Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Eskalasi Iran-AS, Kapal Induk AS Dekati Kawasan Timur Tengah

by dimas
Januari 21, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln meninggalkan kawasan Pasifik Barat dan bergerak menuju Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan kapal induk bertenaga nuklir itu terpantau pada Minggu (18/1/2026), menandai eskalasi baru dalam dinamika keamanan global yang belum menunjukkan tanda mereda.

Data pelacakan kapal MarineTraffic mencatat USS Abraham Lincoln melintasi Selat Malaka dan bergerak ke arah barat laut. Pada Selasa (20/1/2026), kapal induk tersebut berada di perairan Samudra Hindia bagian timur, tepat di sebelah utara Pulau Sumatra, Indonesia. Jalur pelayaran ini menempatkan Indonesia di lintasan strategis salah satu armada tempur paling kuat di dunia.

Sehari sebelumnya, pengamat kapal di Singapura menangkap citra USS Abraham Lincoln yang melintas di perairan sekitar “Negeri Singa” pada Minggu malam. Kapal itu berlayar dalam kondisi minim pencahayaan, tak lama setelah meninggalkan Laut Cina Selatan.

Ketiga Kalinya AS Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah

Langkah ini menandai kali ketiga dalam satu tahun Amerika Serikat mengerahkan kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Washington mengambil keputusan ini seiring meningkatnya ketegangan regional, terutama setelah gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Iran dilaporkan menelan ribuan korban jiwa.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump memperkeras sikapnya terhadap Teheran. Trump secara terbuka menyerukan perubahan rezim dan memerintahkan militer Amerika Serikat bersiap menghadapi skenario serangan terhadap Iran.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menegaskan bahwa Washington tidak sekadar melontarkan ancaman.

“Presiden Trump adalah orang yang bertindak. Semua opsi tersedia untuk menghentikan pembantaian, dan kepemimpinan rezim Iran sangat memahami itu,” ujar Waltz, dikutip dari Newsweek, Selasa (20/1/2026).

Iran Balas Tuduhan, Ancaman Perang Terbuka Menguat

Dari Teheran, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei langsung menuding Amerika Serikat berada di balik kerusuhan domestik yang melanda negaranya. Melalui unggahan di platform X, Khamenei menyebut AS menyiapkan skenario besar untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

“Amerika Serikat melakukan persiapan ekstensif untuk mengatur pemberontakan. Kerusuhan ini hanyalah awal. Bangsa Iran akan mengalahkan AS,” tulis Khamenei.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperkeras pernyataan tersebut dengan peringatan terbuka. Ia menegaskan bahwa setiap agresi terhadap pemimpin tertinggi Iran akan dianggap sebagai deklarasi perang skala penuh.

“Setiap serangan terhadap pemimpin tertinggi negara kami sama dengan perang terbuka melawan bangsa Iran,” tegasnya.

Pernyataan saling mengancam ini mempersempit ruang diplomasi dan memperbesar risiko konflik bersenjata terbuka di kawasan.

Pasifik Barat Ditinggal, China Jadi Variabel Kritis

Pemindahan USS Abraham Lincoln memicu kekhawatiran serius terkait postur pertahanan Amerika Serikat di Pasifik Barat, terutama dalam konteks persaingan strategis dengan China. Kawasan ini selama ini menjadi panggung utama upaya Washington menahan ekspansi pengaruh Beijing.

Laporan US Naval Institute News menyebut keberangkatan USS Abraham Lincoln menyisakan USS George Washington sebagai satu-satunya kapal induk AS yang ditempatkan di Pasifik Barat. Kapal tersebut berbasis di Jepang sejak November 2024, namun saat ini tengah menjalani perawatan.

Untuk menutup celah kekuatan, militer AS mengandalkan USS Tripoli, kapal serbu amfibi yang mampu mengoperasikan jet tempur F-35B. Meski demikian, para analis menilai kemampuan ini belum sepenuhnya setara dengan kehadiran kapal induk penuh di kawasan.

Di sisi lain, China terus memperkuat armada lautnya. Beijing kini mengoperasikan armada kapal perang terbesar di dunia berdasarkan jumlah lambung, termasuk tiga kapal induk aktif. Ketimpangan kehadiran ini menjadi perhatian serius di Washington.

Gugus Tempur Lengkap Menuju Timur Tengah

USS Abraham Lincoln tidak berlayar sendirian. Armada pendukung yang menyertainya mencakup kapal perusak USS Spruance, USS Michael Murphy, dan USS Frank E. Petersen Jr. Di kawasan Timur Tengah, AS juga telah menyiagakan kapal perusak USS Roosevelt di Laut Merah, USS Mitscher di Teluk Oman, serta USS McFaul di Teluk Persia.

Hingga kini, Departemen Pertahanan AS dan Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai tujuan akhir dan waktu penempatan gugus tempur USS Abraham Lincoln di dekat Iran.

Indonesia dan Kawasan di Tengah Arus Besar Geopolitik

Bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pergerakan armada tempur ini bukan sekadar berita luar negeri. Selat Malaka sebagai jalur strategis global kembali menjadi lintasan kepentingan militer negara besar, dengan potensi implikasi terhadap stabilitas kawasan, keamanan laut, dan arus perdagangan internasional.

Di tengah tarik-menarik kekuatan global ini, satu hal menjadi jelas ketika kapal induk mulai berpindah haluan, dunia tidak sedang berlayar menuju ketenangan melainkan mendekati perairan yang semakin bergejolak. @dimas

Tags: ASGeopolitikGlobalKapal indukKawasanKeamanan NegaraPerang IranSelat MalakaTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Tank Bisa Ditunda, Lapar Nggak Bisa Disuruh Antre

Tank Bisa Ditunda, Lapar Nggak Bisa Disuruh Antre

by teguh
Juli 19, 2026

Satu tanda tangan mampu menggeser miliaran rupiah dalam APBN. Namun, satu pidato tidak pernah bisa mengenyangkan perut rakyat karena lapar...

Senjata atau Perut Rakyat? Dilema Negara Anggaran Pertahanan Masuk Meja Efisiensi

Senjata atau Perut Rakyat? Dilema Negara Anggaran Pertahanan Masuk Meja Efisiensi

by teguh
Juli 18, 2026

Ketika Presiden RI Prabowo Subianto membuka opsi mengurangi anggaran pertahanan demi memberantas kemiskinan, negara menghadapi pertanyaan besar keamanan itu soal...

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

by teguh
Juni 28, 2026

Langit di Timur Tengah mungkin terasa sangat jauh dari kawasan industri di Indonesia. Namun setiap ledakan yang mengguncang wilayah itu...

Next Post
Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem Timur

Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem Timur

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id