Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Herdman Tak Gentar Target PSSI, Timnas Siap Uji Mental di Asia

by teguh
Januari 13, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Sports – Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai. John Herdman datang bukan untuk pemanasan, melainkan langsung menghadapi target besar. PSSI menugaskan pelatih asal Inggris itu membawa Skuad Garuda menembus delapan besar Piala Asia 2027. Target jelas, tekanannya pun nyata.

Sejak pertama diperkenalkan, Herdman memilih nada optimistis. Ia tidak menunda, tidak berkelit. Sebaliknya, ia langsung menyatakan kesiapan menjawab tantangan federasi.

“Dengan pemain yang kami miliki dan pengalaman yang sudah mereka lewati, kami bisa tampil kompetitif,” ujar Herdman.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan awal bagi publik Timnas Indonesia tidak lagi datang ke Asia hanya untuk bertahan.

Target Tinggi PSSI, Ekspektasi Publik Menguat

PSSI menetapkan target delapan besar sebagai standar minimal. Federasi ingin lompatan prestasi, bukan sekadar narasi perkembangan. Oleh karena itu, Piala Asia 2027 menjadi tolok ukur utama era Herdman.

Ini Belum Selesai

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Booking Penginapan MotoGP Mandalika Batal 48 Jam: Hotel atau Marketplace?

Di satu sisi, target ini memperkuat citra ambisi federasi. Namun di sisi lain, target tersebut langsung menempatkan tekanan besar di pundak pelatih dan pemain. Publik sepak bola Indonesia terkenal kritis. Mereka berharap cepat, menagih lebih cepat.

Meski begitu, Herdman tidak menunjukkan keraguan. Ia justru melihat target ini sebagai pemicu.

“Kami punya kesempatan untuk mendorong diri dan membuat sejarah,” tegasnya.

Dengan kata lain, ia memilih maju daripada bermain aman.

Materi Pemain Jadi Modal Awal, Bukan Garansi

Herdman menilai Timnas Indonesia memiliki komposisi pemain yang kompetitif. Ia menyoroti pengalaman tim di Kualifikasi Piala Dunia sebagai fondasi penting. Menurutnya, laga-laga penuh tekanan itu telah menempa mental pemain.

Namun demikian, Herdman juga bersikap realistis. Ia menyadari Piala Asia menghadirkan tantangan berbeda. Format turnamen menuntut konsistensi, disiplin, dan pengelolaan emosi yang matang.

“Beberapa pemain belum pernah merasakan format turnamen besar. Di sinilah proses belajar dimulai,” jelasnya.

Terutama bagi pemain diaspora dan naturalisasi, Piala Asia akan menjadi ruang adaptasi. Mereka tidak hanya bermain untuk menang, tetapi juga belajar hidup dalam ritme turnamen.

Herdman Tak Gentar Target PSSI, Timnas Siap Uji Mental di Asia
Herdman menyinggung persoalan lama Timnas Indonesia mental bertanding.

Dari Taktik ke Mental: Herdman Sentuh Akar Masalah

Lebih jauh, Herdman menyinggung persoalan lama Timnas Indonesia mental bertanding. Selama bertahun-tahun, rasa minder kerap muncul sebelum pertandingan besar dimulai. Karena itu, Herdman menolak sikap tersebut sejak awal.

“Kami harus berani bersaing. Kami punya kelompok pemain bertalenta,” katanya tegas.

Pernyataan ini bukan sekadar motivasi. Herdman membawa pengalaman membangun Kanada dari tim kuda hitam menjadi kekuatan CONCACAF. Ia ingin menanamkan pola pikir serupa percaya pada diri sendiri, lalu bertarung habis-habisan.

Dengan pendekatan itu, ia berharap Timnas Indonesia tidak lagi kalah sebelum bertanding.

Siapa Diuntungkan, Siapa Tertekan?

Target besar ini menguntungkan PSSI dari sisi citra dan arah kebijakan. Jika Timnas menembus delapan besar, federasi akan menuai legitimasi publik. Para pemain pun berpeluang menaikkan nilai dan reputasi di level Asia.

Namun sebaliknya, tekanan terbesar justru menghantam Herdman dan skuadnya. Jika gagal, kritik akan datang lebih cepat daripada evaluasi. Ruang sabar publik semakin sempit ketika target sudah diumumkan sejak awal.

Meski begitu, tekanan ini juga memaksa semua pihak bekerja lebih serius mulai dari manajemen, pelatih, hingga pemain.

Lebih dari Sekadar Piala Asia

Bagi Herdman, Piala Asia 2027 bukan sekadar turnamen. Ajang ini menjadi cermin posisi sepak bola Indonesia di Asia.

“Kami ingin tahu di mana posisi kami sekarang, lalu menentukan langkah berikutnya sebagai sebuah negara,” pungkasnya.

Pada akhirnya, target sudah dipasang dan janji sudah diucapkan. Kini publik menunggu pembuktian di lapangan. Sebab dalam sepak bola Indonesia, kata-kata selalu terdengar meyakinkan di awal.

Namun sejarah hanya berubah ketika keberanian itu bertahan selama 90 menit dan tidak runtuh saat tekanan datang. @teguh

Tags: EkspetasiGarudaKompetitifmentalPelatihPemainPiala DuniaPSSISosial & PublikTargetTimnas

Kamu Melewatkan Ini

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Sentimen Malaysia Berlanjut

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Sentimen Malaysia Berlanjut

by eko
Oktober 6, 2026

Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand. Sentimen Malaysia terhadap Indonesia masih berlanjut di media sosial. Tabooo.id -...

Timnas Indonesia: Menang, Cetak Banyak Gol, atau Pulang Kandang?

Timnas Indonesia: Menang, Cetak Banyak Gol, atau Pulang Kandang?

by teguh
Oktober 1, 2026

Malam ini bukan sekadar soal tiga poin. Timnas Indonesia harus menghadapi Bangladesh sambil menghitung gol, selisih skor, dan hasil pertandingan...

Thom Haye Diusir, Garuda Masuk Mode “Jangan Sampai Kebobolan”

Thom Haye Diusir, Garuda Masuk Mode “Jangan Sampai Kebobolan”

by teguh
September 29, 2026

Thom Haye diusir karena kartu merah dan Skor 0-0 mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi Timnas Indonesia, hasil itu lahir dari...

Next Post
Check: Klaim TNI Audit Dana Desa Ternyata Hoaks

Check: Klaim TNI Audit Dana Desa Ternyata Hoaks

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id