Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Resmi Bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets

by dimas
Januari 21, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Indonesia resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, koalisi internasional yang mendorong pertumbuhan pasar karbon berintegritas tinggi. Pemerintah menempatkan langkah ini sebagai strategi penting untuk memperkuat solusi berbasis alam, khususnya dari sektor kehutanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekologi nasional.

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengumumkan keputusan tersebut dalam forum Advancing Indonesia UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets di Kantor Standard Chartered, London, Selasa (20/1/2026). Forum ini berlangsung tak lama setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang menandai peluncuran Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris.

“Mulai hari ini, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia resmi bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets dan mewakili sektor kehutanan Indonesia,” ujar Raja Juli dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

Posisi Strategis Indonesia di Meja Iklim Global

Raja Juli menilai keikutsertaan Indonesia sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia menegaskan bahwa Indonesia memegang posisi strategis karena memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove terluas, serta bentang lahan gambut tropis yang signifikan.

Kekayaan alam tersebut, menurutnya, memberi Indonesia modal nyata untuk mengembangkan solusi berbasis alam yang berkontribusi langsung pada target iklim global. Pengalaman panjang Indonesia dalam pengelolaan hutan juga menjadi nilai tambah dalam kerja sama lintas negara.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Melalui keanggotaan ini, Indonesia akan aktif bekerja bersama negara-negara dengan visi serupa. Pemerintah menargetkan peningkatan permintaan kredit karbon berintegritas tinggi, terutama yang berasal dari sektor kehutanan dan proyek solusi berbasis alam.

“Langkah ini tidak hanya mendorong pertumbuhan hijau Indonesia, tetapi juga memberi dampak positif bagi upaya iklim global,” tambahnya.

Inggris Dorong Pasar Karbon yang Kredibel

Dari pihak Inggris, Rachel Kyte, Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim, menyambut bergabungnya Indonesia. Ia menilai kehadiran Indonesia memperkuat kepemimpinan kolektif negara-negara dalam membangun pasar karbon yang transparan dan kredibel.

“Dengan bergabungnya Indonesia, kini ada 11 pemerintah yang berkomitmen memastikan dunia usaha memahami cara berpartisipasi dalam pasar karbon secara berintegritas,” ujar Kyte.

Ia menekankan bahwa pasar karbon dapat menjadi instrumen penting untuk membantu negara mencapai target iklim. Pada saat yang sama, mekanisme ini membuka aliran pendanaan baru untuk melindungi alam dan memperkuat ketahanan lingkungan.

Menurut Kyte, proyek solusi berbasis alam di Indonesia memiliki daya tarik tinggi bagi sektor swasta. Proyek tersebut dinilai mampu melestarikan hutan, menurunkan emisi, dan mendorong pembangunan berkelanjutan secara bersamaan.

Arah Koalisi dan Masa Depan Pasar Karbon

The Coalition to Grow Carbon Markets saat ini diketuai bersama oleh Inggris, Singapura, dan Kenya. Selain Indonesia, koalisi ini juga melibatkan Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia.

Koalisi tersebut diluncurkan pada London Climate Action Week Juni 2025. Sejak saat itu, para anggota mendorong keselarasan internasional melalui peluncuran Shared Principles for Growing High-Integrity Use of Carbon Credits pada COP30 di Brasil.

Prinsip bersama ini menyediakan kerangka lintas negara sekaligus memberi kepastian bagi dunia usaha. Dengan panduan tersebut, perusahaan dapat mulai berinvestasi dalam kredit karbon sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi yang kredibel.

Dampak Nyata bagi Indonesia dan Masyarakat

Bagi Indonesia, pasar kredit karbon berintegritas tinggi membuka peluang pendanaan baru untuk mendukung solusi berbasis alam, menjaga keanekaragaman hayati, dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Pemerintah juga melihat peluang pertumbuhan ekonomi hijau sebagai manfaat jangka panjang.

Masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Jika pemerintah mengelola proyek karbon secara adil dan transparan, program ini dapat menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem, dan memperkuat ekonomi lokal.

Namun, risiko tetap mengintai. Tanpa tata kelola yang kuat, pasar karbon berpotensi hanya menguntungkan investor besar dan menjauh dari kepentingan warga sekitar hutan.

Indonesia kini duduk di meja penting diplomasi iklim global. Pertanyaannya bukan lagi soal potensi, melainkan pilihan apakah hutan akan benar-benar menjadi penyelamat masa depan, atau sekadar komoditas hijau dengan kemasan baru. @dimas

Tags: InggrisNasionalPrabowo SubiantoStrategis

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Next Post
ASEAN Para Games 2025 Dibuka di Thailand, Tegaskan Kesetaraan Atlet Disabilitas

ASEAN Para Games 2025 Dibuka di Thailand, Tegaskan Kesetaraan Atlet Disabilitas

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id