Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Denmark Tambah Pasukan di Greenland di Tengah Tekanan Amerika Serikat

by dimas
Januari 20, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Denmark terus meningkatkan kehadiran militernya di Greenland. Pada Senin (19/1/2026), Angkatan Bersenjata Denmark secara resmi mengonfirmasi pengiriman tambahan pasukan tempur ke wilayah Arktik. Media lokal menyebut, pasukan tersebut tiba di Kangerlussuaq pada Senin malam sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan militer di wilayah otonom itu.

Langkah ini membuka babak baru ketegangan geopolitik di kawasan Arktik, yang dalam beberapa bulan terakhir kembali menarik perhatian dunia.

Latihan Militer Dipercepat, Arktik Makin Memanas

Sebelumnya, Denmark telah menempatkan sekitar 100 prajurit di ibu kota Greenland, Nuuk. Pemerintah juga mengerahkan jumlah pasukan yang sama ke Kangerlussuaq. Seluruh personel itu kini mengikuti latihan militer Arctic Endurance.

Otoritas Denmark mempercepat dan mengintensifkan latihan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menyesuaikan skala latihan dengan dinamika keamanan terbaru di kawasan Arktik.

Situasi ini tidak terlepas dari pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald J Trump. Trump kembali menyuarakan ambisi Washington untuk menguasai Greenland secara penuh. Ia berdalih wilayah itu penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat dan stabilitas global.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Gedung Putih bahkan secara terbuka menyebut opsi militer sebagai kemungkinan jika kepentingan Amerika Serikat di Greenland tidak terpenuhi.

Ancaman Tarif, Tekanan Ekonomi ke Sekutu

Washington tidak hanya menekan lewat isu keamanan. Pada Sabtu (17/1/2026), Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 10 persen terhadap Inggris, Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari 2026. Ia juga menyatakan tarif itu akan naik menjadi 25 persen pada 1 Juni.

Trump mengaitkan ancaman tersebut dengan penolakan negara-negara Eropa terhadap kontrol Amerika Serikat atas Greenland. Jika kebijakan ini benar-benar berlaku, sektor industri dan perdagangan Eropa terutama negara-negara Nordik akan merasakan dampak langsungnya karena ketergantungan mereka pada pasar AS.

Eropa Merapat, Tolak Tekanan Washington

Menanggapi ancaman tersebut, delapan negara Eropa itu mengeluarkan pernyataan bersama pada Ahad (2/2). Mereka mengecam langkah Amerika Serikat dan menegaskan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas serta keamanan kawasan Arktik.

Pernyataan itu menunjukkan konsolidasi politik Eropa di tengah tekanan ekonomi dan militer dari sekutu transatlantiknya sendiri.

Trump Angkat NATO dan Isu “Ancaman Rusia”

Pada hari yang sama, Trump kembali memanaskan situasi melalui unggahan di media sosial Truth Social. Ia menuding Denmark gagal menangani apa yang ia sebut sebagai “ancaman Rusia” di Greenland.

“NATO telah memberi tahu Denmark selama 20 tahun bahwa Anda harus menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland. Sayangnya, Denmark tidak mampu berbuat apa pun. Sekarang saatnya, dan itu akan dilakukan!!!” tulis Trump.

Pernyataan tersebut memicu reaksi luas karena menyiratkan kemungkinan keterlibatan langsung Amerika Serikat di wilayah yang secara hukum berada di bawah kedaulatan Denmark.

NATO Masuk, Ketegangan Arktik Meningkat

Sehari sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Trump membahas situasi keamanan Greenland dan kawasan Arktik melalui sambungan telepon. Rutte menyatakan NATO dan Amerika Serikat akan terus berkoordinasi menghadapi dinamika keamanan di wilayah tersebut.

Ia juga menyebut rencana pertemuan langsung dengan Trump di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos. Banyak pihak memprediksi isu Arktik akan menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan itu.

Greenland, Pulau Strategis yang Diperebutkan

Greenland bukan sekadar pulau es. Wilayah ini menyimpan cadangan mineral strategis, jalur pelayaran potensial, serta posisi geografis krusial di lintasan Arktik. Selain Amerika Serikat, Rusia dan China juga terus meningkatkan aktivitas dan pengaruh mereka di kawasan tersebut.

Kremlin, pekan lalu, menegaskan pengakuan atas status hukum Greenland sebagai bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Rusia tetap menilai situasi terbaru di pulau itu sangat kontroversial.

“Kami berangkat dari pemahaman bahwa Greenland adalah wilayah Kerajaan Denmark,” ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Arktik Tak Lagi Sunyi

Penambahan pasukan Denmark di Greenland menegaskan satu hal Arktik tidak lagi menjadi wilayah sunyi yang jauh dari perebutan kepentingan global. Ketika pulau es berubah menjadi papan catur geopolitik, masyarakat lokal dan stabilitas kawasan ikut menanggung risikonya.

Di tengah salju yang terus mencair, bukan hanya es yang retak melainkan juga keyakinan bahwa sekutu selalu sepakat soal kekuasaan. @dimas

Tags: ArktikDenmarkeropaGeopolitikGlobalGreenlandInternasionalKeamanan NegaraKeteganganMiliterNATOpertahanan

Kamu Melewatkan Ini

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS : Kita disuruh Hemat atau Donasi?

Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS : Kita disuruh Hemat atau Donasi?

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah turun lagi. Kali ini ke Rp17.807 per dolar AS. Bagi sebagian ekonom, angka ini mungkin terdengar teknis. Namun, buat...

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

by jeje
Mei 18, 2026

“Papua bukan soal keamanan semata. Papua adalah soal keadilan, sejarah, dan rasa dipercaya.” Kalimat itu terus muncul dalam diskusi para...

Next Post
TheoTown? Main Game, Rasanya Jadi Wali Kota Sungguhan

TheoTown? Main Game, Rasanya Jadi Wali Kota Sungguhan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id