Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Keluarga Kapten ATR Menunggu Mukjizat di Tengah Pencarian

by dimas
Januari 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Di sebuah rumah sederhana di Tigaraksa, Tangerang, doa terus mengalir tanpa jeda sejak Sabtu siang. Keluarga Kapten Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), menggantungkan harapan di tengah proses pencarian pesawat yang hilang kontak di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Agus Mahardianto, adik ipar Kapten Andy, mengatakan keluarga mengikuti setiap perkembangan pencarian dengan perasaan yang saling bertabrakan. Di satu sisi, temuan puing pesawat menggambarkan kondisi yang berat. Namun di sisi lain, keluarga memilih menjaga keyakinan.

“Kami terus berharap dan berdoa agar seluruh korban dapat ditemukan, apa pun kondisinya,” ujar Agus saat ditemui di rumah duka, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan, keluarga tidak mengubah sikap sejak kabar hilang kontak pertama kali mereka terima. Mereka percaya mukjizat dapat melampaui perhitungan manusia.

“Harapan kami satu, mukjizat dari Allah SWT,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Pesan Terakhir Sebelum Terbang

Beberapa jam sebelum keberangkatan dari Yogyakarta, Kapten Andy masih berkomunikasi dengan keluarganya. Pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ia melakukan panggilan video dengan istri dan anak-anaknya.

Percakapan itu berlangsung singkat, tanpa isyarat kegelisahan. Kapten Andy hanya menyampaikan satu kalimat yang selalu ia ucapkan sebelum terbang.

“Doakan happy landing,” jelas Agus, mengulang pesan terakhir sang kapten.

Namun hingga jadwal pendaratan sekitar pukul 13.17 WIB, keluarga tidak menerima kabar lanjutan. Situasi berubah ketika pihak Indonesia Air Transport menghubungi keluarga sekitar pukul 15.00 WIB dan menyampaikan bahwa pesawat kehilangan kontak.

“Dalam penerbangan, lost contact bukan kondisi normal. Dari situ kekhawatiran kami mulai terasa nyata,” tambahnya.

Jejak Panjang di Dunia Penerbangan

Kapten Andy meniti karier penerbangan sejak awal 1990-an. Ia tumbuh di lingkungan yang akrab dengan dunia aviasi. Ayahnya pernah bertugas sebagai penerbang di Angkatan Laut, sementara putra sulungnya kini juga berprofesi sebagai pilot.

Di mata keluarga, Kapten Andy menjalani peran sebagai kepala keluarga dengan disiplin dan kehangatan. Ia dikenal tegas, humoris, dan penuh perhatian. Meski jadwal terbang sering memisahkannya dari rumah, ia tetap menjaga komunikasi dengan keluarganya.

“Beliau selalu menyempatkan diri memberi kabar,” pungkasnya.

Pengalaman panjang itu membuat kabar hilang kontak terasa semakin sulit diterima, bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh komunitas penerbangan yang mengenalnya.

Menunggu di Dua Kota

Di tengah proses pencarian, keluarga Kapten Andy kini terpisah di dua kota. Istri dan putra sulungnya berangkat ke Makassar untuk menjalani proses tes DNA. Sementara itu, anggota keluarga lainnya bertahan di rumah duka di Tigaraksa.

Mereka mengikuti setiap kabar dari Sulawesi Selatan sambil menunggu kepastian. Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi jatuhnya pesawat di medan pegunungan yang curam dan sulit dijangkau.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport membawa 10 orang saat kejadian, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat itu kehilangan kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Hingga Senin, tim SAR berhasil mengevakuasi dua jenazah. Tim masih melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya.

Antara Teknologi dan Doa

Peristiwa ini kembali menempatkan keselamatan penerbangan di wilayah bermedan ekstrem dalam sorotan. Sistem navigasi, prosedur keselamatan, dan kesiapan evakuasi diuji di ruang yang menuntut presisi tinggi.

Namun di balik laporan teknis dan konferensi pers, keluarga korban menjalani penantian dengan cara paling manusiawi: berdoa dan berharap.

Negara mengandalkan radar, helikopter, dan peta medan. Keluarga bertahan dengan keyakinan.

Dan di antara kabut Pegunungan Bulusaraung serta serpihan pesawat yang terus dievakuasi, pertanyaan yang tersisa bukan hanya tentang apa yang terjadi di udara melainkan seberapa serius kita memastikan tragedi serupa tidak terus berulang di kemudian hari. @dimas

Tags: KecelakaanKeselamatanNasionalPencarianpenerbanganPesawatSARSulawesi Selatan

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Konsep Otomatis

Imigrasi Bongkar Jaringan Love Scamming WNA di Tangerang

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id