Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Herdman Tak Gentar Target PSSI, Timnas Siap Uji Mental di Asia

by teguh
Januari 13, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai. John Herdman datang bukan untuk pemanasan, melainkan langsung menghadapi target besar. PSSI menugaskan pelatih asal Inggris itu membawa Skuad Garuda menembus delapan besar Piala Asia 2027. Target jelas, tekanannya pun nyata.

Sejak pertama diperkenalkan, Herdman memilih nada optimistis. Ia tidak menunda, tidak berkelit. Sebaliknya, ia langsung menyatakan kesiapan menjawab tantangan federasi.

“Dengan pemain yang kami miliki dan pengalaman yang sudah mereka lewati, kami bisa tampil kompetitif,” ujar Herdman.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan awal bagi publik Timnas Indonesia tidak lagi datang ke Asia hanya untuk bertahan.

Target Tinggi PSSI, Ekspektasi Publik Menguat

PSSI menetapkan target delapan besar sebagai standar minimal. Federasi ingin lompatan prestasi, bukan sekadar narasi perkembangan. Oleh karena itu, Piala Asia 2027 menjadi tolok ukur utama era Herdman.

Ini Belum Selesai

Kesalahan Fatal Madrid di El Clasico

Arsenal vs PSG: Ketika Benteng Tangguh Bertemu Insting Membunuh

Di satu sisi, target ini memperkuat citra ambisi federasi. Namun di sisi lain, target tersebut langsung menempatkan tekanan besar di pundak pelatih dan pemain. Publik sepak bola Indonesia terkenal kritis. Mereka berharap cepat, menagih lebih cepat.

Meski begitu, Herdman tidak menunjukkan keraguan. Ia justru melihat target ini sebagai pemicu.

“Kami punya kesempatan untuk mendorong diri dan membuat sejarah,” tegasnya.

Dengan kata lain, ia memilih maju daripada bermain aman.

Materi Pemain Jadi Modal Awal, Bukan Garansi

Herdman menilai Timnas Indonesia memiliki komposisi pemain yang kompetitif. Ia menyoroti pengalaman tim di Kualifikasi Piala Dunia sebagai fondasi penting. Menurutnya, laga-laga penuh tekanan itu telah menempa mental pemain.

Namun demikian, Herdman juga bersikap realistis. Ia menyadari Piala Asia menghadirkan tantangan berbeda. Format turnamen menuntut konsistensi, disiplin, dan pengelolaan emosi yang matang.

“Beberapa pemain belum pernah merasakan format turnamen besar. Di sinilah proses belajar dimulai,” jelasnya.

Terutama bagi pemain diaspora dan naturalisasi, Piala Asia akan menjadi ruang adaptasi. Mereka tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga belajar hidup dalam ritme turnamen.

Herdman Tak Gentar Target PSSI, Timnas Siap Uji Mental di Asia
Herdman menyinggung persoalan lama Timnas Indonesia mental bertanding.

Dari Taktik ke Mental: Herdman Sentuh Akar Masalah

Lebih jauh, Herdman menyinggung persoalan lama Timnas Indonesia mental bertanding. Selama bertahun-tahun, rasa minder kerap muncul sebelum pertandingan besar dimulai. Karena itu, Herdman menolak sikap tersebut sejak awal.

“Kami harus berani bersaing. Kami punya kelompok pemain bertalenta,” katanya tegas.

Pernyataan ini bukan sekadar motivasi. Herdman membawa pengalaman membangun Kanada dari tim kuda hitam menjadi kekuatan CONCACAF. Ia ingin menanamkan pola pikir serupa percaya pada diri sendiri, lalu bertarung habis-habisan.

Dengan pendekatan itu, ia berharap Timnas Indonesia tidak lagi kalah sebelum bertanding.

Siapa Diuntungkan, Siapa Tertekan?

Target besar ini menguntungkan PSSI dari sisi citra dan arah kebijakan. Jika Timnas menembus delapan besar, federasi akan menuai legitimasi publik. Para pemain pun berpeluang menaikkan nilai dan reputasi di level Asia.

Namun sebaliknya, tekanan terbesar justru menghantam Herdman dan skuadnya. Jika gagal, kritik akan datang lebih cepat daripada evaluasi. Ruang sabar publik semakin sempit ketika target sudah diumumkan sejak awal.

Meski begitu, tekanan ini juga memaksa semua pihak bekerja lebih serius mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain.

Lebih dari Sekadar Piala Asia

Bagi Herdman, Piala Asia 2027 bukan sekadar turnamen. Ajang ini menjadi cermin posisi sepak bola Indonesia di Asia.

“Kami ingin tahu di mana posisi kami sekarang, lalu menentukan langkah berikutnya sebagai sebuah negara,” pungkasnya.

Pada akhirnya, target sudah dipasang dan janji sudah diucapkan. Kini publik menunggu pembuktian di lapangan. Sebab dalam sepak bola Indonesia, kata-kata selalu terdengar meyakinkan di awal.

Namun sejarah hanya berubah ketika keberanian itu bertahan selama 90 menit dan tidak runtuh saat tekanan datang. @teguh

Tags: EkspetasiGarudaKompetitifmentalPelatihPemainPiala DuniaPSSISosial & PublikTargetTimnas

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kita Lebih Takut Ditolak daripada Gagal?

Kenapa Kita Lebih Takut Ditolak daripada Gagal?

by teguh
Mei 7, 2026

Ditolak memang sakit. Namun, banyak orang lebih takut menerima penolakan daripada menghadapi kegagalan. Kegagalan tidak selalu membuat hidup seseorang runtuh....

Bakar Sampah Jadi Listrik, Mental Buang Sembarangan Masih Gratis

Bakar Sampah Jadi Listrik, Mental Buang Sembarangan Masih Gratis

by teguh
Mei 7, 2026

Semua orang sedang sibuk bicara soal teknologi pengolah sampah jadi listrik. Nilainya miliaran. Bahasanya modern. Presentasinya futuristik. Tapi di saat...

PSS Sleman Naik Liga 1: Sultan Bicara, “Naik Kelas Jangan Setengah Hati”

PSS Sleman Naik Liga 1: Sultan Bicara, “Naik Kelas Jangan Setengah Hati”

by teguh
April 30, 2026

Euforia mulai terasa di Yogyakarta. PSS Sleman berada di jalur promosi, dan harapan publik makin membesar. Tapi di tengah optimisme...

Next Post
Check: Klaim TNI Audit Dana Desa Ternyata Hoaks

Check: Klaim TNI Audit Dana Desa Ternyata Hoaks

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id