan justru terseret konflik hukum lintas negara.

Akhir Sebuah Merek Ikonik?

Jika laporan ini benar maka OnePlus akan bergabung dalam daftar merek teknologi yang tumbang bukan karena kurang ide, melainkan kalah strategi. Oppo mungkin berhasil mengamankan kepentingan bisnisnya. Kompetitor mungkin menikmati ruang pasar yang terbuka. Namun, konsumen kehilangan satu merek yang dulu berani menantang harga mahal flagship.

Pada akhirnya, kisah OnePlus menjadi pengingat di industri teknologi, inovasi saja tidak cukup. Tanpa arah bisnis yang jelas, bahkan pembunuh flagship pun bisa kalah oleh keputusan di ruang rapat. @teguh

Tags: AndroidinovasiKasusMediaProdukreutersritelSmartphone

Kamu Melewatkan Ini

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

by dimas
Oktober 16, 2026

Tesla memamerkan mobil terbang melalui demonstrasi Roadster. Benarkah teknologi Elon Musk siap diproduksi pada 2028 atau masih sebatas ambisi? Tabooo.id...

Kasus MS Melebar: Room Karaoke Jadi Viral, Uang Jadi Persoalan

Kasus MS Melebar: Room Karaoke Jadi Viral, Uang Jadi Persoalan

by teguh
September 21, 2026

Video dari sebuah room karaoke menyeret nama MS, pengurus PWNU Sulawesi Selatan, ke ruang publik. Sejumlah media kemudian mengangkat aktivitas...

Handphone Belum Mati, Tapi Ekosistem Sudah Mengusirnya

Handphone Belum Mati, Tapi Ekosistem Sudah Mengusirnya

by teguh
September 10, 2026

Sebuah Handphone belum mati karena jatuh dan pecah, Atau kehilangan fungsi kamera untuk dianggap tua. Cukup satu persoalan yaitu, Sistem...

Next Post
Konsep Otomatis

GERD Bukan Sekadar Heartburn: Waspadai Komplikasinya

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id