Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Tegaskan Inggris sebagai Mitra Strategis Ekonomi Indonesia

by dimas
Januari 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Inggris sebagai mitra strategis yang berpotensi besar ikut menggerakkan perekonomian Indonesia. Prabowo menyampaikan pernyataan itu usai bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London, Selasa (20/1/2026).

Di hadapan awak media, Prabowo menempatkan Inggris bukan sekadar mitra diplomatik, melainkan calon pemain penting dalam agenda pembangunan ekonomi nasional ke depan. Ia menilai Inggris memiliki dua kekuatan utama yang Indonesia butuhkan saat ini, yakni teknologi maju dan sistem keuangan yang kuat.

“Kita memandang Inggris sebagai mitra yang bisa sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita,” ujar Prabowo, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Inggris Masuk Radar Ekonomi Indonesia

Prabowo melihat Inggris menempati posisi strategis dalam peta ekonomi global berkat ekosistem teknologi dan keuangan yang matang. Ia menilai kekuatan tersebut selaras dengan arah transformasi ekonomi Indonesia, khususnya di sektor industri, maritim, dan pembangunan infrastruktur.

Selain teknologi, Prabowo menyoroti minat investasi Inggris ke Indonesia. Ia menyebut pemerintah Inggris menunjukkan ketertarikan serius untuk menanamkan modal. Menurut Prabowo, kerja sama ini berpotensi menciptakan hubungan saling menguntungkan, bukan sekadar arus modal satu arah.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

“Mereka punya teknologi, mereka punya kemampuan keuangan yang sangat kuat, dan mereka berminat berinvestasi di Indonesia. Kita bisa mendapatkan manfaat nyata dari situ,” tambahnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan persaingan geopolitik yang semakin tajam, Prabowo memandang langkah ini sebagai upaya Indonesia memperluas jejaring mitra strategis di luar poros tradisional.

Maritim Jadi Fokus Kerja Sama

Dalam pertemuan dengan Keir Starmer, Prabowo menempatkan kerja sama maritim sebagai agenda utama. Ia menilai sektor maritim beririsan langsung dengan visi Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus penopang ekonomi nasional.

Prabowo secara khusus menyinggung pertemuannya dengan CEO Babcock, perusahaan Inggris yang bergerak di bidang pertahanan dan maritim. Ia menegaskan kemitraan dengan Babcock akan memperkuat pembangunan ekonomi maritim Indonesia.

“Kami sangat senang melanjutkan kemitraan maritim ini. Kerja sama ini penting dan strategis bagi pembangunan ekonomi maritim kita,” jelasnya.

Prabowo menilai kerja sama tersebut akan berdampak langsung pada sektor perikanan, industri galangan kapal, dan keamanan laut sektor yang menyerap jutaan tenaga kerja dan menopang ekonomi pesisir Indonesia.

Ekonomi dan Pendidikan Jalan Bersama

Selain maritim, Prabowo juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan pendidikan. Dalam kunjungannya ke Inggris, ia menjadwalkan pertemuan dengan para pemimpin bisnis serta perwakilan universitas yang tergabung dalam Russell Group, jaringan kampus elite Inggris.

Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi pendidikan sebagai fondasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Ia menilai peningkatan kapasitas riset dan teknologi menjadi syarat utama agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

“Hari ini saya akan berdiskusi dengan para pemimpin bisnis Inggris dan para pemimpin universitas Russell Group,” pungkasnya.

Ia menilai agenda ini relevan dengan tantangan bonus demografi Indonesia yang menuntut kualitas, inovasi, dan daya saing tenaga kerja bukan sekadar jumlah.

Produktif, Tapi Publik Menanti Bukti

Prabowo menilai kunjungan kerjanya ke Inggris berlangsung produktif dan menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis. Ia mengapresiasi sambutan pemerintah Inggris serta keterbukaan dalam membangun kemitraan jangka panjang.

Namun, di balik optimisme tersebut, publik tetap menanti bukti konkret. Masyarakat akan menguji kerja sama ini melalui dampaknya: apakah investasi benar-benar masuk, alih teknologi berjalan, lapangan kerja bertambah, dan industri nasional naik kelas.

Pada akhirnya, kemitraan internasional selalu menjanjikan peluang. Tetapi tanpa pengelolaan yang tegas dan berpihak pada kepentingan publik, kerja sama hanya akan menjadi panggung diplomasi ramai di foto, sunyi di perut rakyat. @dimas

Tags: BilateraldiplomasiEkonomi IndonesiaInggrisInternasionalInvestasiKerja SamaMaritimNasionalPendidikanPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang: Diplomasi Akrab, Hasilnya Harus Terukur

by teguh
Oktober 19, 2026

Diplomasi sering dimulai dari sebuah jabat tangan. Dua tokoh bertemu yaitu, Prabowo Bertemu Guterres di Hambalang kamera merekam, lalu pernyataan...

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

by teguh
Oktober 19, 2026

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu...

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Next Post
Eskalasi Iran-AS, Kapal Induk AS Dekati Kawasan Timur Tengah

Eskalasi Iran-AS, Kapal Induk AS Dekati Kawasan Timur Tengah

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id