Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Timnas Indonesia vs Oman: Saatnya Akhiri Kutukan 38 Tahun atau Kembali Terjebak Masa Lalu?

by teguh
Juni 5, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Malam ini menjadi lebih dari sekadar laga persahabatan bagi Timnas Indonesia. Saat Garuda menjamu Oman dalam ajang Garuda Championship Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pukul 20.00 WIB, ada satu misi yang membayangi skuad Merah Putih mengakhiri puasa kemenangan selama 38 tahun atas tim berjuluk Al-Ahmar tersebut.

Tabooo.id: Bagi sebagian suporter, pertandingan ini mungkin hanya bagian dari agenda FIFA Matchday. Namun bagi Timnas Indonesia, duel ini adalah ujian mental sekaligus kesempatan membuktikan bahwa generasi baru Garuda mampu memutus rantai sejarah yang selama hampir empat dekade terus menghantui.

Ujian Pertama Herdman di Gelora Bung Karno

Pertandingan melawan Oman menjadi laga ketiga bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sejak ditunjuk menangani skuad Garuda. Sebelumnya, Herdman mencatat kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts-Nevis sebelum harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 pada FIFA Series Maret 2026.

Mantan pelatih Timnas Kanada itu menilai laga melawan Oman menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan timnya.

“Kami ingin melihat karakter tim saat menghadapi lawan yang memiliki peringkat lebih tinggi. Ini kesempatan untuk membangun mental pemenang,” ujar Herdman dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan.

Tantangan tersebut tidak ringan. Berdasarkan ranking FIFA terbaru, Indonesia masih berada di posisi ke-122 dunia. Sementara Oman menempati peringkat ke-79 dan menjadi salah satu tim Asia Barat yang dikenal disiplin dalam bertahan serta efektif dalam serangan balik.

Oman Datang dengan Misi Memperpanjang Dominasi

Di kubu lawan, pelatih anyar Oman, Tariq Sektioui, menjalani debut pertamanya bersama Al-Ahmar setelah resmi ditunjuk pada Maret lalu.

Ini Belum Selesai

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Rupiah Tembus Rp18.000, Alarm Bahaya Ekonomi Indonesia

Pelatih asal Maroko itu datang dengan target sederhana namun ambisius: mempertahankan rekor positif Oman atas Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.

Data pertemuan menunjukkan kedua negara sudah bertemu enam kali. Indonesia memang pernah menang dua kali pada King’s Cup 1987 dan 1988. Namun setelah itu, Garuda tak pernah lagi merasakan kemenangan.

Sejak 2007 hingga 2021, Oman mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang saat menghadapi Indonesia.

Sejarah yang Belum Tuntas

Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, menilai pertandingan ini bukan hanya soal hasil akhir.

“Generasi sekarang tidak bisa terus hidup dalam bayang-bayang sejarah. Kalau ingin naik level, Indonesia harus mulai mengalahkan tim-tim yang secara ranking berada di atas mereka,” kata Kesit.

Pandangan serupa disampaikan akademisi olahraga dari Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Toho Cholik Mutohir.

“Sepak bola modern tidak lagi ditentukan nama besar. Yang menentukan adalah organisasi permainan, disiplin taktik, dan kesiapan mental. Indonesia punya kesempatan menunjukkan kematangan itu malam ini,” ujarnya.

Dari skuad yang tampil pada pertemuan terakhir tahun 2021, hanya tiga pemain yang kembali masuk daftar tim Indonesia, yakni Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, dan Yakob Sayuri.

Artinya, pertandingan malam ini akan menghadirkan wajah baru dengan cerita baru.

Bukan Sekadar Laga Uji Coba

Baik Indonesia maupun Oman sama-sama datang setelah gagal melangkah lebih jauh dalam kualifikasi menuju Piala Dunia 2026.

Indonesia tersingkir setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak. Oman juga mengalami nasib serupa usai ditahan Qatar dan dikalahkan Uni Emirat Arab.

Karena itu, laga malam ini menjadi kesempatan kedua tim untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus mempersiapkan fondasi menuju agenda internasional berikutnya.

Namun bagi publik Indonesia, ada makna lain yang lebih besar. Ini bukan sekadar pertandingan FIFA Matchday. Ini adalah pertarungan antara harapan dan sejarah.

Garuda memiliki kesempatan menghapus catatan buruk yang sudah bertahan selama 38 tahun. Pertanyaannya, apakah malam ini menjadi akhir dari kutukan itu, atau justru memperpanjang cerita lama yang belum selesai?

Head to Head Indonesia vs Oman

  • 24 Februari 1987: Indonesia 2-0 Oman (King’s Cup)
  • 18 Januari 1988: Indonesia 3-0 Oman (King’s Cup)
  • 24 Juni 2007: Indonesia 0-1 Oman (Persahabatan)
  • 19 Januari 2009: Oman 0-0 Indonesia (Kualifikasi Piala Asia 2011)
  • 6 Januari 2010: Indonesia 1-2 Oman (Kualifikasi Piala Asia 2011)
  • 29 Mei 2021: Indonesia 1-3 Oman (Persahabatan)

Sejarah memang tidak mencetak gol. Namun sejarah sering membentuk mental sebuah tim. Malam ini, yang diuji bukan hanya kemampuan bermain Indonesia, melainkan keberanian keluar dari bayang-bayang masa lalu. @teguh

Tags: FIFA MatchdayGaruda Championship SeriesIndonesia Vs OmanJohn HerdmanSepakBola IndonesiaSUGBKTimnas GarudaTimnas Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

by teguh
Juni 6, 2026

Sorak puluhan ribu suporter mengguncang Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam. Timnas Indonesia tampil meyakinkan dan membungkam Oman dengan...

Next Post
Banjir Bandang Sumatera: Apa Arti Astacita Jika Desa Terus Tenggelam?

Banjir Bandang Sumatera: Apa Arti Astacita Jika Desa Terus Tenggelam?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id