Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Herdman Tak Gentar Target PSSI, Timnas Siap Uji Mental di Asia

by teguh
Januari 13, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Sports – Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai. John Herdman datang bukan untuk pemanasan, melainkan langsung menghadapi target besar. PSSI menugaskan pelatih asal Inggris itu membawa Skuad Garuda menembus delapan besar Piala Asia 2027. Target jelas, tekanannya pun nyata.

Sejak pertama diperkenalkan, Herdman memilih nada optimistis. Ia tidak menunda, tidak berkelit. Sebaliknya, ia langsung menyatakan kesiapan menjawab tantangan federasi.

“Dengan pemain yang kami miliki dan pengalaman yang sudah mereka lewati, kami bisa tampil kompetitif,” ujar Herdman.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan awal bagi publik Timnas Indonesia tidak lagi datang ke Asia hanya untuk bertahan.

Target Tinggi PSSI, Ekspektasi Publik Menguat

PSSI menetapkan target delapan besar sebagai standar minimal. Federasi ingin lompatan prestasi, bukan sekadar narasi perkembangan. Oleh karena itu, Piala Asia 2027 menjadi tolok ukur utama era Herdman.

Ini Belum Selesai

23 Atlet, 21 Medali: Jateng Unjuk Taring di IMC 2026

UFC Jadi Mimpi Gibran, Tapi Pengalaman Jadi Harga Mati

Di satu sisi, target ini memperkuat citra ambisi federasi. Namun di sisi lain, target tersebut langsung menempatkan tekanan besar di pundak pelatih dan pemain. Publik sepak bola Indonesia terkenal kritis. Mereka berharap cepat, menagih lebih cepat.

Meski begitu, Herdman tidak menunjukkan keraguan. Ia justru melihat target ini sebagai pemicu.

“Kami punya kesempatan untuk mendorong diri dan membuat sejarah,” tegasnya.

Dengan kata lain, ia memilih maju daripada bermain aman.

Materi Pemain Jadi Modal Awal, Bukan Garansi

Herdman menilai Timnas Indonesia memiliki komposisi pemain yang kompetitif. Ia menyoroti pengalaman tim di Kualifikasi Piala Dunia sebagai fondasi penting. Menurutnya, laga-laga penuh tekanan itu telah menempa mental pemain.

Namun demikian, Herdman juga bersikap realistis. Ia menyadari Piala Asia menghadirkan tantangan berbeda. Format turnamen menuntut konsistensi, disiplin, dan pengelolaan emosi yang matang.

“Beberapa pemain belum pernah merasakan format turnamen besar. Di sinilah proses belajar dimulai,” jelasnya.

Terutama bagi pemain diaspora dan naturalisasi, Piala Asia akan menjadi ruang adaptasi. Mereka tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga belajar hidup dalam ritme turnamen.

Herdman Tak Gentar Target PSSI, Timnas Siap Uji Mental di Asia
Herdman menyinggung persoalan lama Timnas Indonesia mental bertanding.

Dari Taktik ke Mental: Herdman Sentuh Akar Masalah

Lebih jauh, Herdman menyinggung persoalan lama Timnas Indonesia mental bertanding. Selama bertahun-tahun, rasa minder kerap muncul sebelum pertandingan besar dimulai. Karena itu, Herdman menolak sikap tersebut sejak awal.

“Kami harus berani bersaing. Kami punya kelompok pemain bertalenta,” katanya tegas.

Pernyataan ini bukan sekadar motivasi. Herdman membawa pengalaman membangun Kanada dari tim kuda hitam menjadi kekuatan CONCACAF. Ia ingin menanamkan pola pikir serupa percaya pada diri sendiri, lalu bertarung habis-habisan.

Dengan pendekatan itu, ia berharap Timnas Indonesia tidak lagi kalah sebelum bertanding.

Siapa Diuntungkan, Siapa Tertekan?

Target besar ini menguntungkan PSSI dari sisi citra dan arah kebijakan. Jika Timnas menembus delapan besar, federasi akan menuai legitimasi publik. Para pemain pun berpeluang menaikkan nilai dan reputasi di level Asia.

Namun sebaliknya, tekanan terbesar justru menghantam Herdman dan skuadnya. Jika gagal, kritik akan datang lebih cepat daripada evaluasi. Ruang sabar publik semakin sempit ketika target sudah diumumkan sejak awal.

Meski begitu, tekanan ini juga memaksa semua pihak bekerja lebih serius mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain.

Lebih dari Sekadar Piala Asia

Bagi Herdman, Piala Asia 2027 bukan sekadar turnamen. Ajang ini menjadi cermin posisi sepak bola Indonesia di Asia.

“Kami ingin tahu di mana posisi kami sekarang, lalu menentukan langkah berikutnya sebagai sebuah negara,” pungkasnya.

Pada akhirnya, target sudah dipasang dan janji sudah diucapkan. Kini publik menunggu pembuktian di lapangan. Sebab dalam sepak bola Indonesia, kata-kata selalu terdengar meyakinkan di awal.

Namun sejarah hanya berubah ketika keberanian itu bertahan selama 90 menit dan tidak runtuh saat tekanan datang. @teguh

Tags: EkspetasiGarudaKompetitifmentalPelatihPemainPiala DuniaPSSISosial & PublikTargetTimnas

Kamu Melewatkan Ini

Mentalitas Singapura, Alarm Serius Timnas Indonesia Sebelum Laga Hidup-Mati

Mentalitas Singapura, Alarm Serius Timnas Indonesia Sebelum Laga Hidup-Mati

by teguh
Agustus 7, 2026

Lolos ke Piala Asia mengubah cara berpikir The Lions. Kini Timnas Indonesia menghadapi lawan yang bukan hanya lebih rapi secara...

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Tiga Poin Jadi Harga Mati

by teguh
Juli 27, 2026

Timnas Indonesia menghadapi laga yang tidak boleh gagal. Senin (27/07/2026) pukul 20.30 WIB, skuad Garuda akan menjamu Kamboja pada laga...

Spanyol Juara, FIFA Luncurkan Cincin Juara

Spanyol Juara, FIFA Luncurkan Cincin Juara

by eko
Juli 21, 2026

Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 usai mengalahkan Argentina. Untuk pertama kalinya, FIFA menghadiahkan cincin juara sebagai simbol baru dalam...

Next Post
Check: Klaim TNI Audit Dana Desa Ternyata Hoaks

Check: Klaim TNI Audit Dana Desa Ternyata Hoaks

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id